Senin, adalah hari yang paling tak disukai semua murid sejagat raya. Hari dimana seluruh keringat akan bercucuran karena panasnya matahari dipagi hari, dan membuat kepala mendadak pusing berjamaah.
Badan menjadi pegal, apalagi yang tak suka berolahraga.
Seperti Yunhee contohnya, sekarang dia sedang mendusel duselkan kepalanya di lengan Yoshi, untungnya laki laki itu hanya diam ketika merasakan keringat perempuan itu sudah menempel di lengan bajunya.
Hyunsuk yang berdiri disamping Asahi, langsung menatap jijik kearah Yunhee ketika baru menyadari perempuan itu sedang mendusel dilengan sahabatnya.
“Cabai, jangan deket deket temen gue.” Ucap Hyunsuk tak terima ketika temannya didekati oleh perempuan itu.
Yunhee menoleh ke arah Hyunsuk. “Yoshi diem aja, kok lo yang sewot? Iri bilang bos!” Sahutnya.
Hyunsuk yang mendengar itu hanya menatap sinis Yunhee lalu kembali menghadap kedepan ketika Pembina Upacara hendak membacakan Pancasila.
•
•
•
•
•
“Mba Yuyun yang cantiq, seperti kekeyi bukan boneka. Lo kemanain buku catatan gue hah?!” Tanya Haruto sedikit berteriak.
“Lah mana gue tau!” Sahut Yunhee tak kalah nyaring.
“Kan yang terakhir kali minjem itu lo!” Ucapnya.
“Ya gak usah ngegas juga sat!”
“Ya abisnya lo ngeselin!”
“Nih.” Jeongwoo melemparkan sebuah buku kearah Haruto yang tepat mengenai wajah gantengnya.
“Tuhkan! Suka nuduh gajelas sih lo!”
“Ya mana gue tau, lagian si Jeong kaga bilang mau minjem.” Elak Haruto lalu berjalan kearah bangkunya.
Yunhee menatap kepergian laki laki itu dengan tatapan sinisnya, lalu kembali bermain game BTS World diponselnya, berasa enak jadi Manager walaupun hanya didunia virtual.
Ponselnya berdering menandakan seseorang sedang menelponnya. Yunhee pun segera mengangkatnya.
“Paan?”
“Gue pulang agak malam, lo gak papa kan dirumah sendirian?” Sahut seseorang dari ponselnya.
“Gue ajak temen gapapa yaa?”
“Terserah, atau gue suruh si Asahi jagain lo?”
“Kaga! Kalo gitu gue mending sendirian dirumah.”
“Serah lo deh, udah ya gue sibuk nih.”
“Iya...”
'tutttt
Yunhee terdiam beberapa saat sebelum seseorang dari belakangnya tiba tiba berbisik tepat di samping telinganya, membuat sensasi berbeda tentunya. “Yaudah gue mau.”
Perempuan itu terperanjat kaget lalu menoleh kebelakang dimana seorang laki laki sedang terkekeh.
“Ngagetin!” Ucap Yunhee.
“Tapi temenin gue ke kantin.” Kata Asahi sambil memainkan ponselnya.
“Males.” Sahut Yunhee lalu kembali berbalik.
KAMU SEDANG MEMBACA
'아사히°Boy In Luv
FanfictionSatu pengakuan dari laki laki bernama Asahi membuat hubungan mereka menjadi canggung. Lalu tiba tiba Asahi berubah menjadi laki laki yang menyebalkan.
