Tiwikrama 1

38 7 0
                                        

Hidup. Kamu Tahu hidup?
Aku tidak Tahu dan tidak ingin Tahu.
Biarkan! Lepaskan! Aku hanya ingin bergerak seperti air mengalir, bertempat mengikuti wadahnya dan bersifat mengikuti iklim.

Wahai saudaraku. Mari Kita merenung tentang realita dan dogma, atau tentang realita dan pengertian.
Mungkin realita hanya ingin dimengerti namun tidak ingin mengerti, dia tidak akan peduli. Kita pincang lumpuh sakit atau miskin! Baik Kita kaya, tampan, cantik atau jelek. Ataupun kita hanya orang baik, orang jahat atau orang netral.

Dia akan tetap diam layaknya ayam yang mengerami telurnya. Yang dia lakukan hanya makan, berkokok, sampai telurnya menetas di kandang jerami.
Yeahhhh benar, realita itu adalah si takdir itu sendiri. Jadi ayam itu namanya takdir. Dia tidak punya gembala atau apapun. Dia hanya diam di dalam sarangnya mengerami telur setiap hari.
Sementara kita harus sibuk selagi telurnya belum menetas sedangkan urusan belum tuntas.

Ini hari pertamaku menulis. Langitnya cerah tadi, namun sekarang mendung kembali. Biarlah, besok mungkin cerah.
Kamu tahu? Ada yang tak beres di dunia ini. Makanya Kita diciptakan dengan sebuah tujuan.
Mari kita merenung kawan.

Setiap diri membawa beban masing-masing. Tidak ada manusia yang tidak mempunyai masalah, baik kecil ataupun besar. semua sesuai dengan kekuatan diri masing-masing. Mau tidak mau kita harus menyelesaikan sampai akhir. Benar?

Kamu bisa mengacuhkan bila bertolak belakang dengan pemikiranku. Awas, jangan dibaca! Tutup saja.

Namun aku mengajak mu untuk membawa setiap angan-anganmu menjadi kenyataan, setiap pencarianmu menjadi semakin jelas.

Oh, iya. Ayamnya warnanya hitam dan putih. Telurnya juga Ada yang bau busuk karena dijilati tikus. Tikusnya besar sekali, namun ibunya masih tetap bertahan menyelamatkan telur yang belum dijilati.

Hari ini. Kita akan mati karena membuka rahasia ini. Aku juga tidak peduli karena aku sudah bosan hidup.
Bila masih ingin hidup jangan baca ini. Berhentilah, kunci pintu rapat-rapat dan berselimutlah angin malam yang akan sangat dingin hingga membuat tulangmu terasa patah.
Namun, bila kamu siap dan berani. Kamu tidak bisa kembali, jikalau kamu kembali kamu akan semakin bingung.

Hei hei hei ini mulai membosankan. Mari kita meriyahkan saja. Jiwamu adalah jiwaku, rasamu adalah rasaku namun ragamu bukan ragaku, kita satu dalam sebuah sistem.

Kita semua diserang kejaliman sejak kecil, mungkin kamu menyadari saat kamu merenung sendiri. Kebencian dan rasa iri itu yang membawa kita kepada jurang kesengsaraan.
Ada sebuah Tempat di dunia ini yang di sebut 'Negeri.' Ia tumbuh oleh manusia yang tinggi kasih akan alam semesta. Tak akan ada sebuah negri bila tidak ada orang seperti mereka. Namun cita-citanya akan runtuh dipatoki takdir diruntuhkan orang yang tak mengerti.

Ketika segala sesuatu tidak pada fungsinya, apa yang akan terjadi?

Tittttttttttttttttttttttt....


Error records.

Nah. Kita sebagai generasi 'Baru' sebagai penerus orang orang itu. Mari Kita buat bersama sebuah tempat duduk ter nyaman sambil menunggu mati sekitar beberapa halaman lagi.

Kamu tahu. Ada hal ajaib di dunia ini yang selalu mengawasimu, melihatmu dari segala arah. Namun kamu tidak akan melihatnya sebelum hal-hal yang menutupimu dihilangkan. Kebencian dan rasa iri hati, dua hal yang mendasar itu yang paling harus dihilangkan.

Orang orang bertanya kepadamu tentang hidup? Mereka juga sama bertanya padaku.
Kenapa kita selalu bertanya? karna Kita semua tersesat disini.
Mencari hal yang sejati, mencari diri dalam diri dari segala hal yang mengelilingi.
Berawal dari sebuah pertanyaan kecil seperti, kenapa aku ada? Kenapa ada Ayah? Kenapa ada Ibu? Lihat tanganmu. Kenapa ada tangan?. Oh! Kaki! Apa ini bentuknya seperti gajah kecil? Bisa berlari. Siapa yang ajari bisa bicara, merasakan angin, menelan pedas. Apa ini? Apa semua ini? Bingung.

Hanya dengan saling mengerti dan memahami kita akan menemukannya. Rangkullah orang yang paling dekat dengan mu. Jangan biarkan apapun menyakitinya. Dimanapun, siapapun, baik manusia atau yang lainnya.

Hari ini tulisanku dilanjutkan disore hari, dikarenakan aku sedang sibuk berbuat dosa lagi, mungkin nanti malam Baru taubat atau tidak besok atau Lusa.

Salam,

Tbc.

TIWIKRAMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang