Prolog

321 65 9
                                        

Pertemuan, cinta yang bertaut, permasalahan, perpisahan. Lalu, pada akhirnya saling membenci dan menaikkan gengsi. Apakah itu yang kau pikirkan tentang cerita diriku dan dia?


Mari kuubah sedikit alur dan cara berpikir rasionalmu.

Remaja adalah saat menyeimbangkan antara hati dan pikiran. Lebih berat di satu sisi, semua akan berantakan. Logika harus disamakan dengan rasa agar tidak menyakiti yang lain. Rasa juga harus disamakan dengan logika agar tidak mudah dibodohi.

Pertemuan dapat berakhir tanpa melalui akhir. Perpisahan dapat melangkah tanpa datangnya masalah.

Cinta itu teka-teki tak berujung. Selalu ada meski sudah diterka.

Benci itu rasa marah yang kian menggunung. Selalu bertambah namun bisa diubah dengan makna.

.

Kalau bagimu cinta tumbuh dari seseorang yang membuatmu bahagia dan nyaman sepertinya itu benar.

Namun, apakah kau pernah menumbuhkan cinta bagi seseorang yang amat kau benci dan membenci dirimu?

Mungkin kau pernah mendengar kata-kata seperti ini ....

"Jangan terlalu membenci seseorang, karena karma dapat merubah benci menjadi cinta."

Percaya atau tidak, itu kembali pada dirimu. Aku tidak akan memaksakan opini.

.

Ceritaku berbeda dengan mereka. Lebih rumit dari sekedar menciptakan euforia.

Selamat datang dan silahkan membaca, perjalanan benci dan cinta yang sedang dirangkai menjadi kalimat ataupun kata.



.
.
.
.
.

See you next chapter♡
-ngel.ﻬ

AvAldiStories to obsess over. Discover now