Suara alarm pada jam weker membangunkanku dari tidur nyenyakku serta memaksaku untuk meninggalkan alam mimpi yang indah. Perkenalkan, namaku Vaya Irish Mahendra, namun sering di panggil Aya. Sekian perkenalan singkatnya. Dengan malas-malasan karena baru bangun tidur, Aku menyibak tirai ranjang dan membuka pintu balkon kamar membiarkan udara pagi memasuki kamarku.
Keempat sahabatku pun sudah membuka tirai ranjang masing - masing, bahkan mereka telah melakukan aktivitas mereka. Ada Nadya Kusuma Putri yang lebih sering dipanggil Nadya. Ia tinggal persis di seberang rumahku. Gadis pendiam itu tampak sibuk membereskan kopernya.
Aquila Safira Indah yang lebih akrab dipanggil Ila atau Fira, terkadang Aqua. Ila tinggal di sebelah kiri Nadya juga tampak tengah membereskan kopernya. Awan Senja Biru, yang sering dipanggil Awan atau Bakwan oleh yang lain tengah menyapu kamarnya. Mereka adalah sahabat - sahabatku semenjak kami semua masih memakai popok dan karena tempat tinggal kami berdekatan.
Sesuai dengan rencana, hari ini mereka akan mulai tinggal di asrama kampus. Terima kasih pada ayah Nadya, Pak Zacky yang seorang dokter sekaligus pemilik universitas tempat dimana kami kuliah karena telah membuat kami berempat tinggal satu kamar.
"Ck ck, Putri tidur baru bangun nih? udah siang woy" sindir Aquila.
"Aku menyiapkan koperku semalam" jawabku singkat. Sebenarnya semalam sambil membereskan koperku, aku bermain game online. Jika kalian mengira aku kecanduan game online kalian salah. Aku hanya bermain saat seluruh tugas sekolah dan rumahku selesai. Aku memantau event - event game online untuk mengetahui jam berapa event itu terlaksana dan menyelesaikan tugas-tugasku.
"Alah, bilang aja semalam main game online lagi. Iya deh yang couple online" goda Awan. Senyumanku melebar dan bisa ku pastikan wajahku memerah mendengar godaan dari Awan. "Aish, aku mandi dulu"kataku yang langsung masuk ke dalam kamar. Aku mengambil tank top berwarna kuning lengkap dengan kardigan pasangannya juga celana hitam 7/8 dari lemari kemudian memasuki kamar mandi.
Kamar mandiku terbilang luas. Ada bathtub lengkap dengan showernya . Menurut Nadya, durasi mandiku terbilang singkat. Bukan karena tidak bersih, tapi enggan berlama - lama di kamar mandi kecuali jika aku berendam, itu lain cerita.
Aku membiarkan rambutku yang basah terurai, mengambil kunci honda freed milikku dan turun ke bawah sembari mengecek handphoneku.
1 SMS
2 misscall
Satu SMS dari Raka. Sebelum lanjut lebih jauh, Mari kita mengenal Raka dulu. Aku bermain game online dengan konsep dance. Alasan mengapa aku memilih game dengan konsep tersebut adalah karena lagu. Aku pecinta musik serta gameplay yang mudah membuatku dapat bermain solo.
Sebenarnya awal perkenalanku dengan Raka adalah dari avatar yang memiliki nama Zero_01. Berawal dari avatarku yang menggunakan nama LunaMystic mengikuti percarian jodoh di salah satu mode game yang bernama club dance. Sistem club dance ini membutuhkan enam player, tiga perempuan dan tiga laki-laki. Aku diundang oleh pemilik room untuk membantu memenuhi kuota. Begitu juga dengan Zero_01 AKA Raka. Dalam mode itu, aku hanya memilih secara random, tak di sangka Zero menerimaku sebagai pasangan. Sisanya kalian tahu sendiri. Kami saling bertukar ponsel. Sudah lima bulan kami saling mengenal bahkan hari sabtu nanti, Kami berencana untuk menukah secara game online tentu saja.
From : Raka
Pagi,Udah bangun?
Aku tersenyum. Semenjak kami bertukar nomor ponsel kami saling menghubungi. Yang aku tahu dia masih kelas tiga SMA. Aku juga memberitahunya bahwa aku baru saja lulus dan kini berkuliah. Jari - jemariku membalas sebuah pesan singkat.
To : Raka
Pagi, udah dong. Mau pindahan ke asrama. Jangan lupa sarapan .
Aku melihat di meja makan sudah tersedia nasi goreng dan telor dadar tersaji. Hanya ada satu piring di meja menandakan hanya aku yang belum sarapan. "Mbak Sri, Vaya berangkat dulu. Gak usah sarapan." kataku yang langsung menuju garasi mobil.
"Eh, Non Vaya, Atuh setidaknya minum susu dulu" kata Mbak Sri yang membawa segelas susu. Mbak Sri adalah pengasuhku dari kecil. Ia dan suaminya, Kang Umar bekerja untuk keluargaku. Aku anak kelima dari lima bersaudara. Mas Yudhistira dan Mas Bima, kakak pertama dan kakak keduaku sudah menikah dan tinggal di kota Solo. Mas Arjuna, kakak keempatku memilih untuk tinggal di Australia bersama dengan kedua orang tuaku. Mbak Wulan, kakak ketigaku bersama dengan suaminya tinggal di Jakarta dan tinggal bersamaku di rumah ini.
Aku menghabiskan susu yang sudah di siapkan. "Makasih ya mbak. Vaya bakalan kangen ama mbak nih. Selama di asrama" kata ku.
"Mbak Sri juga bakalan kangen sama non Vaya. Jaga diri baik - baik yah non" balas Mbak Sri dengan raut wajah sedih. Wanita paruh baya itu sudah menganggap Vaya seperti anaknya sendiri.
"Tenang mbak Sri, saya yang jagain tuan putri kesayangan Mbak Sri ini" ujar Awan dengan jenaka. Awan yang sudah tidak sabar segera menyeretku ke garasi. "Non Awan juga jaga diri baik-baik ya" kata Mbak Sri.
"Wokeh, tenang mbak Sri. Aku'kan muridnya Bruce Lee"sahut Awan terkekeh, sedangkan aku yang gemas melihat tingkah bocah ini, menjitak kepala awan sambil berkata "Ndasmu murid Bruce Lee".
Aku dan Awan pun masuk ke dalam mobil Honda Freed berwarna Silver milikku. Mobil ini hadiah dari Mas Joko, suami dari kak Wulan sebagai hadiah karena aku telah mendapatkan SIM. "Ila dan Nadya sudah siap?" tanyaku. Awan mengangguk. Kedua sahabatku itu telah menunggu dengan koper mereka. Begitu mobilku berhenti di depan mereka, Ila dan Nadya langsung memasukkan barang bawaan mereka dan membuat diri mereka nyaman. "Mau langsung berangkat ?" tanyaku.
"Yep, mampir beli makanan buat dijalan. Asrama kita lumayan jauh. Udah diluar Jakarta" kata Awan. Perjalanan mereka yang terbilang lumayan jauh membuat mereka mampir di salah satu pusat perbelanjaan. Untuk urusan belanja Aquila dan Nadya yang mendapat hasil giliran hompipa, sementara kami membeli paket Wifi portable . "Kak Wulan tadi gak ada?" tanya Awan.
Aku mengelengkan kepala. "Tapi kemarin malam, Kak Juna video call. Ngasih pesen hati-hati ama ngasih tahu kalo udah ngirim uang bulan ini"Balasku.
"Waahh asik. Traktir ya" balas Awan. Aku hanya mengangguk.
"Siap" balasku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Online Husband is My Soulmate
Fiksi UmumJudul sebelumnya Loving you. Dan ini versi lama dari akun Diamond4Irish2 Siapa sangka, hubungan yang hanya berawal dari game online itu bisa belanjut ke dunia nyata . Vaya Irish Mahendra, seorang gadis berparas cantik dengan segudang impian. Raka D...
