Terkadang aku masih belum mempercayainya. Tepatnya, aku tidak ingin mempercayainya. Aku sangat berharap bahwa dia hanya bercanda, berhubung besok adalah tanggal hari jadi kita.
“Aku capek, kamu gini terus gapernah berubah,”
Tapi itu nyata, semua itu nyata. Semua kata perpisahan itu nyata, semua rasa sakit itu nyata.
Kalimat pertama yang dia ucapkan setelah sekian lama, ternyata adalah kalimat terakhir yang dia ucapkan saat masih ada kata 'kita'.
“Jadi, kamu nyerah?”
Aku masih ingat betapa kerasnya aku mencoba untuk menahan tangis yang seakan sudah berabad-abad tertahan di pelupuk mataku, yang selalu kusembunyikan saat dia bersamaku.
“Iya, ayo cerai”
Aku tersenyum.
“Oke”
TBC
-Ai
YOU ARE READING
Karma [VMIN]
FanfictionDia datang dengan lancang ❝ Kamu tuh seharusnya jadi pihak yang dimanja dan dijaga, bukan sebaliknya ❞ Lalu pergi dengan tenang ❝ Karena kamu, aku gabisa balik jadi aku yang dulu bangsat! ❞ Sedangkan aku... Terperangkap bagai binatang ❝Gua pengen be...
![Karma [VMIN]](https://img.wattpad.com/cover/224662934-64-k282629.jpg)