Part 1 - Hai Naurin!

53 4 0
                                        

"Rin ayo kesini cepetan, lihat deh ada pelangi"

"Hiro tungguin aku dong, jangan cepet-cepet! Aku capek nihh"

"Cepetan Rin kalau gak nanti pelanginya hilang"

"Hiro awas dibelakang kamu!!"

Ciiittt... Bumm..

"NAUURRIIIINNN..."


***


"Tadi di kampus para junior lagi pada sibuk Rin, persiapan untuk Bunkasai (Festival Kebudayaan Jepang). Tadi banyak cewek-cewek yang mondar mandir fitting kostum, yang cowoknya juga sibuk nyiapin stand untuk bazaar sama ada panggung juga nanti" Hiro berbicara sambil merapihkan kamarnya yang sebenarnya tidak terlalu berantakan.

"Eh Rin, kamu kan suka baca komik sama nonton anime Jepang, kayaknya kamu bakal tahu deh beberapa karakter yang bakal dipakai kostumnya nanti. Kamu juga pasti cantik tuh kalau pakai kostum yang kayak di anime yang suka kamu tonton dulu tuh, apa tuh namanya Rin? Yang ninja-ninja itu lohh sama yang siluman anjing atau serigala sih itu?"

Tok... tok... tok... "Hiro, makan malam dulu. Kamu belum makan dari siang tadi kan ya" terdengar suara ketukan di pintu kamar Hiro, dan suara wanita yang juga memanggilnya untuk makan malam.

"Iyaa sebentar ma, mama makan duluan aja nanti Hiro nyusul" jawab Hiro pada mamanya.

"Ayo dong Hiro makan dulu, mama enggak mau makan sendirian"

"Iya yauda ma sebentar lagi Hiro keluar" hendak berjalan menjauh dari pintu kamar Hiro, tiba-tiba mamanya mendengar Hiro berpamitan pada seseorang untuk menunggunya makan malam.

"Rin, kamu lapar gak? Aku makan dulu ya, kamu tunggu disini nanti aku balik lagi. kamu harus temenin aku nyelesaiin materi skripsi aku" kemudian Hiro beranjak keluar dari kamarnya. Saat membuka pintu kamar dia dikejutkan oleh sang mama yang ternyata masih berdiri di depan kamar menunggu dirinya. Hiro tersenyum pada mamanya, namun raut wajah sang mama berubah menjadi sedih.

Mamanya menengok ke dalam kamar Hiro yang pintunya tidak ditutup. Terdapat dua buah pigura foto di atas meja yang berada di samping ranjang Hiro. Di dalam foto pertama itu terlihat sepasang lelaki dan perempuan yang saling berpegangan tangan. Lelaki tersebut adalah hiro dan yang perempuan adalah Naurin, sahabat Hiro dari kecil. Satu lagi adalah foto Naurin seorang diri yang sedang tersenyum. Senyumnya sangat manis dan membuat siapapun yang melihatnya pasti merasakan ketenangan.

Naurin mengalami kecelakaan 5 tahun lalu saat sedang berlibur dengan Hiro dan keluarganya. Dia ditabrak mobil saat sedang mengejar Hiro yang berlari menyusuri jalan. Kepalanya terbentur aspal dengan kencang dan membuatnya koma selama lebih dari 3 bulan.

Dokter menyarankan pihak keluarga harus sering-sering mengajak Naurin yang sedang tertidur itu untuk berbicara, atau bercerita. Karena mata dan tubuh Naurin memang sedang tertidur, namun telinganya masih bisa mendengar. Hal tersebut diyakini bisa merespon tingkat kesadaran Naurin.

Hiro adalah orang yang setiap hari datang ke rumah sakit untuk mengobrol dengan Naurin yang masih tertidur di atas ranjang rumah sakit. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan Hiro, hingga Naurin tiada pun Hiro masih menjalani kebiasaannya itu untuk berbicara dengan Naurin walau hanya lewat fotonya saja.

Mamanya sangat mengkhawatirkan keadaan Psikologis Hiro. Namun Hiro selalu meyakinkan mamanya jika dirinya baik-baik saja dan tak perlu pergi ke psikiater. Dia hanya ingin tetap menyimpan memori tentang Naurin di dalam hati dan pikirannya, dan hanya untuk dirinya saja.

Naurin - a soul in loveStories to obsess over. Discover now