Tak apa, saat ini aku yang berjuang. Namun, esok bila aku telah mundur, silahkan kau perjuangkan rasa yang telah hilang itu.
————————————————
🕊️🕊️🕊️
Akilla Laurensia, biasa dipanggil Killa, si gadis blasteran Korea dan Indonesia, dengan rambut coklat panjang kebanggaannya itu menambah kecantikan Akilla, ia juga mempunyai lesung pipi di kedua pipinya. Akilla ini anak yang ramah, sopan dan heboh. Buku dan pena adalah sahabatnya dari kecil, tapi tenang, Akilla juga mempunyai sahabat di dunia nyata yaitu, Raga Saputra dan Anindya Pratiwi.
Raga Saputra, dipanggil Raga, dan Killa memanggilnya Aga. Si tampan asli Indonesia, kapten basket dan si juara olimpiade. Si bundar oren adalah temannya sejak kecil. Basket adalah dunia kedua baginya.
Anindya Pratiwi, dipanggil Yaya, sahabat Akilla sejak bangku SMP, walaupun pertemanan mereka baru tiga tahun, tapi, sudah banyak kenangan yang mereka lalui berdua. Yaya adalah tempat Killa mengeluarkan semua isi hatinya ketika ia sedang sedih atau bahagia.
^^^^
Suara ayam berkokok sudah mulai terdengar dari kamar seorang gadis, ya siapa lagi kalau bukan sang tokoh utama, Akilla.
"Uahhhhhhh." Terdengar suara Killa menggeliat.
"Cepat banget deh, perasaan aku baru tidur," racau Killa.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu, yang berasal dari luar kamar Killa.
"Siapa?" tanya Killa, sedikit teriak.
"Permisi, Non, ini Bibik. Non udah bangun? Hari inikan hari pertama masuk sekolah," tutur bibik.
"Iya, Bik. Killa udah bangun. Ini mau langsung mandi," jawab Killa.
Killa segera bangkit dan meninggalkan alam mimpinya itu, ia segera mengambil perlengkapan mandi. Sekitar sepuluh menit Killa telah selesai mandi dan sudah dengan seragam sekolahnya.
"Ayo, Non, dimakan sarapannya," panggil Bibik.
"Iya, bik, bentar," jawab Killa.
Makanan sudah tertata rapi di meja makan. Killa mengambil makanannya, ia mulai makan dengan lahap.
"Enak Bik, nasi gorengnya," kata Killa semangat.
"Alhamdulillah, Non, kalau Non suka," jawab Bibik.
Tin tin
Suara klakson mobil terdengar dari luar rumah Akilla.
"Non, itu kayak nya mang Udin udah sampai," ucap Bibik.
"Iya, Bik, aku pamit dulu Bik. Bilangin sama Mama dan Papa ya, Killa berangkat," pamit Killa.
Killa pun mulai beranjak dari tempat duduknya, ia segera menghampiri Mang Ucup di depan sana.
"Pagi, Mang Ucup yang ganteng. Maaf ya, Killa lambat," sapa Killa sambil terkekeh.
"Pagi juga, Non, iya gak apa-apa kok, Non," jawab Mang Ucup sambil tersenyum.
Mang Ucup mulai mancapkan gas mobil nya, mereka melewati padatnya jalanan Jakarta di pagi hari. Sambil menunggu, Killa mengambil buku dan pena dari dalam tas nya.
21 April 2018
Hari ini hari pertama ku masuk sekolah di tingkat SMA. Alhamdulillah nya aku satu sekolah lagi sama Aga, aku seneng banget. Semoga gak ada yang ngerusak hubungan aku sama Aga Yaallah. Killa sayang sama Aga. Killa juga berharap nanti Killa satu kelas sama Aga, jadi kemana-mana Killa bisa selalu bersama Aga.
YOU ARE READING
RagAkilla
Teen FictionRaga Saputra, separuh dari raganya Akilla Laurensia. Mereka sudah dekat dari kecil. SD, SMP selalu bersama hingga SMA pun mereka tetap satu sekolah. Raga dan Akilla merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, ibarat sebuah bangunan mereka ad...
