Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

1

17 0 0
                                        

Dingg donggg~~

"Reinaa tolong bukain pintunya." Dengan sedikit berlari kamu pun membukakan pintu utama rumahmu.
"Hai gadis kecil apakah appa mu ada dirumah?" Seorang pria tinggi semampai berjongkok untuk menyamakan tinggimu.

"Ada siapa Rein?" Ibumu pun menghampiri dan membungkuk sopan kepada pria itu.
"Ahh tuan Kim selamat datang." Ibumu pun mempersilahkan pria, istri dan juga anaknya masuk kedalam rumah.

"Reinaa cepat panggil appamu." Kamu pun mengangguk dan meninggalkan ruang tamu untuk menemui appamu.

"Ahh sudah lama sekali bagaimana keadaanmu?" Tanya appa mu kepada pria kecil.

"Hayoo liat apaa?"
"Oppaa!! oppa mengagetkanku saja." Ucapmu sembari pergi meninggalkan oppamu.
"Apakah aku salah?"

🐢🐢🐢

Sekarang kamu dan keluargamu sedang makan malam diruang makan.
"Appa."
"Iya sayang?"
"Rein mau nanya sesuatu."
"Apa sayang?" Ucap appamu sembari mengusap rambutmu.
"Tadi itu siapa?"
"Tuan Kim?"
"Bukan, pria kecil itu siapa?"
"Ahh maksudmu Kim Jinan? Dia salah satu pasien appa."
"Dia sakit?"
"Yaa!! Kim Reina bisakah kau diam dan selesaikan makanmu." Kamu pun menatap oppamu tajam.
"Yaa!! Kim bobby bisakah kau tidak memotong perkataanku? Lagipula aku sedang berbicara dengan appa bukan denganmu." Ucapmu kesal.

"Aigoo bisakah kalian tidak bertengkar sehari saja, omma bosan melihatnya." Mendengar itu kalian berdua langsung melipat tangan didada sembari mengalihkan pandangan.

🐢🐢🐢

"Haii kau pasti Kim Jinan." Ucapmu kepada pria yang sedang tertunduk sedih.
"Heii kim Jinan kenapa kau bersedih." Kamu pun mengusap pipi Jinan untuk menghapus air matanya.

"Bisakah kau tinggalkan aku?" Ucap pria kecil itu.
"Tidak."
"Mengapa?" Pria kecil itu pun menatap matamu.
"Karna aku menyukaimu." Kamu pun tersenyum lebar kepada pria kecil itu.

"Kau masih kecil dan aku juga masih kecil, bagaimana kau bisa merasakan itu?"
"Entahlah saat melihatmu pertama kali aku merasa bahwa kau~" kamu pun mengalihkan pandanganmu dari jinan.
"Bahwa aku apa?"

"Bahwa kau jodohku."
"Yaishh!! Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu." Ucap jinan sembari menjitak kepalamu.
"Awww." Jinan pun tertawa puas saat melihat kamu kesakitan.

"Kim jinan!"
"Apa?"
"Menikahlah denganku." Ucapmu sembari menggenggam tangannya.
"Tidak."
"Mengapa?"
"Karna aku belum menyukaimu."
"Aku berjanji akan membuatmu menyukaiku." kamu pun berdiri sembari meletakan tangan kananmu didada.
"Yaishh paboo!!" Kalian pun tertawa bersama.

Apology.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang