Kailasha Gazala Al Fatih itu adalah namaku anak dari Maliki Al Fatih dan Naura Aditi. Aku juga mempunyai saudara kembar bernama Kalvin Marinus Al Fatih beda 5 menit.
aku juga punya teman masa kecil Omar Harsa, lelaki tampan yang selalu menemaniku di setiap harinya.
Jangan mengira omar sama seperti ku dan kalian, nyatanya omar adalah sesosok gaib penunggu rumah yang aku tinggali dan berteman baik denganku. kalian bisa menebak seperti apa diriku saat mengenal si lelaki tampan yang sering ku panggil mas datar.
Aku adalah gadis yang istimewa, gadis yang setiap harinya mengalami hal yang mungkin bisa di katakan menarik menurut orang lain namun tidak bagiku. Karena banyak hal yang aku temui dan kadang membuatku risih juga takut.
Aku dan kalvin berbeda sekolah karena aku yang memang dari kecil selalu risih dengan orang lain, apa lagi kalvin yang sukanya jail padaku dan dia yang mudah akrab dengan orang lain membuatku selalu bertanya - tanya kenapa aku tidak bisa sepertinya dan pada akhirnya aku akan berakhir dengan menyalahkan diriku sendiri dan itu sangat memuakkan .
jadi saat memasuki jenjang SMP aku memilih sekolah yang memiliki asrama, sedangkan kalvin memilih sekolah umum. karena menurutnya sekolah umum tidak semerepotkan menetap di asrama dan dia bisa bebas kemanapun yang ia mau tanpa terbebani oleh segala aturan yang mengikat.
Sekarang kami sudah memasuki jenjang SMK dan masih memilih pilihan berbeda, tidak semua anak kembar akan memilih pilihan yang sama bukan, begitupun aku juga dengan kalvin.
Sekarang aku ada di rumah bersama kedua orang tuaku juga kalvin yang sedang bersantai di ruang tamu.
***
Normal pov
"Kak bukankah lebih baik kamu pindah sekolah saja kak?" Tanya sang papa memulai percakapan.
"Tapi yah, aku lebih nyaman di asrama." ujar kaila.
mama dan kalvin hanya mendengarkan apa yang kaila bicarakan dengan papanya. Karena merasa kaila terlalu bersikeras untuk tidak ingin pulang kerumah dan pada akhirnya sang ayah dengan kesalnya menariknya pulang.
"Pokoknya besok kamu harus pindah ke sekolah adikmu, ini permintaan ayah yang pertama apakah kakak tak ingin mengabulkannya?" ujar papa dengan wajah sendunya.
Lelaki paruh baya itu menatap sendu anak perempuanya. kaila menatap sang papa dengan pikiran yang berkecamuk. kaila yang saat ini sedang tidur di paha kalvin akhirnya membagunkan tubuhnya lalu menatap lekat sang papa.
'kai papa kayaknya khawatir deh sama kamu, atau jangan-jangan dia tahu kalau kamu gak punya temen di sana?' ujar suara lirih di samping kaila.
kaila menatap lelaki tampan di sebelahnya dengan tatapan yang sulit di artikan ' Pastinya pihak asrama buat laporan ke ayah yah mas?' ujar kaila dalam hati.
'Terus keputusanmu bagaimana?' ujar omar.
Setelah berbicara dengan omar, kaila menatap sang papa" Baiklah besok kaila akan pindah ke sekolah kalvin."
papa dan kalvin menatap kaila dengan raut yang sulit di artikan, namun ada kelegahan dari tatapan kedua lelaki beda usia itu.
"Semua sudah papa siapkan dan kamu tinggal pindah sekolah aja" ujar sang papa.
"Iyah pa".
"Berarti kita bakal berangkat bareng dong kak?" tanya kalvin pada kaila.
"Hem."
"Jawab yang bener dong kak, kakak kebiasaan deh" ujar kalvin sambil mendengus.
"Males" dengan tampang masa bodoh kaila beranjak dari duduknya menuju ke arah kamar.
"kakak!" seruan dari kalvin hanya di balas cekikikan oleh omar dan kaila, mereka berdua memang sering menggoda kalvin. karena kalvin yang suka manja dengan kaila, sedangkan kaila dengan tingkah keusilan yang sering membuat kedua orang tuanya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Tbc
ESTÁS LEYENDO
Dibalik Rasa
TerrorTidak semua rasa yang dapat di rasa oleh indra perasa manusi. Dan tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi kalau allah sudah berkehendak. Ini hanya kisah seorang gadis yang menjalani hari harinya dengan kelebihan yang dia terima dari sang pencip...
