Tidak peduli mereka siapa, terkadang omongan mereka yang mereka anggap becandaan bisa berpengaruh hebat terhadap diri seseorang. Pegaruhnya ke mental seseorang. Tidak semua orang bisa menerima bercandaan orang lain.
Tidak peduli siapapun kamu kalau kata-kata mereka nyakitin ya ujung-ujungnya insecure dan anxiety.
Isi kepala kamu terus memutar kata kata mereka seperti sebuah kaset rusak. Terus menerus sampai rasanya kamu ingin membenturkan kepala kamu agar mereka diam. Tapi yang terjadi malah kamu menangis. Rasa sesak terus menghimpit rongga dadamu. Sampai kamu lupa bagaimana cara menghentikannya.
Ketika kembali bertemu mereka, dan kembali berusaha untuk terlihat baik baik saja, kamu menampilkan seulas senyum yang sebenarnya hanya manipulasi semata. Kamu membangun dinding yang kokoh untuk menyembunyikan betapa rapuhnya kamu.
Dan ketika mereka melihat kamu, kata jahat itu kembali tengiang di telinga kamu, kembali memenuhi isi kepala kamu.
Karena sebaik apapun kamu menyembuyikannya, sekuat apapun kamu berusaha untuk mengenyahkan kata-kata itu, ketika kamu kembali duduk di sudut kamarmu air mata kamu kembali mengalir.
Sama seperti mereka yang tidak pernah tau se-insecure apa kamu, mereka juga tidak akan pernah tau sehebat apa kamu mencoba bertahan, mencoba bangkit lagi, dan mencoba untuk tidak mendengarkan kata-kata mereka walau seringnya gagal dan berujung overthinking lagi dan lagi.
Dan saat kamu merasa sudah benar-benar lelah, sudah berada di titik terendah, Tuhan menunjukan kekuasaan-Nya.
Secara tak langsung, Tuhan meminta kamu untuk berjalan ke sudut kamar kamu. Berdiri di depan cermin, menatap dalam mata seseorang di cermin itu. Bukan hanya kata-kata jahat itu saja yang terlintas dalam benaknya. Tapi juga kenangan-kenangan manis bersama orang yang di sekitar kamu. Tuhan meminta kamu lebih bersyukur. Tuhan memberi kekuatan atas semua kesakitan kamu. Bukan hanya melalui orang lain, tapi melalui diri kamu sendiri. Kamu yang dihina mereka dan kamu yang sering membenci dirimu sendiri. Namun justru kamu lah sumber kekuatan untuk kamu sendiri. Dia yang di cermin adalah kamu versi berbeda yang tidak akan meninggalkan kamu.
—
Buat kamu yang merasa insecure sama banyak hal, merasa tidak pantas ada, merasa buruk, dan banyak banget negatif thinkingnya.
Hei kamu lebih berharga dari apapun. Ketauilah, kamu hidup disini dengan banyak banget tujuan. Banyak mimpi yang harus kamu raih. Lihat tuh seseorang di cermin, di pantulan handphone, di pantulan air, dia yang ada di diri kamu minta kamu buat berjuang. Jadi, siapapun kamu semangat ya!
Love,
sofia❤
YOU ARE READING
Alasan Bahagia
Poetryini hanya sekumpulan prosa yang mengendap di hati dan pikiran. dengan dituangkannya disini dan jika kebetulan kalian merasakan hal yang sama, aku harap kalian tidak akan merasa sendiri lagi. dan aku harap kalian bisa menemukan pegangan kalian lagi u...
