OOOOOOOOOOOOO
BRAKKKKK
Tiba-tiba pintu terbuka terlemparlah seorang wanita paruh baya disana dengan luka luka ditubuhnya, Terlihat banyak darah mengalir dari pelipisnya.
raut wajahnya terlihat sangat takut tubuhnya bergetar hebat menatap objek yang melemparnya tadi. Wanita paruh baya itu melatah mundur dengan mata yang masih setia menatap seseorang dibalik pintu.
"Hahahah..."
Suara tawa dan langkah kaki terdengar dari balik pintu tadi. Tak berselang lama muncul seseorang dari balik pintu yang sama. Entah orang itu perempuan atau laki-laki saya tidak tau. Yang pasti ia tidak begitu tinggi tubuhnya mungil dengan jubah dan tudung hitam yang ia kenakan saat ini.
"jangan. aku mohon jangan", pekik tertahan wanita paruh baya
Sunyi, ya sunyi hanya terdengar suara perlahan hujan mulai turun beriringan dengan suara isak tangis ibu itu. Seseorang dibalik jubah hitam itu mengeluarkan sebuah pisau dan perlahan ia membuka tudungnya.
"Othzi????"
wanita paruh baya itu tercekat melihat orang dibalik tudung tadi. sedangkan yang dipanggil 'Othzi' tidak menghiraukan malah tersenyum miring dan...
Deg!. Ia merasakan hal itu lagi
Sakit!, hanya itu yang aku rasakan saat ini aku tak tau ini kenapa . Apakah.. ini rasa sakit itu? rasa sakit nan pilu setiap kali tangan ini berusaha melukainya?.
Seketika tangannya membeku diudara hati nuraninya memberontak tapi ego-nya mendesak bisikkan demi bisikkan hampir membuatnya kalap. Jika saja tidak ada tangan tangan yang menahan tangannya. Ia mencoba melepaskan tangan namun, Deg!. Matanya beradu tatap dengan pemilik tangan itu.
Dia!?.kenapa dia hadir kembali dihadapanku? kenapa? kenapa dia harus hadir lagi setelah dia pergi lima tahun lalu? kenapa?
Dalam sekejap aku melupakan wanita paruh baya dihadapanku. Tiba-tibatubuhku melemas penglihatanku mendadak blur dan aku merasakan tubuh hampir terjatuh jika saja dia tidak menangkapku dan setelah itu gelap!.
Entah apa alasan Tuhan mengirimnya lagi dihadapanku. Aku tak tau itu. Tapi aku berharap setelah aku membuka mata nanti aku tidak lagi melihatnya..
