Bersama J : Mencintaimu

2 0 0
                                        

"Ini abis bawang apa lagi?"

"Abis bawang ya cabe dong, terus bumbu kek garam dan penyedap."

"Oh~ oke!"

Aku tertawa pelan saat melihatnya mulai memasak. Padahal dia sudah hapal bumbu untuk nasi goreng. Tapi sengaja pura-pura lupa. Modus biar bisa ngobrol sama aku.

Aku mendekatinya. Bersandar pada meja beton tempatnya sedang memotong bumbu lainnya. "Kalau mau ngobrol buat nemenin masak bilang dong." godaku kepadanya.

Dia terkekeh pelan. "Ketahuan ya?" tanyanya menghentikan sejenak kegiatan menyiapkan bumbu.

"Iya ketahuan." aku mengangguk. "Huuu~ tukang modus dasar." ledekku.

Dia hanya tertawa saja. Lalu melanjutkan kegiatan memasaknya.

Aku masih memperhatikannya. Terlalu lama memperhatikan sampai aku sadar satu hal. "Kenapa sih mudah banget?"

"Apanya?" dia masih fokus dengan acara memasak.

Aku menyentuh lalu menggenggam tangannya. Menghentikannya lagi dari aktifitasnya. "Mencintamu." Aku menatap tepat di matanya. "Kenapa semudah itu aku mencintaimu?" tanyaku.

Dia mengetukkan jari tangannya yang tidak aku genggam di dagunya. "Karena aku ganteng." jawabnya sambil terkekeh pelan.

"Dih! Percaya diri banget kamu." sungutku menahan senyum.

Tapi walau begitu aku juga tertawa saat dia tertawa hanya karena rasa percaya dirinya itu. Satu hal yang aku jadikan pasti. Bahwa itulah alasan kenapa aku bisa mencintainya dengan mudah.

****

LAMUNStories to obsess over. Discover now