Jangan lupa untuk vote dan follow akun author....
Happy reading!!!
***
seorang gadis tangah berlari kesana kemari dan tak lupa ada pula yang mengejarnya,di sebuah ruangan tengah terlihat yang tengah kejar kejaran.
"Nona jangan berlari kami hanya ingin menghias Nona," kata para perempuan yang berlarian kesana-kemari.
"Tidak .... Pergilah kalian, Aku tidak mau di hias! dan untuk apa Aku dihias?" tanya gadis itu tanpa menghentikan aksi berlarinya.
"Ayo lah Nona, sebentar lagi 'kan Nona mau menikah, dan Nona harus di hias," bujuk salah satu perempuan tersebut.
"Tidak .... apakah kalian tidak lihat?Aku masih muda dan masih sekolah, bagaimana bisa Aku menikah, kalian pembohong," teriak gadis itu.
"Huh .... ayolah Nona kami lelah berlarian, sudah yah! Lebih baik Nona nurut saja."
"Nggak .... Bleee! kejar Aku," ucap gadis itu menjulurkan lidahnya. Bayangkan saja 3 lawan 1, tapi mereka kalah.
"Haduh! Aku lelah terus mengejar gadis itu, bagaimana bisa mereka menikahkan putrinya yang masih muda seperti ini," keluh salah satu pelayan
Tiba-tiba
Ada yang membuka pintu dan
Brukh
"Aaa .... Hikss sakit, lutut Aku sakit," tangis gadis itu.
"Ish dasar, kamu nggak papa? udah jangan nangis. Lagian kamu ngapain pake lari-lari segala," ucap lelaki itu yang tak lain adalah calon dari gadis itu
"Hiks .... huwaaa .... sakit hikss, ini salah mereka, mereka bilang Aku harus di hias dan Aku bakalan nikah."
"Hishh .... Memang benar kamu bakalan nikah, dan juga Aku itu calon kamu."
"Hiks .... benarkah? tapi 'kan aku masih sekolah dan juga siapa Paman?" tanya gadis itu
"Hey .... Paman, Paman. Saya itu masih muda umur saya saja baru 21 tahun, dan saya juga masih kuliah."
"Benarkah? tapi Paman kelihatan Tua, Aku nggak percaya," selidik gadis itu
"Apa Kamu nggak lihat saya masih muda, udah cepat kalian bawa nih Anak satu. Hias dia dan saya bakal bilang ditunda satu jam lagi," katanya dan melenggang pergi.
"Baik," jawab mereka kompak.
"Ayo!" ajak dia
Gadis itu bukannya nenurut tapi dia malah ambil ancang-ancang untuk kabur, "Nggak mau, Aku nggak mau Nikah," protesnya.
"Ayo! Cepat hias atau---"
"Aww ... iya, iya. Jangan tarik hidung aku dong, sakit tau!"
"Makanya nurut aja, ayo."
Dengan terpaksa gadis itu menurut, bagaimana tidak hidung dia ditarik oleh lelaki itu. Gadis itu kira sang pria sudah pergi. Tapi nyatanya masih berada disana.
Setelah kedatangan Calon gadis itu, dia tak lagi berlari dan menurut seperti kucing yang manis.
Butuh waktu yang lumayan lama untuk menghias sang mempelai wanita. Bagaimana tidak, baru saja di bedak sudah protes. Saat memakai eye liner pun protes. Butuh kesabaran yang banyak buat mereka yang menghias.
Para penghias hanya menggelengkan kepalanya saat mempelai menghapus lipstik dengan alasan terlalu merah atau apalah.
Setelah selesai sang mempelai tengah memandangi dirinya sendiri dipantulan cermin.
"Apakah ini benar benar Aku?kenapa aku sangat cantik?" ujar dia tak percaya
"Ahh Nona, kau sangat cantik dengan gaun itu, dan selamat Nona anda akan menikah."
"Apakah ini benar benar aku?Aku tak percaya, aku tidak mimpi bukan?"
"Nona tidak mimpi, ini nyata lihatlah semua yang disini nyata, termasuk pernikahan Nona."
"Baiklah, ayo kita turun. Semua orang sudah menunggu Nona."
"Hmm baiklah, tapi gaun ini sangat menggangguku, aku tak bisa jalan," keluh gadis itu
"Baiklah kami akan membantu Nona,"
****
Para tamu sudah menunggu, sebenarnya tamu yang di undang hanya keluarga saja dan penghulu.
Acaranya juga tidak besar-besaran, sederhana saja. Itu dikarenakan sang gadis masih sekolah dan tidak mungkin di publikasikan. Mungkin akan dipublikasikan jika sudah lulus nanti.
Gadis itu melangkah dengan anggunnya, keluarga terpukau dengan kecantikan gadis itu, apalagi dengan sang mempelai yang hanya diam.
Gadis itu melangkah dengan pelan, tapi dia tak menyadari kalau dia menginjak gaun dikarenakan saking gugupnya.
Brukhh
Dia terjatuh, dan semua orang terkejut. berbeda dengan gadis itu, dia hanya bisa menangis dan mencoba untuk berdiri. Dia kesulitan dengan gaun yang ribet.
Sang mempelai pria yang melihatnya terjatuh langsung berlari ke arah gadis itu dan langsung menggendongnya. Semua orang tersenyum, sungguh sangat romantis.
Laki laki itu meletakan gadis itu disampingnya.
"Hiks ... Sakit, hikss," rengek sang mempelai wanita sembari make up yang hampir luntur.
Mempelai pria mengelus surai sang gadis supaya berhenti menangis. "Sudah jangan menangis lagi yah."
Mempelai wanita mengangguk duduk terdiam.
Acara sudah mulai dan akhirnya mereka sah. Sang pria menyematkan cincin pada sang mempelai wanita dan begitupun sebaliknya.
Mempelai pria mengecup kening mempelai wanita. Saatnya mempelai wanita mencium tangan mempelai pria dia hanya terdiam.
"Sstt! Ra, kenapa diam saja. Cium suami kamu," kata seseorang yang tak lain adalah ibunya.
Mempelai wanita yang terdiam langsung bengong. Cium? Cium dimana?.
Mempelai wanita reflek dan mencium bibir mempelai pria. Semua orang melongo saat melihat aksi sang mempelai wanita. Padahal mereka menunggu mempelai wanita mencium tangan bukan bibir.
"Sepertinya mempelai sudah tidak sabar. Lihat saja, dia langsung mencium sang pria saat barusaja halal," goda keluarga mempelai pria.
Mempelai wanita terdiam. Apakah barusan dia salah cium, dia melihat mempelai pria tengah mengarahkan matanya pada tangan.
Mempelai wanita tertunduk saat tahu dia salah mencium. Kenapa dia bisa bodoh dengan mencium bibir sang pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
Akhirnya pasangan yang bernama Muhammad Al-hanafi dan Az-Zahra Nur'aeni telah sah menjadi pasangan suami istri.
Tbc....
Ingat untuk follow yah!
Vote dan komen💜
YOU ARE READING
Pasutri Gaje
Randomcerita tentang Seorang gadis yang masih sekolah dan dijodohkan dengan Seseorang yang bahkan tidak dikenalnya. bagaimana kisah rumah tangga mereka, nanti?
