Prolog

10 1 0
                                        

Langit belum saja menampakkan sepercah cahaya namun sudah ada saja orang yang sibuk berlalu lalang di depan rumah bercat biru muda dengan membawa beberapa koper besar untuk dimasukkan ke dalam mobil.

Seorang remaja cowok sibuk menguap sambil bersandar di pintu mobil dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya. Sesekali ia memandang lurus ke depan menatap sebuah rumah yang memberikannya hari-hari indah.

Cowok itu menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya berharap tidak ada penyesalan yang ia dapat dengan kepindahannya yang mendadak ini.

Ia menoleh ke arah kanan saat merasa pundaknya ditepuk oleh seseorang. Orang itu adalah ayahnya.

"Ayo masuk! Nanti ketinggalan pesawat." Setelah berkata demikian, Ayah remaja itu masuk ke dalam mobil dan disusul olehnya.

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menatap keberangkatan mereka sambil memeluk sebuah boneka kelinci berwarna pink dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bandung, 2018

Seorang gadis berpawakan sedang dengan rambut bergelombang menatap lurus kearah lapangan yang sering digunakan untuk berlatih tenis.

Sesekali senyuman tercipta dari bibirnya saat ia kembali mengingat kemenangannya dan kebahagaiaan teman-temannya yang sudah mendukungnya.

Senyumnya perlahan memudar saat kembali mengingat penghinaan yang ia dapat sejak satu tahun terakhir ini.

Semua kebahagaiaan yang ia rasakan seketika sirna. Tidak ada lagi teman yang mendukung, tidak ada lagi perlombaan yang diikuti, dan tidak ada lagi kesempatan untuk melangkah menuju kegembiraan.

Ia menyadari bahwa semua ini terjadi bukan tanpa alasan. Yang membuatnya tegar dan bisa menjalani hidupnya hingga saat ini yaitu prinsip yang selalu ia pegang bahwa rencana Tuhan atas hidupnya selalu lebih indah dari apa yang ia bayangkan. Tugasnya saat ini adalah untuk tetap menjadi dirinya sendiri dan selalu berbuat baik kepada siapapun dan di situasi apapun.

"Ini jalan hidupku dan aku tidak akan pernah menyerah atas semua yang sudah terjadi." Kalimat sederhana yang terucap dalam batinnya dan selalu bisa meyakinkan dirinya untuk tetap melangkahkan kaki atas takdirnya.

Aku dan Kamu di Satu Kisah yang SamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang