"Sesulit apapun jalannya jangan pernah berfikir untuk menyerah, karena kamu tidak akan tahu apa yang sedang menantimu di ujung perjuangan nanti"
___Ghina Qalbul Karimah___
Ghina adalah salah satu mahasiswi di Universitas yang berada di jakarta. Di kota inilah Ghina memilih untuk mewujudkan cita cita yang ia impikan sejak usianya masih kecil. Harus berjauhan dengan kedua orang tua adalah resiko yang harus di hadapi Ghina demi mewujudkan impiannya. Rasa rindu terhadap kedua orang tua nya kerap kali Ghina rasakan, hanya bisa menghubungi tanpa bisa bertemu dan menatap manik mata indah orang tua nya. Bagi nya mendengar suara ayah dan bunda nya saja sudah cukup untuk mengobati rasa rindu yang kerap kali menghantuinya.
Ghina Qalbul Karimah adalah nama panjangnya, memiliki paras yang cantik, bulu mata lentik, hidung mancung, manik mata yang indah, dan tak lupa senyum manis nya yang bisa menyihir orang lain untuk ikut tersenyum.
"Tersenyumlah, karena senyum itulah yang senantiasa membuat orang lain tersenyum juga"
~~~
Saat ini Ghina tengah mengerjakan beberapa tugas dari dosennya, yang sudah menjadi kebiasaanya tiap malam jika tidak mengerjakan tugas ya belajar, itulah aktivitas yang sering di lakukan Ghina sebelum tidur.
Dddrrtttt
Ghina mengambil benda pipih itu lalu mengangkat telfonnya
Fairuz : assalamu'alaikum Ghina
Ghina : waalaikumsalam fa, iya ada apa?
Fairuz : Ghin besok berangkat kampus bareng aku ya nanti aku jemput kamu deh, please kali ini jangan tolak ajakan aku yaa ghin
Memang jarak kost an Ghina dengan rumah fairuz tidak lah jauh, hanya membutuhkan waktu 10 menit kurang lebih.
Ghina : yaudah deh terserah kamu fa
Fairuz : beneran ghin, yaudah besok aku jemput ya makasih Ghinaa, yaudah kalau gitu aku mau tidur dulu ya biar gak kesiangan nanti nya assalamu'alaikum ummi Ghina
Ghina : iya bunda fairuz bawel, waalaikumsalam
Setelah menutup telfonnya, Ghina melirik jam dinding yang ada di kamarnya jarum jam sudah menujukkan pukul 21.15 yang artinya sudah jam 10 malam. Ghina beranjak dari meja belajarnya dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, tangan dan kaki nya, dan mengambil wudhu. Setelah selesai Ghina membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
YOU ARE READING
Garis Takdir
SpiritualTakdir Tuhan itu indah... Jika kita sabar dan ikhtiar dalam menjalaninya...
