Prolog

2 0 0
                                        

Senyuman yang setiap kali aku perlihatkan bukan karena hidupku sempurna
Bukan pula karena aku bahagia
Bahagia?
Tidak ada satu orang pun yang hidupnya selalu bahagia
Tidak ada satu orang pun yang hidupnya selalu menderita
Kita sebagai manusia hanya bisa bersyukur bagaimana tuhan menjalankan kehidupan

Aku tak bisa menuntut matahari untuk selalu menyinari malam-malamku yang sepi ini
Juga tak bisa menuntut tuhan untuk mengembalikan keluarga yang sudah hancur ini

Aku tak mengerti mengapa jalan kehidupanku begitu banyak duri
Aku tak mengerti  mengapa orang yang kucintai perlahan pergi
Cinta yang kuharap seperti indahnya pelangi
Pergi meninggalkan kenangan di malam yang sunyi

Dulu kita semua hidup bahagia
Senyum dan tawa ada pada kita
Tapi entah kemana perginya kebahagian itu sehingga yang tersisa hanya bekas luka dan air  mata

NatasyaHistórias para pegar e não largar. Descubra agora