"Ketika jodoh datang, mau tak mau kau harus menerimanya. Percayalah, Allah adalah sebaik baik pengatur"
_Hd_
Cinta? Siapa yang tak mengenalnya. Indahnya membuat orang lupa akan yang dialaminya, fitrah terindah yang diberikan pada tiap tiap makhluk. Begitulah diriku mengartikan kata cinta.
malam yang indah di desaku, gemerlap bintang menghiasi langit yang gelap gulita. Aku baru saja selesai melaksanakan sholat isya... Yah, 'sendirian' tentunya.
Ting!
Bunyi pesan masuk.
Zulfa:
"Besok ketemuan setelah kamu selesai ngajar di cafe as-salam. Jangan telat! "
Me:
"Nggih, bosque"
Perkenalkan namaku Tiara Jazila Huwaeda, nama kampungan yah? Biarin, yang penting do'a yang orang tuaku sematkan didalamnya. Aku memang orang yang bodoamat dan gak gampang percaya tapi beda halnya jika menyangkut tentang orang terdekatku. Dan 'orang' yang chat via whats up tadi adalah sahabat ku, namanya Hidayatuz-Zulfa.
***
Seperti pagi pada umumnya. sholat, bersih bersih rumah, memasak dan membangunkan bang zain sudah menjadi rutinitas pagi yang biasa bagiku. Kedua orang tuaku sudah meninggal 5 tahun yang lalu saat pesawat yang mereka tumpangi bermasalah, mereka saat itu baru ingin pulang dari umrah di tanah suci makkah ke tanah kelahiran di Indonesia, tapi Allah berkata lain saat pesawat ingin mendarat tiba-tiba roda depannya ternyata tidak bisa terbuka alhasil aspal dan badan pesawat bertabrakan, para penumpang dimohon tenang tapi karena panik orang orang berlarian kesana kemari... Ah aku tak tau jelasnya bagaimana... Yang jelas sekarang... Aku merindukan mereka...
"Bang" panggilku
"Hmm" jawabnya pendek
"Ish dasar! Kenapa sih abang tega ngejodohin aku sama si keysa? Namanya kek perempuan gitu" ucapku tiba tiba jutek ketika baru duduk di kursi ruang makan.
Aku nggak habis fikir sih sama abangku yang satu ini. Bisa bisanya dia menjodohkanku dengan seorang yang cuek, dingin dan jutek seperti keysa?
"Makan! Nanti malem kita bicara. Abang lagi sakit gigi(males ngomong) " ucapnya tegas.
Mungkin dia udah capek denger aku ngomong gitu aja seminggu ini. Hihihi.
Cuek, dingin dan jutek? Gambaran awal ketika aku tertemu dengan sosok Muhammad Keysa Alfaro.
Seminggu yang lalu, tepatnya hari sabtu 25 juli 2020 saat aku dan ufa sedang asyik mengerjakan 'sesuatu' tiba tiba bang zain datang membawa keysa dan mengenalkan bahwa dia akan dijodohkan denga7nku. Hebat kan? Gak ada hujan, gak ada petir kok tiba tiba dateng bawa calon buat aku?
Tentu aku gak setuju dong, masa baru kenal disuruh langsung lamaran? Abang bener bener gila deh. Gitu ucapku pada abang, tapi apa kata abangku? "Yah bagus dong, itu berarti abang mau ngelindungin kamu dari zina dengan segera menikahkanmu, lagian umurmu udah 23 tahun kok betah sendiri Tiara Jazila Huwaeda?"
aku masih muda , tak ada salahnya kan? "nanti lah, Lagian tia bisa cari sendiri calon imam tia kok dan tia bisa jaga diri" ucapku menyangkal agar bisa bebas dari perjodohan ini.
"Yang mau emang ada?" celetuk keysa yang sedari tadi diam cuek. Hatiku tertohok, ya iyalah, kan aku itu cantik dan masih muda lagi. Ya kan? Ucapku ragu dalam hati.
Aku diam bungkam sedangkan ufa yang sejak tadi diam ingin terkekeh tapi segera kupukul. Kalian tau? Akutu jomblo akut dari lahir sampai sekarang dan parahnya ufa emang tau hal itu.
Sejak malam itu aku selalu menanyakan hal yang sama setiap pagi "kenapa sih abang tega ngejodohin aku sama keysa?" sampai aku aja lelah loh, si abang juga diem aja. Dan parahnya nanti malam adalah acara lamaran aku dan keysa yang dihadiri oleh ke dua keluarga. Gila abangku kan? Dia yang kebelet nikah? atau si jutek keysa?
***
Setelah sarapan aku pergi dengan motor matic kesayanganku menuju sekolah sd swasta di pedesaan.
"Assalamu'alaikum adek adek!" ucapku ketika memasuki ruang kelas 4.
"Wa'alaikumussalam kakak Tia!! " ucap mereka tak kalah semangat.
Aku sudah mengajar 1 tahun disini, ada kak Rina yang mempromosikanku dulu ketika sedang galau galaunya mencari pekerjaan. Gajinya cukup tinggi, dan guru guru disini cukup baik.
Setelah selesai mengajar aku langsung ke cafe As-Salam buat nge-date sama si ufa.
"Assalamu'alaikum ufa" salamku
"Wa'alaikumussalam tiaaaa aku kangeeennn" ucapnya dan setelah itu memelukku.
"Ish baru seminggu aja udah kangen dasar!" ejekku. Kemudian mengikutinya duduk dibangku panjang.
"Biarin, kan aku calon kakak ipar kamu. Hihihi" jawabnya terkikik.
"Yayaya, emang abangku tau kamu suka ama dia?" tanyaku.
Ufa 1 tahun lebih tua dariku. Katanya dulu pernah ketinggalan waktu kelas 3 sd karena keseringan bolos, tapi sejak adiknya meninggal ia berubah drastis. Dia sangat menyayangi keluarganya terutama adik perempuannya yang baru lahir. Tapi Allah lebih menyayangi adiknya. "tuh, jangan bolos lagi yah! Adikmu jadi gak mau liat kamu kan." kata pamannya dulu.
"Gak sih, gak berani ngomong juga " ucapnya. Pada dasarnya ufa bukan pemalu sama sekali, bukan karakternya banget.
"Malu malu meong aja. bilang dong, nanti diembat orang kan berabe" ucapku.
"Gak deh, btw cowok yang seminggu kemarin dijodohin sama kamu gimana? Diterima?" tanya ufa mengalihkan pembicaraan.
"Gak tau fa, bingung aku. Niatnya sih mau nerima, tapi masih ragu gimana dong?"
"Terima aja tia sayang, dia keliatannya baik deh, gak mungkin juga kan abang kamu tega menjerumuskan adik semata wayangnya?" meyakinkanku.
"Gimana yah? Kamu juga dateng nanti malem yah, biar tangan kamu kuremes remes kalo aku gugup. Hehe... " ucapku
"Ya terserah, mau pukul kek, tendang, atau sekalian cubit gak papa. Yang penting nanti malem berjalan dengan lancar. Oke?"
"Ok! Yakin bisa nahen cubitanku?" kataku menggodanya karena terakhir kali aku mencubit punggun tangan kanannya hasilnya berdarah dan parahnya dia menangis dan mendiamkanku sehari...mungkin itu efek dari panjangnya kuku ku saat kecil dulu
Kami saling menatap, terdiam beberapa detik kemudian tertawa, entah apa yang kami tertawakan. Pernah begini?
"Ini mbak pesanannya" ucap pelayan memotong acara tertawa kami.
"Makasih" jawab kami serempak.
Kami berbicara banyak hal mulai dari bisnis Zulfa's boutique, sampai anak anak nakal dan jail yang ada dikelasku. Kami sudah biasa membagi cerita, kami seakan seperti sepasang saudara yang terpisah jauh. Tanpa terasa hari sudah semakin sore, ufa pamit pulang untuk bersiap siap karena nanti malam ada acara lamaranku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Halal
General Fiction"Jika ada manusia sempurna maka ia terdiri dari dua bagian yaitu lelaki dan perempuan. Tak ada satupun manusia sempurna di dunia ini. Mereka hanya tercipta untuk saling menyempurnakan satu sama lain, membagi duka, tawa dan segala ekspresi. Tak perlu...
