|A w a L|

81 8 4
                                        

Happy Reading 🖤

Jangan lupa vote + comment, guys🖤🖤

----

"GILAK TELATT GUE!!"

Brak brak brak!

Perempuan berpiyama hijau dengan rambut acak-acakan meloncat-loncat ke kamar mandi. Tak sampai 5 menit, ia sudah keluar dengan tubuh yang sedikit basah. Iya, sedikit.

"Gara-gara jam dindingnya sih, udah gue atur juga."

"Ini juga kenapa pake bajunya ga kelar-kelar sih!"

"Ngapa paginya cepet amat sih!"

Sudah tau terlambat, masih sempat-sempatnya menyalahkan jam, baju, bahkan pagi.

Perempuan itu turun ke ruang makan. Ia menarik kursi dan duduk manis memegang sandwich nya. "Oiya, gue kan lagi buru-buru." Dia menepuk dahinya, bersepatu kemudian berlari keluar. "Shit."

----

"Wah gila. Dasar jakarta. Macet mulu kayak jodoh."

Perempuan itu berhenti tepat di depan gerbang yang sudah jelas-jelas terkunci.

"Loh neng, ngapain?" Laki-laki berseragam satpam keluar dari posnya.

"Mangkal, mang." Sebutnya asal.

Satpam itu memicingkan matanya sebelum akhirnya tau siapa siswi di depannya. "Eh neng Florencia. Ngapain atuh neng?"

"Ngojek payung." Ujarnya sambil mengelus dada. "Udah ah, mang oji. Saya telat nih. Bukain dong gerbang nya!" Pintanya.

"Oh iya lupa." Mang Oji, satpam di sekolah Florencia buru-buru membukakan sedikit celah untuknya. "Mangga atuh neng (silahkan mbak)"

Florencia buru-buru masuk ke dalam, "EITS,"

Mang Oji menoleh, "kenapa neng? Ada yang ketinggalan?"

Florencia merogoh isi tasnya. Sret. Sret. Sret. "Hem, hem." Dia mengendus-endus kemudian tersenyum puas. "Nah gini kan udah wangi."

"Ya ampun neng saya kira ada apa. Cepet masuk neng, saya tutup lagi loh." Ancam Mang Oji.

Florencia buru-buru menahan mang Oji dan berlari masuk. "Yah Mang Oji gak asik nih. Yaudah deh mang, sampai babai!"

Mang Oji menatap Florencia, "sampai babai teh apaan?"

----

Florencia melangkah santai. "Kantin, atau rooftop?" Ia berhenti sebentar untuk berpikir.

"FLORENCIA!" Teriakan melengking menyambut hari sekolahnya yang indah (?)

Florencia tersentak, sedetik kemudian mengelus dada. Ia menoleh dan ada ibu-ibu garang yang siap menyemburkan apinya.

"Saya bu?"

"YAIYALAH KAMU, SIAPA LAGI? SINI!"

Flo memajukan bibirnya tanda kesal. Ck, gue mulu gue mulu.

"FLOREN, CEPAT SEDIKIT!"

"Bu jangan teriak-teriak terus. Jantung saya mau copot nih."

"MAKANYA JANGAN LELET!"

"Apa bu? Lalet?" Ucapnya sengaja.

Wanita perempuan yang umurnya hampir setengah abad menghembuskan nafas berat. "Sekarang alasan apa lagi yang mau kamu buat."

O (s) I SHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin