Menjadi anak sulung merupakan kebahagiaan baginya, tetapi ada kalanya dia merasa kesepian di rumah karena tidak ada teman untuk berbagi cerita. Seperti namanya, dia sangat menyukai bunga Lily. Di setiap sudut rumahnya harus dipenuhi oleh bunga tersebut. Di sekolah dia merupakan gadis yang sangat ceria, disukai banyak pria itu sudah biasa baginya. Sesekali dia memenangkan olimpiade membawa nama sekolahnya. Sangat membanggakan bukan? Awalnya dia hidup biasa saja layaknya seorang anak perempuan. Namun Tuhan berkehendak lain.
Saat dia baru memasuki masa SMA, dia harus menerima kenyataan pahit. Dia menderita penyakit Lupus. Sangat terpukul sekali batinnya, beberapa kali dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan benda disekitarnya, tetapi selalu gagal. Sering kali dia melamun sambil menangis, merasa ini semua tak adil. Dan untung saja dia memiliki orang tua yang selalu memberikan semangat untuk anak sulungnya.
Dan suatu hari dia bertemu dengan seorang lelaki misterius yang bernama Devin.
Pagi itu langit sangat cerah dan matahari yang terbit memancarkan sinar begitu terang. Tetapi perempuan ini belum juga terbangun dari tempat tidurnya, mungkin karna pengaruh obat-obatan hingga membuat dia tertidur pulas.
"Lily ayo bangun, matahari sudah terbit" ujar mbak Susi sambil membuka jendela
Mbak susi adalah orang yang bekerja di rumah sejak Lily berusia 2 tahun.
"iya mbak" jawab Lily dengan mata yang menyipit karena sinar matahari
"ayo mandi, mbak sudah siapin air panas" sambil memberi handuk
Dengan setengah sadar, dia berjalan menuju kamar mandi dan mengambil handuk dari tangan mbak Susi.
Sambil menunggu Lily mandi, mbak Susi menyiapkan sarapan. Orang tua Lily tidak ada dirumah, papanya berangkat selama satu hari karna sibuk dengan pekerjaan dan mamanya sibuk mengurus bisnis di luar kota.
Lily pun bertanya, "mbak papa sama mama belum pulang ya?"
Mbak Susi terdiam lalu tersenyum, "iya, kata papa mu nanti siang dia akan pulang" sambil menuangkan air minum untuk Lily
Karna Lily biasa menyantap makanan dengan lambat maka mbak susi menegurnya
"ayo habisin makanannya"
Kemudian Lily bertanya kepada mbak susi
"mbak kira-kira kapan ya aku bisa kayak dulu lagi"
"sayang, mbak tau Lily pasti kuat. Gak perlu khawatir pokoknya Lily berdoa dan rutin minum obat"
"iya mbak, makasi selama ini sudah sabar merawat Lily"
"yaudah yuk kita minum obat" sambil menyodorkan obat kemulut Lily
"untuk apa mbak minum obat terus, rasanya pahit sekali" sambil menutup mulutnya rapat-rapat
"supaya Lily sembuh"
Setelahnya Lily langsung menuju taman, dan ia melihat mbak Susi yang sedang menyapu. Sembari menghirup udara segar, ia melamun dan terlihat seorang laki-laki yang berada di rumah kosong tepat berada di depan rumahnya.
Kemudian mbak Susi menyadari bahwa Lily sedang melamun, dan mbak Susi pun menepuk pundak dan menyuruh Lily masuk ke rumah untuk menonton tv saja. Lily menonton film kartun kesukaannya. Ketika menonton, Lily tak sengaja melihat kearah jendela, ada anak laki-laki yang dia lihat di taman, sedang melihatinya. Merasa tak enak dilihati, Lily masuk kekamarnya. Dan teringat dengan wajah laki-laki tadi. Sembari melihat buku di meja belajar, dia kembali penasaran dengan laki-laki tersebut dan perlahan-lahan membuka jendela, dan terkejut melihat anak laki-laki tersebut masih berdiri di tempat yang sama. Dia pun kebingungan. Seketika laki-laki tersebut menengok ke arah kamar Lily sampai-sampai dia terkejut dan reflek menutup jendela kamarnya.
ESTÁS LEYENDO
LILY
Novela JuvenilLily adalah gadis yang mengidap penyakit Lupus dan sampai suatu saat dia bertemu dengan seorang lelaki bernama Devin.
