Part 1 - Holiday?

1.5K 125 30
                                        




"Aku harap liburan kali ini benar-benar bisa menghilangkan stresku."

Seokjin tak henti-hentinya bergumam sambil bolak-balik di walk-in closetnya. Sejak tadi gadis itu hanya sibuk mengomel, mengamati lemari pakaian dan sepatunya yang sangat besar itu tanpa mengambil apapun dari sana. Apa yang harus dia bawa? Pakaian? Sepatu? Perhiasan? Tapi bagaimana suasana disana? Apakah memang benar kota itu sangat sejuk seperti kata ibunya? Tapi seingat Seokjin kota Niceville itu cukup terkenal, memangnya masih ada kota megapolitan yang suasananya seperti daerah pegunungan? Mungkin tidak persis sama, hanya menyerupai. Ya, mungkin saja.

"Kalau kau masih mondar-mandir dan tidak mengisi kopermu, aku yang akan melakukannya."

"Ide yang bagus Jimin, kepalaku pusing sekali sekarang." Jawab Seokjin sambil menghela napas, bersandar pada salah satu lemari besarnya. Entahlah, mungkin itu lemari sepatu? Tas?

Jimin tersenyum, supermodel itu serius dengan ucapannya. Wanita cantik itu langsung memilih beberapa helai baju, sepatu dan tas kemudian memasukkannya di dalam koper berwarna pink milik Seokjin. Sesekali menyenggol tubuh Seokjin yang menghalangi jalannya di depan lemari.

"Aku tidak mengerti, mengapa hal ini terjadi? Konsentrasiku jadi buyar dan aku benar-benar tidak bisa konsentrasi sejak kejadian itu! Semuanya gara-gara Jein sialan itu!!" Seokjin kembali mengeluh setelah bungkam selama beberapa menit. Ya, hanya beberapa menit.

"Hey, kau tak perlu memikirkan apapun. Keputusanmu untuk mendorong jalang itu hingga terbentur di kulkas adalah hal yang tepat. Tak ada yang perlu disesalkan." Ucap Jimin sambil memilih beberapa baju tidur ah bukan, beberapa lingerie untuk Seokjin.

"Hmmm... Kau yang mendorongnya Jimin, kalau kau tidak lupa."

Jimin menghela napas kesal sambil menatap sang sahabat yang masih duduk bersabdar didepan lemari. "I mean, dia mencuri semua resep kue terbarumu dan menggunakannya untuk membuka toko baru dibelakangmu! Wah, dasar tidak tau berterima kasih! Apa dia tidak ingat siapa yang membantunya selama ini? She deserve it! Sudah kubilang kan sejak dulu hati-hati padanya! Sahabatmu itu hanya aku dan Jungkook!" Omel Jimin yang kemudian membuat Seokjin tersenyum.

"Aku tau. Sepertinya aku memang butuh cuti liburan musim panas seperti kata ibuku. Sayang sekali Jungkook sibuk dan hanya bisa menyusul kita sesekali."

"Memang begitu resiko orang kantoran.  Tapi tunggu dulu, apa kau tidak senang liburan denganku? Aku sudah hiatus dari kegiatanku selama sebulan hanya untuk menemanimu dan kau hanya mengharapkan Jungkook??"

Seokjin kembali mengulas senyum, menatap gemas pada wajah imut sang sahabat yang begitu cantik dan menggemaskan ketika merajuk. Ya, Jimin memang sangat cantik, tubuhnya mungil tapi ideal.

"Kau ini sensitif sekali. Aku yakin liburan kita akan menyenangkan dan kau tidak akan menyesal menemaniku di.... hmmm Jimin, apalagi namanya?"

"Niceville! Astaga, bahkan nama kotanya pun kau tak ingat!"

Seokjin terkekeh pelan dan langsung memeluk sahabatnya itu. Sebaiknya mereka harus bergegas, besok pagi mereka harus ke bandara.

"Hello girls!! Sedang sibuk ya?" Ucap Nyonya Kim dengan senyuman yang merekah, disambut antusias oleh kedua wanita yang sedang sibuk mengisi koper mereka.

"Bibi Kim!!!" Jimin langsung memeluk nyonya Kim.

"Aigooo... Jiminie semakin cantik saja ya. Terima kasih sudah ingin menemani Seokjin liburan ke niceville ya."

"Tidak apa Bibi Kim. Aku juga sudah lama merencanakan liburan, tapi jika bisa pergi dengan Seokjin kenapa tidak?" Jawab Jimin dengan eyesmilenya yang bisa membuat luluh siapa saja.

Arrogant NeighborWhere stories live. Discover now