Prolog

189 13 0
                                        

"Bacot!" semua mata tertuju pada seorang gadis bertampilan nerd,  sudah biasa bagi orang orang melihat pemandangan itu tapi tetap saja tidak ada yang menganggapi hanya menonton saja menganggap hiburan.

"Itu aku buatin sendiri loh" gadis itu mencoba tersenyum, dia  menjulurkan tangan nya yang memegang kotak makan bergambar koala bernuasa abu abu itu.

Brak, gadis itu menatap nanar nasi goreng buatan nya sendiri berhamburan di lantai.

"Udah gue bilang jauhin gue bego!, punya telinga kan? Tau bahasa indonesia kan?" Gadis itu hanya  menunduk, menerima semua ocehan dari cowok di depan nya.

"Mau gimana lagi sih?, kasih tau ama ica kenapa calvin ngk pernah nerima pemberian ica!?" Ucap gadis itu sambil menunduk, cowok di depan nya menghela nafas berat.

"Karna gue benci ama lo!" Tegas nya sambil menunjuk wajah ica menggunakan jari telunjuk nya.

Ica mencoba  mengangkat kepala nya,menatap manik biru di depan nya,menghela nafas berat kemudian bicara.

"Emang ica salah apa sama calvin?!, " ucap nya dengan posisi yang sama sambil menatap mata biru milik calvin.

Calvin tersenyum miring, melihat ica dari atas sampe bawah dengan tatapan merendahkan, kemudian menatap tajam manik coklat susu di depan nya.

"Lu ganggu waktu gue!, dan lo! Ganggu ketenangan gue bego" bentak nya kemudian pergi dari kantin meninggalkan ica dengan tetesan air mata.

"Jan ambil hati yah ca!, semangat jan nyerah"  valdi menepuk pelan pundak ica yang sedikit bergetar, ica mengangkat wajah nya dan menatap valdi yang gersenyum hangat.

"Hnya karna penampilan ica kaya gini calvin sampai benci sama ica?!" Tanya nya dengan suara serak,valdi menggeleng tidak membenarkan.

"Semua   nya tidak selalu di lihat dari penampilan tapi juga hati, tapi kalau lu emang udah cape berhenti ajah ca! Udah 2 tahun lu perjuangin calvin dan dia sama sekali ngk mau lihat perjuangan lo" ica  hnya menggangguk lemah sambil menghapous kasar air mata nya.

"Gue pergi yah!"valdi menepuk pelan kepala ica dan melenggang meninggalkan kantin.

Ica menunduk kemudian membersikan kekacauan yang terjadi tadi,sahingga ia  melihat 1 uluran tangan seseorang, tanpa ia  lihat ia sudah tau siapa itu.

Seiringnya uluran tangan itu terjulur  kw arah ica, banyak cewe cewe yang heboh nauzubillah.

"Kenapa si cewe nerd itu sering banget di bantuin axel sih?"

"Ya gusti! Ica tuker tempet dong"

"Cantikan juga gue napa dia yang di notice sih"

Begitu lah bisikan bisikan cewe cewe yang dapat ica dengar.
Ia mendonggak, menatap sendu orang di depan nya,kemudian menerima uluran tangan dari nya membuat kantin jadi ribut.

"Gk papa" ucap pelan ica sebelum orang di depan nya bertanya, cowo di depan nya menghela nafas berat kemudian membawa ica pergi dari kantin..

《《《♤♤》》》

"Sampai kapan gini terus?" Tanya axel cowok yang membawa ica dari kantin itu.

"Mungkin sampai hati ica nyerah" axel bergindik ngeri saat melihat senyuman ica seperti tak terjadi apa apa.

"Gue ngk bisa gini terus kalau orang yang gue sayang terus di sakitin" ucap axel frustasi.

Ica menepuk pelan bahu axel, dan tersenyum tulus.
"Udah makan xel?" Axel mengangguk.
Dan ica hanya mangut mangut, ica kemudian berdiri yang di hadiahi tatapan heran dari axel.

Seolah mengerti dengan tatapan axel ica mengatakan bahwa  mau pergi ke kelas karna sudah mau bel dan hanya di angguki axel.

Baru saja sampai di kelas ica sudah mendapatkan kalimat kalimat tak mengenakan dari teman sekelas nya.

Mencoba tidak peduli tapi hati nya sudah seperti di tusuk tusuk:)
Sampai akhir nya pelajaran di mulai dan ica bernafas lega karna tidak lagi mendengar ocehan teman teman nya.

*******
Gimana part pertama nya? Hehe makasih yah yang udah sempetin baca:)
Jan lupa vote:")

FaricaWhere stories live. Discover now