PROLOG

7 1 0
                                        

     Pagi yang cerah, Jingga yang sedang sarapan pagi bersama Ayah ibu dan Abang nya, ditemani dengan canda tawa membuat suasana nyaman dalam keluarga sederhana ini semakin lengkap.

"Oh iya dek, nanti kalo kamu tamat SMA mau lanjut kemana?"tanya sang Abang yang kini tengah menduduki kuliah semesteran 3.

"Belum tau bang, kalo bisa pengennya sih di sini aja,"ucap Jingga lalu mengambil gelas susunya dan meminum hingga habis.

"Kalo menurut Ayah bagusan dimana?"tanya Jingga pada Ayahnya.

"Menurut Jingga bagus yang mana pasti Ayah dukung,"ucap Ayah sambil tersenyum ramah.

"Mmmm,"ucap Jingga sambil mengetuk dahi nya dengan telunjuk, seraya berfikir"kalo menurut Bunda gimana?"tanya Jingga pada Bunda yang baru datang membawa kotak bekal untuk Jingga bawa nanti.

"Dimana Jingga suka, nyaman dan aman pasti Bunda dukung juga," ucap Bunda seraya mengelus surai coklat Jingga.

"Kalo gitu biar Jingga pikir dulu, universitas mana yang cocok buat Jingga,"ujar Jingga sambil memasukan kotak bekalnya kedalam tas.

"Kalo Abang setelah lulus mau kerja apa langsung nikah?"Goda Jingga membuat yang ditanya malah meringgis.

"Abang mau kerja dulu dek,"ucap Aditya geleng geleng kepala karena pertanyaan sang adik.

"Kalo udah nikah, Jingga mau ponakan yang banyak!"ucap Jingga cengengesan.

"Jingga Jingga ada aja kamu," ucap Bunda geleng geleng kepala.

"Kalo gitu Jingga berangkat dulu, nanti telat soalnya satpamnya galak!"ucap Jingga sambil menirukan gaya pak Maman jika sedang marah.

Semua tertawa karena ekspresi Jingga yang terlalu mendalami. Ayah hanya geleng kepala melihat tingkah konyol putrinya.

"Yaudah nanti beneran telat,"ucap Bunda tersenyum ramah.

"Yaudah kalo gitu Jingga berangkat dulu, Assalamu'alaikum,"ucap Jingga sambil menyalami tangan Ayah, Ibu, dan terakhir abangnya"kalo Deket cewek itu jangan kaku, biar gak kelihatan aneh," ucap Jingga sambil menepuk bahu Aditya.

Aditya hanya meringis sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ada ada saja Jingga ini membuat abangnya malu didepan Ayah, Ibu.

Jingga mulai menghidupkan mesin Vespa hitam kesayangan nya, memakai helm dan mulai melaju dengan kecepatan sedang.

Menyapa para pejalan kaki dengan ramah dan tak lupa senyum manis yang Jingga punya bikin meleleh.

Saat berada di dekat pemberhentian lampu merah, Jingga bertemu dengan 7 kumpulan motor ninja. Tepat di samping Jingga  ninja hitam itu berhenti. Pria itu memperhatikan Jingga dari atas sampai bawah, sehingga Jingga risih akan tatapan itu.

"Kamu kok ngeliatin aku?!!"tanya Jingga jengkel karena ditatap seperti itu.

Pria itu menunjuk dirinya sendiri. Karena tak ingin mencari keributan, Jingga menahan kesalnya setengah mati. Untung sekarang sudah lampu hijau, jadi Jingga bisa meninggalkan pria aneh itu dan melaju dengan kecepatan sedang sambil bersenandung kecil.

Sesampai disekolah Jingga lansung memarkirkan Vespa hitam kesayangannya dengan hati hati dan melepaskan helm.

Jingga berjalan sambil menyapa para penghuni sekolah seperti biasa. Ia melihat ada tujuh motor ninja yang baru memasuki gerbang sekolah, dan ada satu ninja hitam yang tak asing lagi bagi Jingga. Ah ia lupa bukan kah itu ninja pria yang menatapnya di dekat lampu merah.

Jingga merasa biasa saja, karena ia tak mau mencari cari masalah. Sepertinya kumpulan pria berninja itu adalah anak baru di SMA Tuna Bangsa.

✓✓✓@qryaulia_03

Sejak masuk kedalam kelas, Jingga hanya membaca buku sebelum pelajaran dimulai.
Ia bisa melihat tingkah konyol teman sekelas nya, sesekali Jingga tertawa karena lelucon Fani, ia laki laki tapi sikap seperti perempuan feminim.

"Jingga Lo mau ikut gak?"tanya Ara dan Alice, sahabat kecil Jingga hingga kini.

"Mau kemana?"tanya Jingga heran tak biasanya sang sahabat ingin keluar kelas sebelum bel masuk.

"Mau ke kantin, gue gak sarapan" ucap Ara memelas.

"Mau makan bekal aku?"tawar Jingga dengan senyum hangat nya.

"Nanti lo gak makan pas istirahat"ucap Ara menolak halus.

"Gak papa aku bisa beli makanan dikantin, emang kamu mau sakit?"tanya Jingga sedikit memaksa kerena khawatir dengan Ara yang belum sarapan, bisa bisa nanti Ara jatuh sakit.

"Ya udah, tapi nggak ngerepotin Lo kan?"tanya Ara tak enak.

"Iya gak apa apa, nanti kita jajan bareng dikantin"ucap Jingga sambil memberikan kotak bekal yang di siapkan Bunda pagi tadi.

"Bangga gue jadi sahabat lo Jing" ucap Alice bangga.

"Udah dari kecil loh kita bareng, masak aku gak mau ngasih sekotak bekal buat Ara atau pun kamu, sahabat macam apa aku ini"ucap Jingga tersenyum ramah.

Jingga teringat pria berninja itu dan menceritakan nya pada sang sahabat.
"Tadi aku ketemu sama pria berninja, terus dia mandangin aku dari atas sampe bawah, risih banget ditatap kayak gitu"ucap Jingga mulai bercerita.

"Trus dia ngetawain Teti lo?"tebak Alice, Jingga hanya menggeleng cepat, dan Teti yang dimaksud Alice adalah Vespa hitam kesayangan Jingga.

"Ngak kok, dia cuma natap aku lama aja jadi aku risih dan ngomong 'kamu kok ngeliatin aku kayak gitu?!!' terus dia nunjuk muka nya sendiri"ucap Jingga sambil mengingat kejadian tadi.

"Terus dia jawab apa?"tanya Ara mulai kepo.

"Dia diem aja, untung udah lampu hijau kalau gak aku pasti ditatap kayak gitu lagi"ucap Jingan memainkan pulpen yang ada ditangannya"terus pas aku di parkiran aku liat ninja itu lagi, mungkin anak baru kali?"

"Mungkin juga sih, tapi Lo liat mukanya gak?"tanya Ailce.

"Liat tapi gak jelas"ucap Jingga

Tenggg

Tenggg

Bel tanda pelajaran akan dimulai sudah berbunyi dan bertepatan dengan itu guru pelajaran pun masuk kelas.

"Selamat pagi anak anak"sapa guru itu ramah

"Pagi Bu" ucap seluruh murid kelas

"Saya akan memberitahukan bahwa ada tujuh murid baru akan bergabung di kelas ini"ucap guru perempuan itu formal.

"Baiklah silahkan masuk"ucap Guru itu yang diketahui namanya adalah Bu Susan Sulastri.

Murid baru tersebut mamasuki kelas dan dalam sekejap kelas menjadi bising karena murid baru tersebut adalah anak laki-laki
tampan.

Pria itu tertegun karena melihat Jingga, gadis cantik dan ramah yang ia tatap di pemberhentian lampu merah. Diam diam pria itu memperhatikan wajah cantik Jingga yang tersenyum saat berbicara dengan temannya.

✓✓✓@qryaulia_03

T
B
C

Jika menyukai cerita ini jangan lupa untuk mensupport dan mengingatkan jika ada yang mengganjal 😊❤️

JinggaStories to obsess over. Discover now