perkenalkan aku arrazila fadila,umurku 18 tahun,aku anak broken home,orang tuaku berpisah saat umurku menginjak 2 tahun,ini cerita perjalanan hidupku,sulit,pahit,dan,sakit.
"arra! kamu ga kerja?! kenapa?! ayo kerja?! jangan suka nambahin beban mama! cepet keluar atau mama dobrak!"
arra yang sudah rapih sedari tadi pun lantas berlari menuju keluar kamarnya,bekerja.
"maaf ma,arra telat arra berangkat ya ma,assalamualaikum"
lantas arra menyalami tangan ibunya,dan berpamitan dengan ibunya.
"waalaikumsalam"
ibu arra acuh tak acuh dengan keadaan arra,tidak perduli apa yang terjadi pada putrinya asalkan ia bisa makan dengan tenang,tanpa perlu bekerja.
'putri yang pernurut ya kamu'
batin dina menatap arra dengan senyuman iblisnya,tidak punya hati.
di lain tempat arra tengah menormalkan pernafasannya karena berlari dengan cepat,dan melihat kedainya yang sudah rapih? ia pasti akan kena omel majikannya karena terlambat,lalu arra melihat arlojinya dan-
"bagus ya nyonya arra fadilla! kamu udah berani telat ya sekarang! kamu baru seminggu loh disini,jangan berulah"
bentakan itu,arra sudah terbiasa mendengarnya dirumah.
arra langsung menunduk sopan dan dirasa sang majikan sudah pergi,arra langsung melihat apa yang perlu di kerjakan lagi olehnya.
••••
arra mendengar pengingat adzan di ponselnya,dan melihat arlojinya ternyata sudah masuk waktu dzuhur,arra membalikkan tulisan yang ada di depan kedai minuman itu.
saat arra hendak mengambil air wudhu arra melihat sesuatu di tempat wudhu tersebut.
arra menyerengit melihat mengetahui bahwa itu adalah dompet,dan-
"heh! jadi kamu malingnya?! bener bener ya kamu! berani banget! kamu masih kecil aja kaya gini! gimana besarnya nanti! cih"
ibu itu membentak tanpa henti,arra yang mendengarnya hanya mencoba menulikan pendengarannya lanjut wudhu.
"gausah so suci kamu! kalo masih suka jadi maling! dasar maling!"
arra hanya menghela nafas panjang lalu berdoa agar ibu ibu itu segera pergi dari hadapannya.
dan akhirnya ibu itu keluar,arra langsung memulai sholatnya.
••••
dirumah arra,dina yang sedang berbalas pesan dengan teman-temannya pun lantas berhenti saat mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya.
"eh ada kamu nak ditya,sini masuk,tunggu sebentar ya,tante buatin minum dulu mau minum apa nak?"
tawar dina kepada ditya yang diketahui sebagai orang yang sudah lama mengejar-ngejar arra putrinya.
"ga perlu repot-repot tan,aku cuma mau nanya arra ada ngga dirumah?"
tanya ditya yang tidak suka basa-basi.
dina tampak sedikit gugup pasalnya yang ditya tau arra sibuk kuliah bukan bekerja.
'mampus deh gue! lagian ni anak kenapa jadi kepo sih! ah harus alesan apa dong gue!'
ditya yang melihat dina yang sedang melamun akhirnya mencoba menyadarkan dengan mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah dina.
"tante kenapa? ko bengong? kalo ga ada arranya gapapa aku pulang aja,maaf ya tan ganggu"
YOU ARE READING
renjana
Teen Fictionini tentang gadis yang harus bertahan demi masa depan,tanpa dukungan dari orang-orang sekitar,lantas kuatkah ia terus bertahan dengan semua beban hidupnya? ataukah ia sudah menyerah sebelum memulai semuanya? follow dulu biar berkah:) selamat membaca!
