prolog

158 12 4
                                        

"Selamat ya, kamu lulus El" ucap seorang pria yang kini ada di hadapan elsya.

elsya tersenyum melihat ke arah pria yang ada di hadapannya sambil terus memegang tangan pria tersebut yang notabennya adalah pacarnya " jadi?? Bentar lagi kita mau pisah? "  Tanya elsya yang langsung di angguki oleh pria di depannya

" aku ga suka perpisahan Rey" elsya menunduk menyembunyikan air mata yang sebentar lagi akan jatuh " kamu kenapa ga ikut aku aja sih" lanjut elsya.

Pria di depan elsya ini tersenyum melihat tingkah elsya yang sedang merajuk seperti ini, dia terlihat lebih manis. Rey menangkup pipi elsya dengan kedua tangannya " El dengerin aku yaa, perpisahan ga akan ngerubah semuanya kamu bakal selalu ada di hati aku" ucap Rey tersenyum sambil mencolek hidung elsya gemas.

Elsya terus saja memperhatikan wajah tampan kekasihnya ini yang mungkin selama beberapa tahun kedepan akan ia tinggalkan, " aku siap Rey, aku bisa ko ngejalanin ini semua tanpa kamu" elsya memaksakan senyumnya agar tidak terlihat sedih di depan Rey.

" kita buktiin kalo cinta sejati itu emang ada, dan kita yang bakal jadi pasangan sejatinya" ucap rey meyakinkan elsya.

" El. Kalau nanti tuhan ga nakdirin kita buat bersatu lagi, tolong bilangin ke cowo yang nanti bakal ada di sisi kamu kalo dulu pernah ada cowo ganteng yang pernah jadi pacar kamu" jelas Rey.

Elsya terkikik " apasi kamu narsis tau ga" ucap elsya memutar bola matanya malas.

elsya menatap manik mata pria yang amat dia sayangi itu "indah" satu kata yang ia ucapkan dalam hati, bagaimana bisa selama beberapa tahun kedepan elsya tidak akan melihat mata cokelat yang sudah menjadi favoritnya ini, membayangkannya saja elsya tidak sanggup.

" Rey, dengerin ya suatu saat nanti kita bakal ketemu dan tetep bersama kaya sekarang" elsya memantapkan kalimat yang baru saja ia katakan sambil mengelus pipi Rey

" dengan rasa yang sama juga pastinya" lanjut elsya yang langsung tersenyum kecut.

" Hey, ko jadi mellow sih. Rasa aku ke kamu akan terus sama el, kamu ga usah takut oke" jelas rey sambil mengacak rambut elsya.

Rey terkekeh melihat wajah elsya yang sudah sebal karena Rey telah mengacak-acak rambutnya.

" You and me today, tomorrow, and forever" ucap Rey dan elsya bersamaan.

" Sya, sya, ya ampun sya " ucap seorang gadis sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya yang sedang melamun.

Nata kesal dengan sahabatnya yang satu ini setiap hari pasti saja melamun, karena geram nata pun mencubit pipi elsya sampe elsya tersadar dari lamunannya dan meringis kesakitan.

" Ih lo apaan sih ta, ganggu orang aja mana nyubit segala lagi. Nih liat pipi gue jadi merah" kesal elsya sambil terus mengelus pipinya yang baru saja di cubit.

" Lo tuh abisan kerjaannya ngelamun aja, mana susah banget kalo di panggil. Liat noh pak bagus udah jalan ke kelas, mau lo kena semprot pak bagus" jelas natasya sambil menunjuk pria paruh baya yang sedang membawa tumpukan buku menuju ke kelas.

" Eh iya ada kelas kan ya sekarang" ucap elsya menepuk jidatnya.

Natasya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sahabatnya ini yang terkadang oon masa jadwal kelas sendiri aja lupa.

" Reyy, aku kangen kamu" elsya bergumam di dalam hati.



Hallo guys😅

Selamat datang di lapak ku ini😁

Maaf ya ini prolognya kepanjangan wkwk

Dan harap maklumi kalau ada yang typo atau tanda baca yang ga tepat😁

Semoga ini jadi awal yang baik:)

See you next chapter😘



Salam sayang untuk semua readers💛

ChooseWhere stories live. Discover now