Sudah ku tulis beribu kalimat, bahkan berjuta kata tuk mengungkapkan. Pena yang menemani hari-hari sepiku, menjelaskan yang tak bisa dikatakan, menulis apa yang tak bisa dibicarakan. Selagi hati belum pulih, selama dirinya belum kembali, hanya jari jemari yang mengerti saat ini. Ku tulis apa yang di rasa, menjelaskan tentang putus asa, sebuah cerita yang tak pernah usai, sebuah rangkaian kata yang tiada akhir. Dengan kalimat seadanya, ku tulis kata perkata dengan hati sepenuhnya. Hati tak bisa berkata, tugasnya untuk peka, jadi ku tulis saja dengan jujur bahwa aku cinta.
Perjalanan yang tak berujung, pendakian tanpa puncak, menyelam tanpa dasar bak seorang nakhoda berlayar tanpa angin. Kaki ini sudah letih untuk terus berlari, begitupun hati ini yang sudah lelah untuk mencari. Mencoba mengakhiri apa yang sebelumnya kita awali, mencoba melupakan apa yang sebelumnya aku rindukan. Menyerah dari segala pencarian, mengikhlaskan seseorang dalam penantian.
Dengarlah lirihku, bacalah puisiku, lihatlah ragaku, rasakan cintaku, kau akan mengerti apa yang selama ini aku inginkan, tentang berharap sebuah balasan untuk segala yang telah diperjuangkan. Tapi sayang, sudah dipenghujung waktu untuk bersabar, sudah di akhir langkah untuk mengakhiri pencarian. Bukannya menyerah, aku hanya berpasrah pada apa yang telah dilakukan. Mungkin kisah kita harus berakhir, untuk selanjutnya memulai perjalanan seru untuk menemukan sebuah pelajaran baru. Bukan sekadar karena nafsu ku memutuskan, tetapi memang napas ku sudah terengah-engah untuk berlari mengejar kepastian.
Biarlah menjadi cerita tentang usaha untuk melupakan, antara kita yang dulu saling terbutakan, oleh sebuah rasa yang bernama cinta yang dulu kamu sebut dengan kita. Tenang saja, walau kau pergi dan tak kembali, aku mencari dan kau tak peduli, aku disini tak akan pernah membenci. Malah aku akan selalu mengenangmu sebagai seseorang yang menyadarkan bahwa mencari yang telah pergi, jangan berharap untuk kembali, begitupun berharap pada yang tak pasti, Jangan mencari alasan untuk kamu tetap sendiri.
ESTÁS LEYENDO
Untuk Kamu Yang Tak Mengenalku
PoesíaUntuk kamu yang tak mengenalku. Untuk kamu sumber rindu, segala muasal sendu.
