Fanfic ini pernah publish di akun bersama waktu itu. Cuma setelah itu kayaknya password akun itu udah diganti, dan aku tidak tahu password barunya. Jadi aku putusin buat publish ulang disini.
Sambil dengar lagunya ketika baca ya 😈
***"*****
Guncangan itu membangunkan Jin dari tidurnya. Dia mengintip sekilas keluar jendela, tampak kereta yang ditumpanginya memasuki stasiun tujuannya. Jin menghapus sisa-sisa tidurnya yang ada dikedua matanya dan merapihkan rambutnya.
Ketika kereta berhenti dengan sigap Jin mengambil tasnya dan segera turun dari kereta. Stasiun itu tampak sudah tua dan hanya diurus seperlunya saja. Jin menatap sekeliling stasiun sepi tersebut, mencari orang yang telah berjanji akan menjemputnya disini. Tapi stasiun tersebut sepi, hanya dirinya dan seorang petugas tiket yang berada disitu. Jin memutuskan untuk duduk disalah satu bangku yang disediakan di stasiun sambil menunggu jemputannya.
Pikiran Jin melayang ke masa lalu, ke keluarganya. Sebenarnya Jin terlahir di keluarga yang cukup kaya, ayahnya seorang pengusaha yang cukup berhasil dan ibunya seorang istri rumahan yang hanya konsentrasi mengurusi rumah-tangga dan anak-anaknya. Ketika dia masih anak-anak apa pun yang diinginkannya selalu diberikan oleh orang tuanya, tapi mereka tetap menanamkan nilai-nilai disiplin kepada kedua anak mereka. Orang tuanya sungguh menyayangi dirinya, kakak laki-lakinya selalu melindunginya- dimasa lalu kehidupan Jin sungguh bahagia.
Tapi segalanya berubah ketika Jin mengakui orientasi seksualnya, mengakui dirinya adalah seorang gay. Ayahnya menolak berbicara dengan dirinya, ibunya berjanji akan membuat ayahnya mengerti tapi lebih takut jika jatah uang belanja yang diberikan berkurang. Kakaknya walaupun berkata menerima dirinya, tapi memperlakukan dirinya ibarat orang asing. Walaupun Jin tidak diusir dari rumah, tapi diperlakukan seolah dirinya tidak ada. Hingga akhirnya Jin memutuskan untuk meninggalkan rumahnya.
Bagi seorang Jin yang terbiasa hidup nyaman, mencoba untuk mandiri cukup sulit- tapi dia menolak menyerah. Pada saat Jin terpuruk hampir dikeluarkan dari kampus karena tidak mampu bayar uang kuliah, datang seorang wanita tua yang mengaku sebagai adik neneknya- Kim Yoo Mi. Sebenarnya Jin tidak mengenalnya, tapi nenek Yoo Mi memiliki foto dirinya menggendong Jin saat masih bayi dan foto dengan neneknya. Ceritanya pun cocok dengan cerita yang dirinya ingat tentang neneknya, hingga Jin pun percaya kalau nenek Yoo Mi ini memang adik neneknya.
Dilubuk hati Jin ada alasan kenapa dirinya bisa dengan mudah menerima pengakuan nenek Yoo Mi sebagai adik neneknya- itu bukan karena dirinya benar-benar percaya dengan cerita nenek Yoo Mi ataupun karena wanita tua itu tanpa ragu langsung membayar tunggakan uang kuliah Jin. Tapi karena walaupun setelah Jin mengaku sebagai gay, nenek Yoo Mi tetap menerima dan memperlakukan dirinya sebagai keluarga- dan Jin sungguh ingin diterima apa adanya dirinya itu.
Kabar kematian nenek Yoo Mi diberitahukan kepada Jin oleh seseorang mengaku sebagai cucu laki-lakinya yang bernama Kim Taehyung. Memang nenek Yoo Mi telah beberapa bulan tidak mengunjungi Jin, hanya menghubungi melalui telefon. Wanita juga mengeluh tentang tubuhnya yang sering merasa lebih cepat lelah. Jin sempat ingin mengunjungi nenek Yoo Mi, tapi wanita itu menyuruh Jin konsentrasi dengan pekerjaannya. Alasan nenek Yoo Mi menolak Jin mengunjungi adalah sebagai pekerja baru yang merupakan fresh graduated harus kerja keras agar kantor punya kesan baik- tidak tega Jin memberitahukan bahwa dirinya telah diberhentikan dari perusahaan karena orientasi sex-nya.
Awalnya Jin tidak mau mempercayai kabar bahwa nenek Yoo Mi telah berpulang. Pemuda itu juga memberitahukan kalau nenek Yoo Mi meninggalkan sepucuk surat untuk Jin dan menunjuk dirinya sebagai salah satu ahli warisnya, dan memintanya untuk datang ke desa Agma. Sebenarnya dia ragu untuk datang, tapi dia memutuskan datang untuk menolak warisan dari nenek Yoo Mi dan memberikan penghormatan ke makam wanita yang telah banyak membantu dirinya.
