Bagian satu | Kisah Awal
***
Kenangan manis yang sampai sekarang berusaha aku lupakan kini runtuh, saat kita kembali bertemu.
***
Gadis bersurai panjang dan lebat itu mendengus ketika mobilnya sudah memasuki area gerbang sekolah. Hari ini adalah hari kepindahan disekolah barunya, yaitu SMA Nusa Bakti
Di dalam mobil sampai turun gadis itu terus saja mendengus karena kepindahanya ini bukan kali pertama untuknya, melainkan sudah berkali kali karena pekerjaan orang tuanya yang memang mengharuskan untuk berpindah pindah.
Sebenarnya gadis itu cukup tidak nyaman dengan sekolah barunya, karena jarak dari rumah kesekolahnya sangat jauh. Belum lagi ayahnya yang tidak bisa mengantarkanya sekolah dan mengharuskanya untuk naik kendaraan umum.
Gadis itu berjalan sampai tiba didepan ruangan kepala sekolah. Mengetuk sampai pintu terbuka dan menampilkan sosok pria paruh baya yang sudah dipastikan adalah kepala sekolah SMA Derlangga.
"Permisi Pak,"
Sesaat pria paruh baya itu sedikit bingung sampai akhirnya menyadari sesuatu.
"Kamu pasti Violet?" tanya nya membuat Violet mengangguk canggung.
Ya, dia Violet Nazara, gadis cantik kelahiran bulan Desember.
Kepindahanya disini sudah dipastikan paksaan ibunya. Semua keperluan kepindahanya sudah diselesaikan, sampai jurusan pun ibunya yang pilihkan. jadi,Violet hanya perlu berangkat tanpa memikirkan semuanya.
Pak Kepala sekolah itu langsung mengantarkan Violet menuju kelas barunya. Disepanjang koridoor mereka banyak mengobrol atau lebih tepatnya kepala sekolah yang bernama Surya itu yang mengajaknya.
Obrolanya hanya seputar Pak Surya bercerita tentang pertemanan dirinya dengan mendiang kakek violet. Ya mereka berteman, tak heran jika Pak Surya langsung mengenali violet.
Sampai tak terasa mereka sudah didepan pintu kelas XI IPA II. Pak Surya mengenalkan kepada guru yang sedang mengajar dikelas dan berpamitan.
"Nak Violet, Jika ada yang ingin ditanyakan langsung saja keruangan Bapak ya." ujar Pak Surya ramah.
"Baik Pak, terimakasih." jawab Tara sopan.
Setelah kepergian Pak Surya, Bu Farah langsung mengajak Violet untuk masuk ke dalam kelas.
Keadaan kelas yang tadinya berisik seketika menjadi hening saat Violet masuk kedalam kelas.
Pandangan semua murid yang ada dikelas tertuju kepada Violet, gadis yang sangat cantik, anggun, rapih, dan manis.
"Anak anak perkenalkan ini siswi baru dikelas kita, kalian bisa panggil dia Violet." ujar Bu Farah memperkenalkan.
Violet tersenyum manis melihat semua murid didalam kelasnya, lalu memperkenalkan dirinya.
Setelah perkenalan Violet dititah untuk duduk dibangku urutan ketiga. Dahinya berkerut ketika melihat laki laki duduk tegap sedang tersenyum manis ke arahnya.
Sejenak Violet terkejut sampai akhirnya ucapan Bu Farah menyadarkanya dari lamunan.
"Violet, kamu bisa duduk bersama Magenta." ujar Bu Farah sembari menunjuk meja urutan ketiga.
Magenta.
Sial, kenapa Violet harus bertemu kembali dengan pemuda bernama Magenta, setelah dua tahun lamanya dia menghilang tanpa berpamitan.
Netra mereka bertemu dan saling bertatapan, pemuda itu sedikit memberi senyum dan melambai ke arah Violet.
Violet berjalan ke arah meja sembari memikirkan rencana apa yang sedang tuhan susun.
Sedangkan sipemeran utama, Magenta, terlihat sangat senang dan melambaikan tanganya sembari tersenyum.
Kini mereka bertemu kembali. Entah bagaimana kedepannya jika mereka harus terus bertemu setiap hari.
"Haii?" sapaan mendadak yang Magenta ucapkan sontak membuat Violet sedikit terkejut. Pasalnya, mereka saat ini sedang dilanda kecanggungan.
Violet hanya membalas sapaan Magenta dengan senyuman kikuk.
Suasana kembali canggung tak ada obrolan lebih lanjut lagi. Magenta sibuk membolak balikan pensil yang ada di tangannya sembari memperhatikan penjelasan Guru, sedangkan Violet mencoba menetralkan detak jantungnya.
Violet tahu hari ini dan seterusnya akan selalu menjadi hari terburuk.
Jika saja Violet bisa memilih, ia tidak ingin berada di posisi awkward seperti sekarang ini.
Sial, dia merutuki kepindahannya hari ini.
Violet tidak mau jika harus membuka kembali luka yang susah payah ia sembuhkan sampai saat ini.
Ia khawatir akan perasaanya.
Untuk hari ini dan seterusnya Violet mau tak mau ia harus bertemu mantan kekasihnya setiap hari, bahkan setiap detik.
****
Terimakasih telah membaca Cerita aku.
Please support me.
Maaf jika tulisan ini tidak sesuai ekspetasi kalian dan aku masih pemula.
YOU ARE READING
UNTUK MAGENTA
Teen FictionSebelum baca wajib follow!! *** Abu abu. Itulah yang dirasakan oleh Violet, saat dipertemukan kembali dengan pemuda yang selama dua tahun lebih menghilang tanpa kata terakhir. Pemuda itu datang kembali dan mewarnai hidupnya tanpa rasa bersalah sed...
