Hari itu,tepat bulan Agustus di musim yang panas, "Dia" datang ke kelas ku.Guruku berjalan datang memasuki ke kelas kami dan nampak ada yang mengikuti di belakangnya.Yaitu, seorang siswa yang tidak ku kenal.
Dengan mengenakan seragam kami, siswa itu memiliki postur tubuh yang tinggi sekitar 176 cm sepertinya.Karena,terlihat dengan jelas perbedaanya saat berdiri dengan jaraknya.Saat guru ku dan "Dia" sudah berada di depan dan berhadapan dengan Teman kelas ku.
Lalu,guru ku meminta himbauan darinya kepada kami dan menyuruh "Dia" memperkenalkan diri kepada kehadapan Teman-teman kelas ku yang lain bahwa "Dia" adalah murid pindahan yang akan belajar bersama dengan kami untuk 1 tahun kedepan hingga lulus nanti.
"Ehem,anak-anak mohon dengarkan sebentar ibu.Hari ini, kita ke datangan murid baru.Mohon kalian dengarkan dengan baik-baik,Silahkan perkenalkan diri Galang,"dengan suara tegasnya,lalu Mempersilahkan Galang untuk memperkenalkan diri.
"Halo semuanya,Nama saya Galang umur 17 tahun.Saya berasal dari kota Sawangan.Saya pindah ke sekolah ini karena ada keperluan urusan keluarga yang harus di penuhi.Saya harap,bisa di terima oleh teman-teman atas kehadiranku," dengan nada pelan dan di akhiri dengan senyum yang ia sampaikan dengan matanya yang nampak dingin nan layu namun tajam.
"Baiklah,terima kasih atas pengenalannya Galang.Ya,sesuai perkataannya ibu harap, kalian dapat menerimanya dengan baik dengan kehadirannya.Jangan buat hal hal yang aneh,"Mengatakannya dengan tegas guru ku.
"Baik bu,"Sontak sekelas menjawab pernyataan guru ku.
*Wah liat-liat sepertinya dia tampan juga ya,* Bisik suara perempuan kelas.
"Silahkan duduk di samping Hanna ya Galang,"Tangan sambil menunjuk ke arah bangku dan meja kosong tersebut.
"Baik bu," dengan nadanya yang Pelan tapi jelas.
"Dia" pun duduk di samping ku persis,dan tanpa sapaan atau basa basi kepada ku sama sekali saat itu.Saat "Dia" berjalan menghampiri tempat duduknya,Aku dapat melihat secara langsung dengan jelas saat "Dia" melangkah dengan kedua Kakinya.
Melangkah,berjalan sedikit demi sedikit mulai dekat bahkan hingga "Dia" duduk.Aku pun terheran baru kali ini kulihat ada siswa laki laki dengan postur tubuh tinggi namun memiliki mata yang nampak terlihat Hampa kosong,kami pun canggung tidak ada sapaan hangat "Selamat Datang" atau basa basi.
Seolah-olah tatapan matanya tersebut seperti memberitahukan bahwa "Dia" memiliki raga namun tidak jiwa,Mimik wajah yang seperti layaknya tidak ada energi untuk hidup terpapar dengan jelas dari arah ku ini.
Pikirku, apa mungkin saja dia sebelumnya begadang untuk hal hal yang dia sukai mungkin? .Mungkin"Dia" begadang asik main game di rumahnya hingga pagi,pasti karena hal itu aku yakin.Memang ya ada ada saja kelakuan laki-laki,Ini yang membuat ku sebal dengan laki-laki melakukan hal yang tidak bermanfaat,seperti itu persepsiku.
Anak baru itu banyak di sambut hangat oleh anak-anak kelas,terutama di kalangan laki-laki.Banyak yang mengajak galang untuk bermain bareng dan segala hal lainnya agar akrab,Di kesampingan itu para anak perempuan kelas juga selalu menggosip dengan karisma yang ia miliki.Namun setiap teman kelasku mengajak Galang pada suatu hal setelah ia pulang, selalu saja ia tolak.
Kalimat yang "Dia" lontarkan selalu :
"Maaf,saya tidak bisa melakukan hal seperti itu."
"Maaf,saya saat ini harus langsung ke rumah."
"Maaf,Saat ini saya ada urusan setelah pulang sekolah."
Aku pun tekejut dengan balasan kalimat yang ia lontarkan setiap ada ajakan oleh teman kelas,Persepsiku dengan dia pun mulai agak berubah.Mungkin saja, memang "Dia" sesibuk itu setelah pulang sekolah.Seperti, harus melakukan Part Time untuk memenuhi kebutuhannya atau pun mungkin dia tidak suka dengan hal-hal yang hanya membuang waktu saja ? sombongnya "Dia" itu.Tapi, yang membuat ku memperhatikan "Dia" adalah saat dimana "Dia" Selalu saja menolak ajakan tersebut dengan tatapan matanya yang kosong itu disertai, Mimik wajahnya yang datar di tambah lagi, senyumannya yang dingin.
Hari demi hari hingga sudah 2 minggu.Teman kelasku yang ingin mencoba akrab dengannya menyerah dengan sikapnya itu.Dan juga anak perempuan kelas sudah menyesal menyukainya,anak perempuan kelas menganggap "Dia" ingin cari perhatian saja atau memang orangnya keras kepala dan Introvet Pemalu yang aneh.Namun,masih ada 1 orang yang berjuang untuk berkarab dengannya.Iya orang itu adalah teman kelas ku yang bernama Rizal.Rizal selalu sempat bertanya kepadanya agar bisa akrab dan pantang menyerah.
"Hei,Galang apa kau suka olahraga? olahraga apa yang kau suka?," Tanya nya teman kelasku Rizal.
"Maaf,aku tidak suka sport dan tidak terlalu bisa untuk melakukannya."
"Ohh... begitu,ya? baik lah... baik,Jangan diam saja ya galang.Kalau ada sesuatu bilang saja tidak usah malu," lalu dengan kecewa Rizal pergi dari Hadapan Galang.
Melihat hal itu, jika aku menjadi Rizal pasti juga kecewa dengan balasan yang di lontarkan dari "Dia" tersebut.Baru kali ini aku melihat seorang seperti, rizal yang selalu memiliki semangat di tolak ajakannya secara mentah mentah,"Dia" hanya fokus saja pada buku novel ringan yang ia baca di genggaman tangan kirinya tersebut.
Dalam keadaan begini,aku merasa sepertinya ada sesuatu dari "Dia" ini.Aku akan melakukan investigasi diam-diam kepada "Dia".Sebagai teman bangku sampingnya,aku mulai memperhatikan "Dia" dalam kesehariannya di sekolah dalam kelas.
Esoknya,kumulai memperhatikan "Dia" secara diam-diam tanpa sepengetahuannya,terkadang aku meliriknya ke sebelah kanan,berpura pura menjatuhkan alat tulis ku dari meja.Dari yang kuperhatikan menurut ku,sepertinya "Dia" layaknya anak anak siswa kelas yang lain memiliki tenaga yang kuat,terlihat dari lengan tangannya dan juga ia tidak sekurus yang ku kira.Investigasi hanyalah saat "Dia" di kelas saja,tidak lebih dari itu.
Awalnya, Persepsi ku sebelum memperhatikan dengan detail "Dia" seperti memiliki suatu penyakit.Tapi, Setelah melihat "Dia"dari caranya menulis, sepertinya Normal saja.Sehat,tidak memiliki riwayat penyakit mungkin.Tapi, kenapa dia selalu berperilaku datar dan dingin begitu ya?.
Jika ku tebak mungkin saja "Dia"memiliki Berat badan sekitar 58 kg ? atau 65 ? tidak,tidak aku rasa pasti 60 kg an.Biasanya anak laki-laki,dengan postur itu memiliki jiwa yang semangat tinggi dan suka sport tentu nya,Seperti tetangga rumah ku yang bodoh itu.Selalu saja menyebar aura positif yang kuat saat berpapasan saling menyapa.
Berminggu-minggu telah lewat,saat ini musim Hujan tiba.Sudah 3 bulan setelah Kehadiran "Dia" datang,Suasana kelas yang awalnya banyak ingin mengakrabkan diri dengan "Dia" mulai tidak ada lagi tanpa terkecuali Rizal,ia sudah menyerah dengan sikapnya "Dia".Begitupun dengan Aku,Aku dan "Dia" tidak pernah bercakap panjang lebar jika di ingat ingat.Selama ini yang kita lakukan hanyalah percakapan singkat dan formal seperti :
"Ya baiklah."
"Terima Kasih."
"Tidak apa-apa."
"Hai juga."
Itupun jika saat ada kejadian tidak di sengaja,seperti menyenggol lengan "Dia",menjatuhkan alat tulis nya dari meja,tidak sengaja saling berpapasan saat di depan pintu kelas.Sungguh benar benar bingung,kenapa di kelas ku kedatangan makhluk seperti ini.Terkadang,kehadiran "Dia" membuat se isi kelas menjadi canggung,apa lagi aku yang berada tepat di samping tempat duduknya.
Terasa dengan jelas hawa seolah olah menyuruh kita "jangan ganggu aku".Padahal saat pengenalan baru masuk ia meminta tolong kerja samanya,tapi di mana kerja samanya? tidak ada teman hingga lulus nanti? serius? apa sudah memiliki banyak teman sehingga tidak mau berakrab dengan kami?.
Namun,jika di pikir pikir sepertinya "Dia" tidak memiliki teman apalagi sahabat selalu pulang setiap jam kelas selesai,tidak pernah melihat "Dia" ketahuan mampir ke kafe maupun melakukan hal lain seperti teman kelas lain yang lakukan,karena anak kelas tidak melihatnya.Setelah pulang lenyap seketika,dalam pikir ku apakah ku ajak bicara saja ya? lagipula dia juga teman samping bangku ku.Harusnya ku sambut "Dia" dengan baik dari awal agar hal suasana canggung ini tidak terjadi.Aku sudah tidak kuat menahan aura seperti ini,membuat kepala ku sakit memikirkannya.
Lagipula memangnya enak di usia muda ini memiliki sikap itu? kalo aku sih mungkin bisa saja cepat tua karena,selalu diam membuat wajah menjadi kaku.Saat tangan aku ingin menyapa nya dan mulut yang setengah terbuka ingin memanggil namanya,tiba-tiba terdengar suara di depan pintu kelas ada seorang siswa dari kelas lain datang,dan orang asing itu menanyakan apakah "Galang" ada di kelas ini atau tidak kepada salah satu anak kelasku yang berada di depan pintu kelas.
Siapa Siswa itu? Apakah Temannya Galang?.
Bersambung...
ESTÁS LEYENDO
Persepsi
Novela JuvenilSaat itu "Dia" datang ke kelas ku,dengan persepsiku orang itu memiliki hal hal yang tidak ku ketahui.Tanpa dengan sengaja Aku mulai melibatkan diri dengan kehidupan "Dia" tersebut itu dan membuat kehidupan masa sekolahku menjadi berubah drastis Tap...
