1. Awal Masalah

33 1 0
                                        

Aku bikin cerita ini buat jadi pelajaran aja ya!

Dan cerita nya juga nggak terlalu dewasa kok. Karna aku tau yang baca ini umur nya masih dibawah umur. Jadi kalian bisa baca!!

Selamat membaca!!😘

🌟🌟🌟

Pesta yang didatangi oleh Agam dan Agatha sangat lah meriah, banyak orang yang sudah sampai disana. Tampilan Agam yang memakai jas hitam, kemeja putih dan celana hitam membuat gadis yang berada di sana menatap nya penuh kagum.

Sedangkan Agatha tidak jauh beda dengan Agam. Para pria menatap Agatha penuh kagum juga karna penampilan Thania yang sangat cantik malam ini dengan memakai dress berwarna putih tidak berlengan di bawah lutut.

"Woi bro!" sapa James teman Agam.

Agam menatap nya datar. "Happy birtday" ucap nya.

"Oke thanks bro." James melihat Thania dari atas sampai bawah. "Sebelah lo siapa Gam?" tanya James dengan senyum manis.

"Thania—"

Sebelum Thania menjawab Agam sudah memeluk pinggang Thania posesif. "Milik gue."

Agatha tersenyum kikuk. "Cantik juga." ucap James.

Agam menatap nya tajam, ia sangat tidak suka jika milik nya di puji atau dilihat sampai segitu nya.

"Santai bro! Gue cuma puji doang nggak lebih." celetuk James. "Mana berani gue, ngambil punya lo. Bisa-bisa muka gue rata sama lo." ucap nya dengan cengengesan.

Agam menatap nya dingin. "Than gue pergi dulu, pawang lo udah kayak mau nerkam gue tuh." ucap nya terkekeh.

Thania senyum kikuk dan mengangguk.

Selepas James pergi, Agam menatap Thania dengan tatapan dingin dan menusuk. "Ini yang aku takutin kalo kamu ikut sama aku."

"Kamu nggak suka kalo aku ikut kesini?" mood Thania mendadak menurun.

"Bukan. Aku cuma nggak suka kalo kamu tampil cantik gini. Temen aku mata keranjang semua. Kamu liat sendiri kan James tadi natap kamu kayak gimana." ucap Agam.

Thania menahan senyum nya. "Kamu cemburu?"

Agam menoleh cepat. "Iya. Karna kamu cuma milik aku."

Pipi Thania memerah dengan ucapan Agam barusan. Agam memang sering kali berkata manis pada nya walaupun dengan wajah datar. Tapi berpacaran dengan Agam selama kurang lebih setahun, membuat Thania sangat mencintai Agam nya.

🌟🌟🌟

Thania mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut, namun tidak ada tanda-tanda Agam disana. Tadi Agam di ajak teman nya entah kemana, dan Thania sudah menunggu nya setengah jam.

Tiba-tiba ada yang datang duduk di sebelah Thania. "Hai?"

Thania menoleh, "siapa?" tanya Thania karna tidak mengenal pria di samping nya.

Laki-laki itu tersenyum dan mengulurkan tangan nya. "David"

Thania membalas uluran tangan David. "Thania."

AGATHADonde viven las historias. Descúbrelo ahora