1. My Ideal Type

72 7 26
                                        

Paris, 2015

“Dann, fashion show-nya akan segera di mulai

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

“Dann, fashion show-nya akan segera di mulai. Sebaiknya kita ke lantai satu sekarang.” ujar laki-laki berwajah blasteran itu dengan nada suaranya yang terdengar sedikit tergesa saat memasuki ruang kerja atasannya.
“Ah, ya. Aku tau James.” Daniel bergegas merapikan berkas-berkas yang tadi sedang ia baca dan meninggalkannya diatas meja. Sementara dirinya berdiri dan menghampiri James.
“Ayo..” Ia menepuk pelan bahu James dan melangkah bersama sekretarisnya itu untuk keluar dari ruangannya. Keeduanya bergegas menuju ke lantai satu.

Hari ini D’mall mengadakan sebuah event fashion show besar yang menjadi ajang persaingan sengit bagi berbagai butik ternama yang ada di Paris. Acara itu merupakan sebuah acara penting setiap tahun, yang sudah menjadi citra bagi D’mall untuk meningkatkan penjualan. D’mall merupakan pusat fashion terbesar di Paris yang di kelola oleh keluarga Xiao. Dan pemegang kendali dari semua bisnis itu adalah Daniel Xiao. Anak kedua dari keluarga Xiao yang merupakan lulusan terbaik dari Harvard university. Di usianya yang masih 25 tahun, Daniel sudah menyelesaikan pendidikan S1 nya dan sedang melanjutkan S2-nya sembari mengurus bisnis keluarganya.

Beberapa bulan terakhir, pria itu tengah menetap di Paris. Memilih menghabiskan masa libur kuliahnya dengan mengurus beberapa event penting yang dimiliki perusahaannya.
“Sepertinya kita benar-benar terlambat, James..” ujar Daniel sambil mempercepat langkahnya.
“Ya. Diana terus menelponku sedari tadi. Dia bilang, kau harus segera membuka acara itu.”
“Aiish..” desis Daniel yang terdengar kesal.
“Ini semua karena Mr. Hans. Kalau saja dia tak terus menelponku.” Runtuknya sambil melirik ke arah James, sekretarisnya.
“Dia sengaja mengganggumu untuk mencari celah.”
“Kau tau itu mustakhil. Aku tak akan luluh oleh rayuannya. Sampai kapanpun, aku tak ingin memasarkan produk miliknya.” Tukas Daniel yakin.
“Dan kau harus berhati-hati. Dia terkenal memiliki berbagai cara licik untuk mendapatkan apa yang dia mau.”
“Masa bodoh! Bisnis bukanlah sekedar main-main. Kalau dia punya berbagai cara, maka aku pun punya prinsip berbisnis ku sendiri.”

Daniel terus mendebat sekretarisnya dengan opini-opininya yang terkenal sangat kritis. Langkah keduanya juga terlihat semakin lebar dan cepat, karena memang mereka sedang mengejar waktu. Sampai Daniel tak menyadari bahwa di depannya saat ini, ada seorang gadis yang juga berjalan dengan tergesa menuju ke arahnya. Pada akhirnya, keduanya saling bertabrakan dengan cukup keras. Bugh!
“Awww!!” rintih seorang gadis sambil memegangi bahu kirinya yang terasa sakit.
“Upps! Pardonnez-moi..”
“Kamu nggak punya mata, ya!” gertak gadis bernama Airin itu dengan kesal.

Untuk sejenak, Daniel hanya menatap gadis didepannya itu dalam diam. Entah apa yang terjadi, namun saat ini kedua mata Daniel memandang takjub pada sosok itu. Bahkan waktunya seolah terhenti. Pemandangan di depannya saat ini sudah benar-benar menyita seluruh perhatiannya.

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Unexpected LoveStories to obsess over. Discover now