Shadow Warrior
Chapter 1
.
.
Beberapa sosok bergerak mengendap-endap di antara pepohonan, mendekati sebuah rumah yang nyaris tak terawat. Semua menggenggam senjata laras panjang. Salah seorang yang merupakan pemimpin mereka, memberi kode agar anggota yang lain menyebar ke bagian belakang dan sebagian mengikuti dia ke pintu depan. Beberapa berjaga di tiap sisi rumah yang memiliki jendela.
Salah seorang anak buahnya yang bertubuh paling tegap, mendobrak maju sesuai perintah. Saat sang pemimpin dan kawan-kawannya yang lain masuk, sosok tegap itu mengamankan daerah sekitar pintu.
Hanya berbeda sepersekian detik dengan suara dobrakan tadi, pintu belakang juga diterjang, tidak memberi kesempatan kepada siapapun yang menjadi sasaran mereka untuk melarikan diri. Suara tembakan terdengar memekakkan telinga, namun semua berkonsentrasi mengadakan pembersihkan terhadap 'manekin bersenjata' yang ada, tanpa melukai sandera.
"Clear!"
"Clear!"
"Di sini juga clear!"
Teriakan terdengar dari berbagai sudut rumah.
"Kita berhasil!" seru salah seorang sambil menurunkan senjatanya dengan wajah puas.
Sang pemimpin mengamati manekin-manekin yang selamat dan yang tertembak, untuk mengetahui apakah anak buahnya melakukan tugas dengan benar. Namun sebuah patung mungil di salah satu sudut rumah membuatnya menghela napas panjang.
"SIWON!!!"
"Yes! Sir!" Siwon - anggota pasukan yang bertubuh paling tegap - bergegas mendekat.
"Kenapa anak itu tidak kau tembak, eoh?"
Siwon memasang wajah protes ketika teman-temannya mengeluh dengan keras.
"Itu anak kecil, Sir. Kita tidak boleh membunuh anak kecil," jelas Siwon.
"Tapi anak kecil itu memegang granat tangan, pabo!" Salah seorang temannya bergerak memukulkan senapan, namun Siwon segera menangkisnya.
"Karena kelalaianmu, seandainya ini bukan latihan, kita semua sudah mati. Apa kau sadar itu?!"
"Yes! Sir!" Siwon menyahut. Meski begitu, wajahnya tetap mengungkapkan perasaan tidak setuju.
"Hhh...aku heran, kenapa kau bisa sampai ke tahap ini." Sang pemimpin memandang dengan putus asa. "Kalian semua boleh beristirahat. Siwon, kau ikut aku menghadap Direktur!"
"Yes! Sir!"
Begitu sang pemimpin berjalan pergi, Siwon meringis, sementara teman-temannya menepuk bahunya sebagai tanda simpati sebelum berlalu.
.
.
Berbeda dengan hutan dan rumah kosong yang ia datangi tadi siang, Siwon kini berada di lobby sebuah gedung yang sangat mewah. Ini adalah gedung perusahaan tempatnya bekerja, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengawalan dan perlindungan. Ada banyak pelayanan yang ditawarkan, dengan harga yang berbeda-beda; Perlindungan untuk para artis; Keamanan untuk suatu acara; Sopir bersenjata; Pengawal pribadi paruh waktu; dan Pengawal pribadi yang tinggal selama masa kontrak dengan klien selama 24 jam sehari. Dua level tertinggi adalah Pengawal untuk negarawan dan pengawal untuk orang-orang yang perlu datang ke sebuah tempat yang rawan karena kondisi perang.
"Selamat siang. Nama saya Choi Siwon, saya dipanggil kemari untuk menghadap Direktur."
"Mr Choi Siwon?" Resepsionis mengecek ke dalam buku dan tersenyum ketika mendapati nama Siwon di sana. Ia menyerahkan sebuah kartu berwarna silver. "Silahkan menuju lift utama."
YOU ARE READING
Shadow Warrior
FanfictionKyuhyun menjadi seorang shadow warrior? Lagi nggak bisa bikin summary, selamat membaca saja :-) Rated M for violence
