Prolog

84 15 4
                                        

Jangan bilang jika berjuang hanya dengan memberi bunga, coklat atau kata-kata manis. Tapi berjuang juga bisa  melalui do'a

🌸🌸🌸


Drtt

Handphone berdering,dengan malas seorang gadis dengan rambut panjang sebahu bergelombang,kulit putih,dan tinggi kira-kira 161 cm. Memiliki paras yang cantik. Sungguh ideal bukan. Gadis itu ialah Amanda Mahestra, ia membuka kedua matanya dan melihat siapa yang subuh-subuh buta menelponnya.  Tertera nama Eka disana sahabat Amanda.

"Hallo.
Ngapain subuh-subuh buta lo nelpon gua."

"Lo lupa hari ini hari pertama kita kursus! Awas lo sampe telat dateng!"

"Astaga hari ini kita kursus??"

"Ya iyalah hari ini,ya kali tahun depan
Lo mau ga lulus gara-gara ga ikut kursus."

"Ok bentar lagi gua siap."

"Cepet!! Awas lo lama gue tinggal lo!"

Sambungan telepon tersebut terputus.

Sesegera mungkin Amanda Mahestra bagun dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke kamar mandi. Setelah itu ia bersiap dengan seragam jurusan sekolah dan jilbab hitamnya. Dengan tergesa-gesa ia menuruni tangga.

"Sayang sarapan dulu."

"Amanda udah telat ma. Nanti Amanda sarapan di tempat kursus aja sama eka ya."

Amanda mencium tangan mamanya dan lekas berlari ke arah garasi dan menghidupkan motor nya.

🌸🌸🌸

Amanda sudah sampai didepan tempat kursus nya,tapi sebelum itu tadi ia kerumah eka terlebih dahulu untuk menjemputnya namun ternyata Eka sudah diantar oleh kakaknya.

"Baru sampe."

Suara itu mengejutkan Amanda yang sedang clingak clinguk didepan tempat kursus. Disana memang sudah banyak orang terutama dari kelompok yang satu  bimbingan dengannya untuk masalah kursus, namun ia mencari seseorang. Ya siapa lagi kalau bukan Eka sahabatnya.

"Sorry, gue kesiangan ya." tanya Amanda dengan wajah polosnya

"Lo belum telat tapi hampir telat. Untung gue nelpon lo klo gak...."
Eka terlihat kesal dengan sikap sahabatnya yang tak pernah berubah yaitu pelupa akan suatu hal yang penting.

"Sekali lagi sorry."
Amanda kali ini menunjukkan memelas nya seperti anak tk yang dimarahi oleh gurunya

"Yaudah yuk naik keatas yang lain udah pada nunggu juga disana."
Kali ini Eka mengatakan nya dengan senyuman tulus yang mengembang.

Dengan semangat Amanda naik keatas, ternyata disana sudah ada kawan-kawannya yang lain dan juga guru pembimbing setiap kelompok.

Amanda dan Eka duduk dipaling belakang karna meraka datang paling terakhir. Tak berselang lama salah satu dari temen mereka menyodorkan sebuah kertas.

"Apaan ini."tanya Amanda heran

"Absen buat sekolah kita" jawab teman Amanda singkat.

Setelah mengisi absen mereka kembali mendengarkan guru yang sedang memberikan pidato tentang penitipan kami selama 3 bulan disini untuk mengikuti kursus.

Karna serah terima mereka sudah selesai kini mereka mendengar arahan dari instruktur yang akan mengajar mereka selama ditempat kursus

"Selamat datang ditempat kursus kami. Kami harap kalian dapat belajar dengan baik dan tidak membuat masalah disini."

Menanti Where stories live. Discover now