Lantunan suara sholawat yang merdu sedang dinikmati seorang gadis lewat earphone kecil yang terhubung dengan handphone Android di genggamannya.
Duduk di samping jendela pesawat sambil sesekali melirik gadis disampingnya yang nantinya harus selalu ia jaga.
Mulutnya bergumam menjawab suara pujian untuk Tuhannya kala suara handphone yang sebelumnya melantunkan shalawat,kini berganti menjadi suara adzan yang menandakan waktu shalat Dzuhur.
Yang dilakukannya ketika mendengar adzan adalah menjawab bacaannya. adzan memiliki makna yang lebih dalam dari sekedar panggilan Allah SWT. Adzan juga merupakan pelindung dari pada godaan syetan yang terkutuk. Sebab dalam adzan terdapat lantunan kalimat ajakan dan pujian kepada sang pencipta. Bagi umat muslim menjawab adzan tentu merupakan bentuk amalan ketika mendengar adzan yang memang dapat mendatangkan pahala tersendiri.
Setelah menjawab adzan dan berdoa, ia mengusap dinding dinding pesawat dengan telapak tangannya, yang dia lakukan adalah bertayamum. Dia di didik sang ayah untuk menjadi anak yang baik, Sholehah dan bisa membahagiakan ayahnya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dalam keadaan apapun,dia tidak akan lalai ataupun lupa untuk melaksanakan ibadah, terutama shalat. Dia masih mengingat perkataan guru mengajinya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
Shalat adalah ibadah yang wajib dilakukan dalam agama Islam. Bahkan saat meninggal, amalan yang pertama dihisap adalah shalat.
Mereka yang meninggalkan salat, berarti akan mendapatkan dosa yang teramat besar. Lebih besar dari pada dosa membunuh satu jiwa yang tidak halal untuk dibunuh bahkan berzina. Meninggalkan salat pula, menjadi tanda bahwa mereka siap berhadapan dengan hukuman Allah SWT dan segala bentuk kemurkaan-Nya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Muddatstsir ayat 42-43 yang artinya:
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat."
Berawal dari ketakutan tersebut akhirnya dia selalu rutin melaksanakan shalat.
Dia adalah Hana Fadila. Gadis yang baru saja lulus SMA,dan kini akan mengisi waktu berlibunya bersama teman yang sudah ia anggap sebagai adiknyanya sendiri,Syaqira namanya.
Syaqira adalah putri tunggal dari keluarga Narendra yang sedari kecil hidup dengan bergelimang harta, membuatnya menjadi gadis yang manja dan tidak suka diatur. Semua keinginannya harus terpenuhi.
Seperti saat ini. Syaqira yang ingin berlibur bersama teman semasa SMP nya, ia rela untuk terbang ke Korea Selatan untuk menemui teman SMP nya tersebut.
Sedangkan Hana yang hanya putri dari sopir kepercayaan keluarga Narendra diutus untuk menjaga Syaqira ketika berada di negara yang dijuluki sebagai negeri ginseng itu. Sebelumnya Syaqira sempat menolak untuk didampingi Hana. Tapi orang tuanya tetap bersikeras agar Hana ikut dengannya,Mengingat Syaqira sedikit agak bandel dan mereka tidak didampingi siapapun disana.
Keluarga Narendra sudah menganggap Hana sebagai putrinya sendiri. Karena ayah Hana yang sudah 5 tahun mengabdi kepada keluarga Narendra.
Sejak kecil, Hana hanya tinggal bersama Ayahnya di desa daerah Banyumas Jawa tengah. Ayahnya pernah bilang, Sejak satu bulan ibunya melahirkan Hana, sang ibu pergi ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan meninggalkan Hana dan Ayahnya yang saat itu hidup dengan keadaan kekurangan. karena sang Ayah hanya bekerja sebagai buruh tani di kebun dan sawah milik saudagar desa.
Sampai Hana putus sekolah saat duduk di bangku SMP, sang ayah mengadu nasib ke kota untuk mencari pekerjaan yang baik dan Hana dititipkan kepada nenek tua yang hidup sebatang kara dan merupakan tetangga dekat yang selalu membantu ayahnya.
Sudah satu tahun ayahnya mengadu nasib di kota yang keras seperti ini, tapi belum juga mendapatkan pekerjaan, mungkin karena tidak memiliki riwayat pendidikan yang baik. Sampai disaat teman sang Ayah yang selalu membantu bertahan hidup di kota memberitahu bahwa ada lowongan pekerjaan yang menjadikannya mengenal Keluarga Narendra.sebelumnya sang ayah bekerja sebagai tukang kebun, kemudian tuan rumah mengajari sang ayah mengendarai mobil dan akhirnya diangkat menjadi sopir. dan juga beliau harus berbalas budi karena telah menyayangi Hana serta telah menyekolahkannya.
Hingga saat ini pun Sang ibu tidak pernah menemui Hana dan Ayahnya. Entahlah, karena mungkin Hana tidak berusaha mencari, karena ia tidak mengetahui wajah ibunya. Dan dulu sang Ayah tidak mempunyai foto atau informasi tentang ibunya.
Namun sekarang Hana bersyukur telah dipertemukan dengan orang orang yang baik dan menyayanginya dengan sepenuh hati.
Semoga suka sama ceritanya:)
Jangan lupa vote,komen dan share ke temen-temen kalian.
Follow Ig aku ya .....ref_aralina
Wassalamu'alaikum wr wb
YOU ARE READING
7 Day in Korea (Selesai)
Teen FictionBagaimana perasaan mu jika tinggal di negeri orang sendiri tidak memiliki siapapun. Hidup ditengah tengah keluarga asing yang sangat baik kepadanya. Itulah yang dirasakan seorang Hana. Gadis yang hendak berlibur kelulusan ini malah tertinggal temann...
