SI SULUNG

15 0 0
                                        

"Dengan beratku, tarik lemahku, sudah tugasku menjadi sembuh, kusulam senyum, meleburkan yang pilu, demi menjadi aman tuk yang butuh"
ㅡNadin Amizah Cermin

nb: silahkan putar lagu sambil membaca cerita tentang si sulung✨


Si sulung atau yang biasa kita sebut anak tertua di dalam satu keluarga. Dia adalah seorang yang sangat tangguh, seperti seseorang yang aku kenal. Iya, dia selalu berpikir harus menanggung semua beban dalam keluarga-nya walaupun memang tidak di wajibkan, tapi banyak yang ku tahu anak sulung terbiasa mandiri berpikir dia yang harus bertanggung jawab akan adik, ibu, ayah dan dirinya sendiri.

Terkadang dia di salahkan oleh adik-adiknya, dengan kesalahan yang sebenarnya bukan salahnya, tapi untuknya tidak apa,  dia sudah terbiasa dengan itu, mengalah adalah hal yang sudah tak asing lagi bagi-nya. Mungkin itu sudah jadi makanan sehari-hari bagi-nya yang merasa sudah semakin bertumbuh dewasa di bandingkan adik-adiknya.

Huft, biasanya anak sulung di paksa untuk selalu tangguh, pundak-nya harus lebih kuat dari adik-adiknya, seakan dia hanya dia yang boleh punya beban di dunia ini, mulutmu seakan di paksa bungkam bukan untuk tidak melontarkan keluhan-keluhan yang sebenarnya kamu pendam? Matanya di paksa menahan air mata yang mungkin sudah ingin terjatuh sejak jauh-jauh hari.

Beban, beban, beban.
Aku harus tangguh, aku harus sempurna, aku harus membahagiakan dan melindungi orang tua dan adik-adiku, tidak akan ku biarkan mereka menderita. Biar aku saja, kalian tinggal diam saja dan menikmati hasil yang sudah aku usahakan, tak usah kalian memikirkam bagaimana aku, perasaan-ku dan apa saja yang sudah ku tahan selama berjuang untuk kalian.

Kurang lebih begitukan?

Teruntuk anak sulung .
Aku tahu kamu merasa semua hal tentang keluarga adalah tanggung jawab-mu, aku tahu umur-mu yang lebih tua dari adik-adikmu membuatmu merasa kau lebih berhak memimpin dan berpartisipasi seutuhnya dengan apapun yang terjadi pada orang tua dan adik-adikmu.
Tapi kali ini saja, tolong dengarkan aku, tidak semua beban harus kamu pikul sendirian.
Berbagi beban dengan yang lain bukan berarti menandakan dirimu lemah, kamu sudah berjuang dan berusaha, tapi memang inilah konsep sebuah kehidupan.
Kamu harus mau berbagi, tidak hanya tentang ke bahagiaan tapi juga tentang kesedihan, agar pundakmu yang kuat dan tegar itu dapat di tegarkan, agar hatimu yang sedih dapat di  redakan, agar berat yang kau pikul dapat di ringkan, oleh orang-orang di sekitar yang menyayangimu, yang selalu menunggumu untuk bercerita dan berbagi keluh dan kesah agar semua dapat di jalani dengan lebih mudah bila bersama.
Mulai hari ini jangan terlalu egois lagi ya pada diri sendiri?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 30, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

R E L A T E A B L ETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang