Prolog

16 1 0
                                        

"Kau tahu wajahmu itu cukup cantik." Kata seorang lelaki sambil mengelus perlahan pipi putih gadis itu.

"Well kalau yang kau maksud adalah sangat luar biasa cantik, aku setuju."

Perkataan gadis itu membuat semua orang di seluruh ruangan itu tertawa geli. Ya, walau yang diucapkannya tidak sepenuhnya salah. Gadis itu, memiliki wajah luar biasa cantik yang selalu berhasil membuat seluruh lelaki yang melihatnya bertekuk lutut.

"Sialan,  sepertinya predikat orang paling sarkas akan dipegang olehmu, Fea." Kata seorang lelaki yang sedang merokok.

"Ya, dan Max sepertinya kau harus merelakan gelarmu itu."

"Diam kau Jack! Atau aku akan mematahkan lehermu."

"Max sebelum kau mematahkan leher Jack, lebih baik kau antarkan aku pulang dulu."

"Kenapa terburu-buru Fea?"

"Demi tuhan Max! Antarkan aku pulang sekarang karena kau telah menculikku selama 12 jam!"

"Antarkan saja Max, atau burungmu akan dicincang."

"Gadis keras kepala ini membual rupanya. Bukan aku yang menculikmu, kau sendiri yang memohon tumpangan padaku jika kau lupa."

Max tersenyum miring melihat keterdiaman Fea. "Baiklah-baiklah, memang aku yang memaksa menumpang. Tapi aku punya alasan!"

"Dan aku tidak peduli itu Fea."
Max semakin mendekatkan tubuh mereka berdua yang sudah menempel intim di sofa, membuat Fea menahan nafasnya gugup.

"Dan aku menginginkan bayaranmu untuk itu."

---

Queen n KingDonde viven las historias. Descúbrelo ahora