Return To Four

En başından başla
                                        

"... oh iya, Todoroki-san!" panggil Midoriya. "Bagaimana sih, ujian lisensi susulan itu!?"

Todoroki diam sejenak, "... begitulah..."

"Berisik, Deku!" seru Bakugou. "Jangan membahasnya lagi...!!"

"Ta-Tapi, Kacchan!" seru Midoriya. "Aku hanya bertanya pada Todoroki-san—"

"Diaam!!" Bakugou memunculkan ledakan di sekitar tangannya.

"Kalian semua yang diam!" seruku kesal pada mereka. "Atau harus kuhancurkan dulu mulut kalian!?"

Saat itu aku jalan beberapa meter di depan mereka, sementara Todoroki, Bakugou, dan juga Midoriya berjalan beriringan di belakangku. Mereka sangat berisik... andai saja kita gak satu asrama...

"Kenapa harus pulang bareng, sih!?" seruku sambil terus jalan sambil menoleh pada mereka. "Jaga jarak 10 meter bisa, gak—"

BRAAK!

Aku termundur sedikit sambil memegangi kepalaku. "Ah, maaf!" ucapku sambil mendongak ke arah lelaki yang tadi kutabrak. "Tadi aku tidak sengaja dan gak melihat! Maaf!"

Lelaki besar tadi hanya diam saja, tapi dia juga menatapku dengan tajam dan agak aneh.

Aku menatap lelaki itu tajam sambil melangkah mundur perlahan, "... apa ada masalah... tuan?"

Mendadak lelaki itu menerjeng ke arahku begitu saja, sangat cepat sampai aku sendiri membeku di tempat. "(Name)!!" seru Todoroki, Bakugou, dan Midoriya bersamaan.

***

"... aku pulang..." ucapku pelan sambil masuk ke dalam rumah. Aku sudah berdoa semoga tidak akan ada siapa-siapa di ruang tengah asrama, sialnya semua anak kelas 1-A malah ada di sana dan menunggu kami. "... ukh..."

"(Name)-san! Kau akhirnya balik!" seru Uraraka. "Oh iya! Kau tahu dimana Deku-kun, gak!? Bakugou dan Todoroki-san juga gak ada..."

"Itu..." ucapku pelan, kemudian mendesah pelan dan masuk ke dalam rumah sambil menggendong satu orang bocah 4 tahun, sementara di belakangku dua bocah lainnya mengikuti. "... kurasa ini."

"E-Eeh...?" ucap para siswa heran.

"Turun, Kacchan," ucapku pelan sambil menurunkan bocah pirang itu ke lantai, tapi bocahnya masih saja nempel. "... ah... ini, tadi saat kami berempat pulang, mendadak ada yang menyerang kami dan... mereka begini karena melindungiku."

"A-Apa mereka akan baik saja!?" ucap Uraraka sambil menghampiri Todoroki kecil yang baru saja mengeluarkan api. "... kita harus panggil Aizawa-sensei!?"

"Tidak usah, gak akan ada gunanya," ucapku sambil mengelus kepala Todoroki, membuat apinya langsung saja padam. "... mereka gak akan menyakitimu, Todoroki-san..."

Todoroki langsung saja nempel ke arahku dan bersembunyi di belakangku. "... siapa?" ucap lelaki itu pelan. "Apa yang terjadi sebenarnya, (Name)? Kenapa kau membesar...?"

"Mereka sama sekali gak ingat apa-apa?" tanya Yaoyorozu heran. "Lalu bagaimana mereka mengingatmu, (Surname)?"

"Ukh..." aku mengalihkan pandanganku. "Tanya saja mereka! Deku... gak apa-apa. Kacchan, Deku jangan dipelototin."

"Jangan menyuruh-nyuruhku," gumam Bakugou kesal, tapi dia kemudian mengalihkan pandangannya dari Midoriya. "... kenapa kita di sini, sih...!?"

"Aaah... jadi kita mesti apa, ribbit?" tanya Asui pelan. "Kalau sensei bahkan gak bisa membantu, kita harus bagaimana...?"

"... sebenarnya," ucapku pelan. "Aku bisa menggunakan Quirk-ku untuk memeriksa tubuh mereka, kemudian mencari solusinya..."

"Jangan, jangan!" seru Mina. "Kalau kau gak sengaja meledakan mereka!?"

Something WrongHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin