Ini untuk kamu yang pernah menjadi kebahagiaan sementara kedua orang tuaku.
Seorang lelaki tampan, telah lahir kedunia pada tanggal 21 Bulan Juni Tahun 2006. Tapi harus berpulang dari dunia pada tanggal 28 Bulan Juni Tahun 2006.
Orang tuaku, khususnya ibuku menangis dengan kencang pada hari itu. Air mata ibu dan ayahku jatuh dengan deras ketika kau mulai dikuburkan, menyatu kembali ke tanah. Padahal kau baru saja dilahirkan kedunia. Mungkin Tuhan sangat sayang padamu, dia tak ingin kamu merasakan kekejaman dunia. Jadi dia ingin kamu kembali untuk berada di sisinya.
Andaikan kau masih disini kak, Disini. Iya disini. Bersama kita. Mungkin ulang tahun kita bakal diadakan secara bersamaan. Kau Tanggal 21 aku 20. Mungkin kita juga bakal berebutan WIFI ataupun Remot TV.
Mungkin juga kita bakal satu sekolah, karena kita hanya beda setahun. Berangkat bareng, berjalan menuju sekolah bareng. Mungkin kalau ketemu dikantin aku ingin meminta jatah uang jajanmu.
Sungguh sakit ketika diriku sadar bahwa itu semua hanya mimpi semata. Rasanya tak mungkin. Tak mungkin sekali melakukan hal itu semua. Tapi semoga kau tenang disana ya kak. Jaga diri disana.
– Adikmu yang sekarang belajar menjadi kakak yang baik
YOU ARE READING
Diary
RandomHanya sekedar bicara menyuarakan isi hati yang tak pernah didengar. Ralat, bukan tak pernah didengar melainkan tak pernah diungkapkan.
