"Nak, cepet turun udah ditungguin Sehun sama Kai!" teriak ibu dari salah satu anak fakboi yang tengah becermin sambil membenarkan rambut cepaknya.
Dengan santainya ia berjalan menuruni anak tangga bak model kelas atas. Sehun dan Kai yang tak sengaja melihat tingkah laku Chanyeol langsung bergidik ngeri.
"Temen lu gila." bisik Sehun.
"Itu temen lo juga kali unta!"
"Ma, anak ganteng mau sekolah dulu." Chanyeol meraih telapak tangan ibunya untuk berpamitan dengan mencium tangan.
"Belajar yang rajin supaya jadi orang sukses." itu adalah kata-kata mutiara sekaligus harapan ibu nya Chanyeol, namun...
"Chanyeol katanya mau jadi panglima perang kaya dilan tante." ujar Sehun yang langsung ditanggapi gelengan kepala oleh ibu Chanyeol.
Chanyeol menatap sinis kearah teman-temannya, namun Sehun dan Kai asik tertawa.
"Dilan yang suka gombal itu bukan, sih?" tanya ibu Chanyeol sembari mengingat-ingat sesosok Dilan didalam film yang pernah ditonton ibunya.
"Bener banget tante, anak tante juga mirip Dilan kalau masalah gombalin cewek." celetuk Kai yang langsung dibungkam Chanyeol.
Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil cengengesan. "Kai mulutnya lemes, mah. Kebiasaan ikut ghibah sama anak cewek di kelas jadinya begini."
Kai langsung menepis tangan Chanyeol yang menutupi mulutnya. "Tangan lo bau kaos kaki!"
"Yaiyalah, kan gue baru megang kaos kaki sama sepatu, belum cuci tangan lagi." ujar Chanyeol dengan santainya sambil meninggalkan Kai, diikuti oleh Sehun.
"Bege'este lo!"
*singkatan Bgst/kata umpatan*
***
Joa menyusuri koridor sekolahnya, tak jarang siswa lainnya menyapanya dengan hangat. Yaps Joa bisa dibilang sedikit populer karena aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler disekolahannya. Maka dari itu lingkup pertemanan Joa terbilang luas.
Joa menuju kelasnya yang berada dilantai dua, saat ditangga ia mendapati Luna yang tengah duduk sendirian ditangga.
"Luna, pagi-pagi udah ngelamun, mana ditangga lagi." ujar Joa sambil menepuk pundak Luna. Luna tersenyum. "Nunggu anak-anak."
"Oh iya nanti kumpul di ruang musik kata Ibu Friska. Gue duluan ya." Joa pun meninggalkan Luna.
Sudah 20 menit lamanya Luna duduk ditangga menunggu teman-temannya. Hal itu membuat Luna amat sangat bosan dan bertekat untuk menghabisi temannta saat mereka datang.
"Nanti kalau mau jemput gue, Kai terakhiran aja. Emang mulut nggak ada akhlak, enteng banget ngomong gitu didepan nyokap gue." ujar Chanyeol sambil menaiki anak tangga, diikuti oleh Kai dan Sehun.
"Tapi gue bener, kan?" tanya Kai.
"Emang bener sih." Chanyeol cengengesan sambil menepuk pundak Kai dan Sehun.
"Sok merasa difitnah, padahal kan fakta." imbuh Sehun.
Sepanjang koridor sekolah, para siswi menepi dan melihat tiga serangkai bak artis yang tengah berjalan dikarpet merah. Chanyeol, Sehun dan Kai yang sudah merasa diperhatikan, mereka mulai bergaya seperti anak hitz yang sedang berjalan seperti model. Bukan sekali duakali mereka melakukan hal seperti ini, tapi setiap hari.
Namun, langkah mereka terhenti saat mendapati seorang gadis tengah berdiri dihadapan mereka dengan jarak 10 meter dengan tatapan kesal. Dengan cepat mereka menghampiri gadis itu dan merangkulnya.
YOU ARE READING
(Ex) Fakboi
FanfictionChanyeol Wiratama anak kelas 2 SMA jurusan IPS terkenal dengan julukan 'Fakboi' bersama kedua temannya, Sehun Gionanda dan Kaidre Jacob. Namun ada satu perempuan yang juga teman mereka, yaitu Luna Anggia satu geng dengan para fakboi. Hingga pada akh...
