Siang itu langit mulai gelap dan awan sangat tebal. Aku berada di ruang tamu mulai cemas dan mondar mandir sambil sesekali melihat layar handphone. Aku sangat cemas karena Bintang yang seharusnya sudah mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak pukul 11.30 belum memberikan kabar hingga detik ini pukul 13.15.
"Ite sayang, kamu kenapa nak? Mama lihat dari tadi kamu terlihat cemas. Ada masalah dengan Bintang?" Tanya mama yang sepertinya mulai curiga. Ite adalah panggilanku dari akhiran namaku Gritte, dan Bintang adalah tunanganku. Aku dan Bintang sudah sebulan bertunangan dan merencanakan menikah 3 bulan lagi tepat di hari ulang tahun Bintang yaitu 11 Juli 2020.
"Bintang daritadi belum kasih kabar, ma. Seharusnya dia jam setengah dua belas sudah landing." Aku memberikan jawaban ke mamaku dengan suasana hati bimbang dan suaraku yang sedikit lirih hampir menangis. Bintang bekerja sebagai pramugara di salah satu maskapai terbesar di Indonesia. Terkadang aku sebagai kekasihnya sering cemburu karena pekerjaannya yang selalu bersama para wanita cantik, tinggi, pintar dandan. Sedangkan aku? Boro-boro deeehhh... pake bedak aja bedak bayi, tinggi cuma 149 cm. Tapi Bintang nggak pernah menyinggung itu semua. Entah Bintang memang nggak peduli tentang fisik atau hal lain. Karena aku sangat sering dirundung teman-temannya Bintang karena diantara kita seperti langit dan bumi alias jauh, tetapi Bintang selalu memberikan pembelaan ketika ada temannya yang merendahkanku.
"Kamu nggak coba nanya mamanya Bintang?" Tanya mama yang mencoba untuk menenangkanku. "Mamanya Bintang juga daritadi chat aku, ma. Karena Bintang belum ada kabar. Aku juga coba hubungin Eka tadi juga dia bingung kenapa pesawatnya belum ada kabar landing." Aku berusaha menjelaskan kepada mama dengan nada sedikit panik dan mataku mulai berkaca-kaca. Eka adalah sahabat Bintang sejak SMP. Mereka sudah seperti keluarga, karena sejak smp sering bermain bersama. Eka bekerja di perusahaan tempat Bintang bekerja.
"Ma, aku boleh nggak kali ini aja nginep di rumah Bintang? Aku janji nggak akan ngapa-ngapain kok. Papanya Bintang kan pasti pulangnya malam dari kantor. Mamanya sendirian di rumah." aku meminta izin mama untuk menemani mamanya Bintang.
"kalau memang tujuanmu untuk menemani mamanya Bintang, mama izinkan. Asalkan jangan tidur di kamar Bintang ya. Kamu masih ber-status tunangan. Jadi, kamu tetap berperilaku seperti tamu keluarga mereka." kata mama sambil berusaha menenangkanku dan membelai rambutku. "kamu naik mobil sendiri? atau biar mama yang antar kamu deh. Di luar hujannya deres banget, nak." sambung mama lagi dengan nada khawatir kalau aku mengemudikan mobil sendiri ketika hujan deras.
Aku berusaha meyakinkan mama agar tidak terlalu mengkhawatirkanku. "Ma, aku sudah 25 tahun. Emosiku sudah nggak se-labil waktu lulus SMA kok. nanti kalau aku sampai di rumah Bintang, pasti aku kabarin. Mama sama Vira di rumah saja, sebentar lagi kan papa pulang." Kataku dengan berusaha tegar lalu berjalan ke kamar untuk berkemas memasukkan 1 baju tidur dan peralatan mandi, serta ganti baju. Setelah ganti baju, aku duduk sebentar di meja belajar lalu memandang bingkai-bingkai foto diatas meja. Foto-foto berdua aku dan Bintang yang aku pajang, ada yang waktu aku dan Bintang masih PDKT, lalu ada ketika Bintang memberikan surprise ulang tahun sampai foto kita bertunangan. Ketika aku memandangi foto-foto itu, tiba-tiba seperti ada perasaan yang aneh dan pipiku basah. Seketika aku sadar dan menghapus air mataku.
Aku pun bergegas keluar kamar, membawa tas ransel kecil di atas kasur, meraih handphone dan kunci mobil dari atas meja. Aku berjalan menuju kamar Vira dulu untuk memberikan pekerjaanku yang belum selesai tadi pagi. Vira adalah adikku, aku dan Vira menjalani bisnis bersama. Bisnis event organizer. Kebetulan hari ini libur karena event yang akan datang masih 3 bulan mendatang. Ya, memang acara pernikahanku dengan Bintang nanti menggunakan vendor organizer sendiri.
"ma, aku berangkat ya." aku pamitan dengan mama yang juga ada di kamar Vira. "Vir, itu tinggal kamu koreksi aja susunan acara sama vendor yang harus dihubungi dalam waktu dekat. Aku berangkat ya."
ESTÁS LEYENDO
STARLIGHT - [ON GOING]
Ficción GeneralBintang yang mempunyai cita-cita menjadi pramugara sempat dipatahkan oleh keluarganya sendiri terutama papanya. Papanya ingin ia kuliah jurusan manajemen. Bintang kurang semangat saat diterima di jurusan manajemen, meskipun ada sahabat kecilnya yait...
![STARLIGHT - [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/229272232-64-k127948.jpg)