prolog

14 5 10
                                        

  Pemandangan indah dari atas gedung ini akan kuingat baik-baik, mungkin hanya ini hal indah yang kumiliki terakhir kali ini, angin bertiup begitu kencang seolah menghujat ku yang malang ini,"haah... indahnya, aku hanya tinggal melompat dan semuanya akan beres bersamaan dengan hancurnya tubuh ku" ujarku parau.
  Tak lama kemudian terdengar suara pintu besi terbuka dari arah belakangku, aku melirik ke belakang dan melihat sesosok pemuda yang tinggi dan subur berambut hitam ke emaasan, dia berkata dengan tenang dan berwajah santai: "ohh hai sobat...apakah kau ingin mengadu layangan juga?"suaranya begitu tenang tetapi sangat dalam, sambil memasang wajah pasrah di campur sedih aku menjawab dengan parau: "hah apa?...apa maksudmu?...menjauhlah!!!" sambil mengeluarkan gulungan kenur merah dari sakunya dan melepas ikatan benang dari punggungya yang tak kusadari itu adalah sebuah layangan berukuran sedang pemuda itu menjawab: "ohh aku paham...lompatlah aku akan menonton mu dari sini sobat", lagi-lagi ia memasang wajah santai itu, aku pun menjawab dengan keras di campur pasrah: "sialan apa maksud mu keparat! siapa dirimu!?...menjauhlah dariku!!!, aku akan melompat dari sini!.. jadi jangan sok menyelamatkan ku bodoh!!" jawab ku sudah tak peduli, namun pemuda itu tetap memandangiku dengan wajahnya yang seolah-olah aku adalah pemain sirkus, dia menjawab dengan tenang: "lompatlah tak ada yang melarangmu..., aku hanya ingin memberi tahumu satu hal..., pada akhirnya orang hiduplah yang akan menang, bersyukurlah kau masih diberi kehidupan sobat, meski kau akan mengkhianatinya saat ini pula" sambil mundur perlahan pemuda itu menyimpan layangan dan gulungan tersebut di lawang pintu lalu ia menutup pintu bersamaan terdengarnya suara samar yaitu: "bermainlah layangan sobat...itu adalah hadiah untukmu dariku", diiringin dengan suara menuruni tangga.
  Aku masih berdiri sambil memandangi pintu besi yang tertutup tadi, tanpa kusadari aku bergumam dengan samar-samar"yang hidup...yang menang?, kau bahkan tak mengerti diriku..bodoh" sambil mendongakkan kepala keatas perlahan-lahan aku mulai menyeringai dan berkata "tsk...yang benar saja...apakah tadi seragam OB(office boy) apartemen ini?" aku mulai maju kearah pintu besi tadi sambil perlahan membungkuk aku memungut layangan pemuda aneh tadi.[]

                         °°°°

Hy kawan-kawan mau tau kelanjutan dari cerita ini?...pantengin terus yeaa "READY DUDE?" karya pertamaku ini:)

Jangan lupa follow akun ini sebelum membaca kelanjutan     cerita ini😆

READY DUDE?Where stories live. Discover now