Untuk Kita yang Berakhir Singkat
-airyakei
***
Dulu, sendiri adalah caraku bahagia.
Menikmati waktu bersama teman rasanya menyenangkan. Bermain bersama, makan bersama, dan apa-apa selalu bersama. Bahkan terkadang ke kamar mandi pun bersama-sama. Bukan karena panggilan alam, tapi alasan supaya lolos dari pelajaran yang memusingkan.
Rasanya baru kemarin kita melakukan semuanya. Semua tentang kita yang sekarang menjadi hampa. Jika dulu pertemanan adalah hal yang utama, sekarang kekasih adalah alasan satu-satunya. Semuanya berubah sejak kita pisah. Mulai dari sekolah, pergaulan, hingga buku yang dibaca.
Mengingat masa lalu rasanya sendu. Nostalgia pun rasanya seperti membuat luka. Kenangannya hanya seperti angin lalu, dan lagu-lagu yang pernah dinyanyikan seperti senandung kematian.
Rasa yang dulu pernah ada kini menjadi lara. Keinginan untuk menyapa selalu sirna karena diri terlalu takut jika terabaikan. Kita sama-sama tidak lagi saling mengenal, atau semua ini hanya ego semata? Aku membutuhkan sebuah jawaban!
***
Aku nggak tau mau ngomong apa, soalnya aku lagi ngetik 😅
#abaikan
Jadi ini sebenarnya mau dibikin cerita gitu loh, tapi karena takutnya nanti jadi draf, alhasil sekarang jadi quotes aja 😆
Titi mangsa: Blitar, 23 Mei 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Kita yang Berakhir Singkat
PoetryIkhlas pun rasanya akan susah. Namun semuanya akan tertutupi oleh pura-pura. -airaykei ©2020
