It seems to me that we have a lot of story yet to tell.
–Walt Disney
*
Denisa selalu bertanya apakah dirinya telah memberikan kehangatan keluarga yang selalu didambakan oleh anak anak di luar sana?
Jawabannya, mungkin.
Seperti biasa, hari ini ia baru saja menyelesaikan setumpuk pekerjaan di kantornya. Bekerja sebagai jaksa bukanlah hal yang mudah. Kasus baru terus datang tanpa aba aba membuatnya harus selalu siap sedia dalam kondisi apapun
Kasus terberat yang hadir di mejanya kali ini adalah tentang pembunuhan berantai di salah satu komplek perumahan konglomerat di Jakarta. Kasus ini pernah ditangani oleh seniornya beberapa bulan lalu, namun naas, ia menghilang ditengah tengah penyelidikan.
Denisa berpikir apa ia harus membawa beberapa file ini ke rumah? atau meninggalkannya disini, dan membacanya esok hari?
Sepertinya pilihan kedua lebih bagus. Ia tak ingin Amara mengomel karena ia terlalu memforsir pekerjaannya
From: Husband
Hari ini pulangnya mau aku jemput?
To: Husband
Emang kamu udah selesai?
From: Husband
udah hehe. Mau makan dulu?
To: Husband
Amara gimana?
From: Husband
Aku jemput dia di tempat lesnya dulu baru kita makan bertiga. Oke?
Denisa tersenyum simpul
To: Husband
Oke.
Ia menyandarkan tubuhnya di kursi, melihat keluar ruangan, masih ada beberapa karyawan disana. Denisa tidak tau kenapa akhir akhir ini ia merasa ada yang menganggunya
Entah soal Amara, anaknya atau Adrian, suaminya.
Beberapa lama sebelum masuk kantor kemarin, ia sempat mengajukan cuti sekitar satu minggu. Alasannya klasik, ada acara keluarga. Entah kenapa waktu itu ia ingin menenangkan pikirannya dengan berada di rumah dan menjadi dua kali lebih dekat dengan Amara maupun Adrianne
Tapi itu tak banyak membantu
Hal ini dikarenakan mimpi yang ia dapat sekitar dua bulan yang lalu.
Denisa ingat, di dalam mimpinya dia berada di suatu tempat yang kosong. Dindingnya berwarna putih pucat, dihiasi dengan ornament akar gantung dari pohon beringin yang khas. Ia disuguhi sebuah layar yang membentang besar di hadapannya, layar itu menyala membuat ruangan seketika menjadi gelap dan samar.
Layar itu menampilkan potongan potongan memori saat Denisa masih bersekolah dulu. Isinya ada beberapa moment di hari ulang tahun sekolah, hari saat mereka briefing satu angkatan dan ada terselip disana Adrian yang menyambutnya dengan senyuman cerah di ujung koridor
Tak ada yang salah di sana, sampai kepingan yang bahkan tak pernah terjadi atau yang ia tak ingat sekalipun muncul
Itu tentang suaminya.
Adrianne memegang sekeranjang kecil bunga mariegold di tangan kananya dan mengenggam berapa tangkai bunga matahari di tangan kirinya.
Ia menatap Adrian bingung, begitupun sebaliknya sampai ada sebuah siluet hitam yang menelan Adrian membuat pandangan Denisa memburam dan terbangun
Mimpi itu terus berulang hingga saat ini.
Denisa tak tau jelas apa arti dari semua itu sehingga ia selalu terbangun dengan perasaan takut dan bingung
Ia takut ada yang akan terjadi pada Adrian atau itu justru sebuah tanda yang diisyaratkan kepadanya
Denisa belum tau.
To be continued
Hey yo wassup gaes. Yak ini adalah another intro dari deretan work yang tersimpan Hmmm banyak juga ya
Cerita ini aku didedikasikan untuk teman tercintapearldxx ((semoga akun wpnya masih ada))
Gue udah nahanin ini sekitar 3 tahun because of something well baru bisa publish sekarang.
Dan masih ada yang lain tapi yang lumayan mateng baru Cue of the Voice, The Ruined, sama Janji Langit ini.
Ketiga work diatas dipastikan akan selesai sampai ending.
Jadi ya sabar sabar sama waktu updatenya!
Cue the voice, habis ini.
See you!
Starting: JanjiLangit - Kim Taehyung
Adrianne Kaili
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
General manager di salah satu rumah sakit besar di Jakarta, ayah dari Amara, suami dari Denisa
Amaranth Iris Kaili
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
anak Denisa dan Adrian
Deb, hope you read this as fast as you can wkwk. Sangatta, 08 Juni 2020