Aku

12 2 1
                                        


Aku Alexa. Alexandra Kanaya Islan. Perempuan. Lahir di Brussel, 16 Juni 1986. Aku dari kecil udah diajarin sama Ayahku Bahasa Indonesia.

Adikku Anellise juga lahir di Belgia, lebih tepatnya di Brugges. Ibuku orang Belgia, dulu pernah tinggal sebentar di Indonesia, karena Kakekku dulu ada bisnis di Indonesia. Ayahku tentara angkatan laut, Ayah asli Bandung. Sekarang Ayah lagi dinas di Indonesia tepatnya di Jakarta. Lalu Ayah bilang kami bertiga harus pindah ke Jakarta, karena kasihan kalau Ayah setahun sekali harus ke Belgia.

Setelah aku pindah dari Belgia, aku harus pindah ke Jakarta, lebih tepatnya di Jakarta Timur. Tapi gak lama aku tinggal di Jakarta, kurang lebih tujuh bulan. Ternyata Ayah harus pindah dinas tugas lagi ke Bandung. Aku tidak sedih harus pindah. Kenapa? Karena Bandung kota impianku. Kalau aku denger-denger sih Bandung itu sejuk, ramah, banyak pemandangan yang bagus, dan masih banyak lagi. Akhirnya Ayah menjual rumah yang di Jakarta, Ayah gak suka kalau tidur di rumah dinas, gatau kenapa.

Hari ini 20 Agustus 2003, keluargaku lagi siap-siap untuk pindah ke Bandung. Setelah aku mandi, Ibu sudah menyiapkan sarapan kesukaanku yaitu roti keju dan susu hangat. Di luar sedang hujan besar, jadi Ayah memutuskan kita berangkat setelah hujan reda. Oia, kata Ayah, aku dan Anellise udah didaftarin di sekolah yang ada di Bandung.

Saat di perjalanan, kami sering bercanda dan bernyanyi bersama. Aku udah gak sabar dengan rumah baruku di Bandung dan bertemu teman baru. Tiba-tiba Anellise memotong pembicaraanku dengan Ibu dan Ayah.

"Ayah!!" panggil Anellise membuat Ayah kaget

"Apa, Dek? Buat ayah kaget," jawab Ayah yang masih fokus dengan jalan

"Nellise sekolah dimana nanti? Mulai kapan?" tanya Anellise semangat

"SMP Negeri 5, Senin depan udah bisa sekolah," jawab Ayah sambil tersenyum

"Ayah, kalau Alexa dimana?" tanyaku kepada Ayah, karena aku juga penasaran

"SMA 20 kak, masuk juga senin depan, sama kayak Nellise," jawab Ayah

"Nanti kalau Alexa sekolah naik angkot aja ya, Yah," bujukku

"Nantikan ada Ridwan yang anter jemput kamu sama Nellise," jawab Ayah sambil memandangku

"Ayah, aku bukan anak kecil lagi. Please ya, Ayah. Pasti temen-temen Lexa nanti banyak yang naik angkot" jawabku untuk menyakinkan Ayah

"Ya sudah kalau gitu, yang penting kaka harus bisa jaga diri ya," kata Ayah sambil melihat kaca spion

"SIAP KOMANDAN," jawabku dengan semangat karena Ayah menginzinkanku

Setelah sampai di rumah baru, Ayah mulai membagikan kamar. Aku mendapat kamar yang dekat dengan ruang makan, lumayan luas kamarnya. Kamarnya bercat putih, ranjangnya juga cukup besar, ada jendela yang menghadap ke taman belakang. Oia, aku juga gak sabar untuk sekolah. Tapi satu hal yang aku takuti, apa mereka cepat bergaul denganku? Ya sudahlah, itu urusan bagaimana aku bergaul dengan mereka yang penting besok aku udah bisa sekolah.

Hari ini aku sudah mulai sekolah. Aku berangkat pakai angkot. Sekolahku cukup besar, walaupun beda dengan sekolahku yang di Jakarta. 

Tiba-tiba ada cewek yang manggil aku.

"Alexa..." teriak perempuan itu

"Ya?" tanyaku sambil menoleh

"Kamu Alexa kan? Anak baru dari Jakarta. Kenalin Anisa," jawabnya sambil berjabat tangan denganku

"Hai. Iya, aku Alexa. Kamu tau dari mana namaku?" tanyaku penasaran, bahkan aku baru tau nama dia tadi

"Jadi kemarin kepala sekolah bilang ke aku kalau ada murid baru pindahan dari Jakarta namanya Alexa, terus suruh aku langsung bawa ke kelas aja," jelas Anisa

"Ouh.. Okeyy," jawabku sambil tesenyum

Hari demi hari aku mulai memiliki banyak teman, cepat sekali ternyata. Guru-guru juga sudah hafal namaku. Aku juga punya temen deket lagi selain Anisa, yaitu Fira. Mereka berdua sangat bertolak belakang. Anisa tomboy, cerewet, pokoknya sama dia harus tertata rapi. Kalau Fira baik, cewek banget sih, ngerti banyak fashion terkenal dijaman itu.

"Woi Fira," teriak Anisa dari kejauhan

"Naon sih, Nis? Teriak-teriak, mulut toak dasar," ucap Fira kesal

"Sorry atuh. Ayo ke kantin," ajak Anisa

Banyak banget siswa yang makan dikantin. Banyak juga yang jualan. Bersih dan rapih kantinnya.

"Mau pesen apa? Batagor? Cilok? Bakso?" tanya Fira

"Aku bakso aja deh," jawab Anisa sambil menepuk pundak Fira

"IHH SAKIT. Oia, kamu mau makan apa, Lexa?" tanya Fira, ya namaku lumayan panjang jadi kalau dipanggil Lexa gapapa

"Em.... Mau coba batagor deh," jawabku

"Bang batagornya ya," ucap Anisa

Beneran enak ternyata higenis juga. Oia, aku juga suka makan bereng sama Ryan dan Doni. Ryan itu ketua kelas, kalau Doni temannyalah.

"Kantinnya cuman ada disini aja atau ada dua kantin?" tanyaku karena aku gatau

"Nggak ada, cuman segini kalau kantin. Kalau di jalan belakang ada warung Bi Sumi, batagornya gak kalah enak kok," jelas Anisa

"Oh....."

"Biasa tempat anak motor yang suka main freestyle," sambung Ryan

"Freestyle?" tanyaku

"Iya, mereka suka bolos karena ikut lomba dan gak ngasih tau ke sekolah," sambungnya lagi

Kira-kira begitu kehidupan di sekolahku sekarang. Sudah hampir sebulan aku sekolah disini. Aku seneng banget sekolah di Negeri. Ayah sih dulu sekolahin aku di International School terus, padahal sekolah biasa lebih asik. Gosipnya sih banyak yang naksir aku, tapi aku gak peduliin sih. Sekolah dulu aja.


Bersambung


Halo halowww!! Author datang lagi dengan cerita yang baru. Karena author masih newbie, jadi boleh kasih saran dan kritik ya.. JANGAN LUPA VOTE YA! Sampai ketemu dichapter berikutnyaa..! See ya..

Yayımlanan bölümlerin sonuna geldiniz.

⏰ Son güncelleme: May 24, 2020 ⏰

Yeni bölümlerden haberdar olmak için bu hikayeyi Kütüphanenize ekleyin!

Terlanjur MencintaiHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin