Angin bertiup memberikan kesejukan, langit cerah dengan bangga menemani sang bulan.
Sepasang manusia aneh sedang menatap langit dengan alunan musik "Banda Neira - Sampai Jadi Debu"
Badai, tuan
Telah berlalu, salahkah
Ku menuntut mesra...
Tiap pagi menjelang,
Kau disampingku.
Ku aman ada bersamamu.
Selaaaamanyaa.....
Sampai kita tua, sampai jadi debu.
Ku di liang yang satu
Ku di sebelah mu...
"Tuan" ucap Alin kepada Figi.
"Apaan sih bgsd hahaha.
Jangan hanyut sama musik lin, ntar jatuh ribet urusannya" candanya membalas ucapan Alin
"Ihhh dasar, kamu kira aku tukang halu gitu kayak kamu.
Sadar woiii siapa yg sering hanyut sama musik.
Dikit dikit nyanyi, suara kayak kodok juga ahahahah" Alin yang tertawa sampai terbahak bahak.
"Yeeeee, biarin kayak kodok.
Daripada kamu males nyanyi, gaya gayaan suara emas, padahal poop isssss ahahahaha" Ejeknya lagi kepada Alin
Harus diakui bahwa sepasang manusia ini emang bener bener aneh.
Pertemanan mereka sudah dilapisi anti peluru (adu domba pertemanan)
Sampai sampai mereka punya selogan "NO JAIM, YES BULLY"
Hahaha lucu kan.
Selogan macam apa itu
(Tapi itu hanya berlaku di dalam pertemanan mereka)
Pukul 22:00 W.I.B
Seketika terdengar rintik hujan turun dari langit.
Padahal tadi langit cerah, rembulan juga sedang percaya diri menunjukkan sinarnya.
Mungkin semesta ingin mengingatkan
Bahwa banyak kenangan yang harus disampaikan oleh hujan.
"Puan, apakah kamu kedinginan ?" tanya Figi dengan nada suara seperti raja raja
"Hehe" jawabnya singkat dengan wajah termenung.
"Lin... Kenapa?" tanya Figi yang sedang bingung melihat Alin termenung.
Alin tetap bertahan dalam situasi termenung.
*Beberapa menit kemudian
"Puannnnnnnn"
"Puannnnnnnnnn"
"Puannnnn"
Terdengar samar samar di telinga Alin seperti ada yang sedang memanggil.
Sesaat dia melihat kebawah, ternyata Figi sedang hujan-hujanan di halaman rumah pohon itu.
"Giiii....... Kamu ngapainn hujan-hujanan,
Jangan gila deh, ini malam harii,
Ga baik goblog" Teriak Alin dari atas rumah pohon.
"Heiiiii puannn, Terkadang ngelakuin hal yang gak di pikirkan orang lain itu menyenangkan. Lewati batasanmu,
Hujan bukanlah ladang kenangan.
Semesta hanya mencoba mengingatkan. Bahwa Alin bukanlah sosok yang mudah terjebak dalam hal percintaan" teriak Figi
"Giii.... Makasih udah selalu ada" (ucap Alin dalam hati)
Pukul 22:30 W.I.B
GUNDAH GULANA
"Malam ini, Aku dilanda kenangan itu lagi, kenangan yang sama sekali tak ingin ku ingat kembali.
Seakan aku sedang dipukul pukul oleh semesta, dengan mudah mengingatkanku pada saat dimana hatiku merasa terluka.
Aku pasti bisa, dengan pena yang mengalirkan tinta, akan kubuat catatan kecil untuk dunia."
-Alin
YOU ARE READING
Alin
RomancePena ku terus mengeluarkan tinta, sajakku terus berkata kata, entah mengapa aku merasa dipecundangi dunia, padahal aku selalu membelanya. . Aku hanya ingin hidup, menjadi wanita yang tak terluka, mungkin itu hanya fatamorgana yang kemungkinan tak ak...
