INTRODUCE
Menarik diri dari masyarakat bukan pilihan terbaik. Dirinya tahu itu, bahkan sangat tahu. Ada banyak kerugian jika melakukannya. Tidak punya teman misalnya.
Namun hanya itu yang bisa Giselle lakukan. Dirinya terlalu malu untuk sekedar menampakkan diri pada dunia.
Bukan karena fisik yang kurang atau wajah yang tidak menawan, melainkan karena masa lalu yang penuh kesedihan.
Dengan langkah menunduk dan sebagian wajah yang ditutupi rambut hitamnya serta kedua tangannya yg terkepal kuat, Giselle memasuki ruang kelasnya.
Tak ada yang bisa merubah penampilannya yang begitu aneh.
Satu tahun berada di St. Allaban School tidak membuatnya merubah sikap, sifat maupun penampilannya.
Giselle terlalu keras kepala.
Tidak ada yang berani mendekat untuk sekedar basa basi, melainkan pembullyan - lah yang sering dilontarkan pada gadis itu.Padahal Giselle tidak pernah berbuat onar atau semacamnya.
Berbeda dengan dua makhluk lain seperti Aurora dan Elwin. Sepasang kekasih itu kerap sekali mendekatinya,
entah apa motif mereka yang jelas Giselle menolak mentah-mentah mereka hadir dalam hidupnya.
Tak menyerah.
Sepasang kekasih itu memiliki beberapa kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati Giselle.
Heran. Dari banyaknya manusia di sini kenapa hanya Giselle yang mereka incar.
Dirinya hanya manusia tak berguna. Tak diharapkan kehadirannya. Dirinya hanya manusia yang takut dengan satu kata 'Salah'.
Hi semuanya...
Wish you enjoy with this story'...
Jangan lupa Vooment karena Vooment kalian itu berharga😊
YOU ARE READING
The Fear of Mistake
Teen FictionTidak ada yang namanya warna dalam hidup Giselle, semua berjalan begitu saja tanpa ada rencana dan keinginan untuk melakukan sesuatu.Hidupnya tidak bernilai.Jangankan di mata orang lain.Di matanya sendiri dia juga tidak tau apa arti hidupnya. Gisel...
