PROLOG

16 3 0
                                        

Disini aku bawa cerita baru. Semoga suka 😘
simpan ke library biar dapet notif update 😍♥️

Jangan lupa vote ♥️
Happy reading 💞

***

'Brukk!!'

Suara itu terdengar nyaring! Jauh lagi! Biasa sih namanya juga warga plus 62 kalau ada yang jatuh pasti di tertawa kan.

Emang selucu itu ya?! Iya kalau itu sekali tapi tidak lucu kalau tiap hari. Bukankah begitu? Berulang kali bukan membuat yang lain iba namun membuat mereka semakin menyebut dirinya pencitraan.

Walau tiap hari terjatuh gadis itu tetap berusaha bangkit dan tersenyum. Bagi mereka senyum gadis itu menahan malu. Tetapi, bagi gadis berambut lurus dengan sedikit bergelombang dibagikan bawahnya senyum adalah sesuatu yang bisa menguatkannya.

Wyrda Novalita! Nama gadis itu.
Memiliki wajah cantik dan senyum yang manis. Bentuk badan yang ideal seperti gitar Spanyol. Matanya berwarna cokelat pertanda asli Asia sedikit sipit yang diturunkan dari keluarga Mamanya.

Gadis yang tidak banyak bicara dan terlalu misterius. Dikucilkan hanya karena dirinya aneh. Selalu dibilang pembawa sial oleh mereka yang tidak mengerti dirinya.

Benar juga sih?! Pikir Wyrda. Faktanya gadis itu selalu membuat malu siapapun yang berada disampingnya dan sialnya dia harus hidup dengan obat-obatan untuk menunjang hidupnya sehat lebih lama.

Wyrda sebenarnya tidak di perbolehkan sekolah umum karena kondisi dirinya yang sangat tidak memungkinkan. Namun gadis keras kepala itu sangat ingin bersekolah umum bukan homeschooling, yang sering dilakukannya sejak sekolah dasar.

Dengan berat hati keluarganya mengiyakan permintaan gadis itu. Dengan konsekuensi harus cek up setiap pulang dan pergi sekolah. Ditambah sopir yang selalu siap mengantar gadis itu sekolah.

Saat gadis cantik itu jatuh, saat itulah penyakitnya kambuh. Emang siapa peduli jika gadis itu penyakitan? Yang mereka tau hanya menghujat dan mentertawakan kemalangannya.

Dan saat dia tersenyum, itu artinya gadis itu sudah baik-baik saja. Dan bisa berdiri layaknya orang sehat.

Walaupun ia cantik dan menjadi idola kaum Adam namun itu tidak cukup buat mereka berteman dengannya. Mungkin karena dia yang selalu memalukan. Jatuh tidak elit dan di menit berikutnya kembali bangkit.

"Jatuh lagi Wyr?" tanya seorang gadis dengan kacamata bertengger manis di hidung mancungnya saat berada di samping Wyrda. Wyrda hanya mengangguk sembari membersihkan roknya.

"Lo dari perpus Jess?!" Kali ini gantian Wyrda yang bertanya.

"Iya. Gue cari buku buat presentasi besok."

Wyrda hanya mengangguk paham.

Jessi teman satu kelas Wyrda. Mungkin hanya Jessi yang mau berbicara dengannya. Tapi bagi Wyrda itu sudah lebih baik dan sangat lebih baik lagi jika dirinya tidak berbicara dengan siapapun disini.

Wyrda bahkan sama sekali tidak mengharapkan ada kedekatan dengan seseorang atau bahkan sampai merepotkan orang itu.

Itu juga yang menjadi sebab Wyrda tidak meminta tolong saat dirinya terjatuh.

Siapa Jessi?! Nama lengkapnya Jessie J penyanyi price tag.

(Ups bercanda!!  Mohon maklum Halunya melebihi batas normal 😄)

Namanya Jessi Ignasia. Gadis pendiam dan tidak pilih-pilih dalam berteman. Postur badan yang sedikit lebih pendek dari Wyrda dan terlihat agak culun dari segi berpakaian.

Baginya berteman tidak harus dipilih. Barang kali yah pake segala di pilih?! Dia beranggapan bahwa sifat orang itu sama dengan dirinya namun sengaja di buat jahat aja.

Jessi teman sekelas sekaligus sebangku Wyrda. Saat Wyrda masuk sekolah dulu banyak sekali yang ingin berbagi tempat dengannya. Namun sekarang setelah tau kalau Wyrda gadis yang aneh dan sangat memalukan tidak ada satupun yang mau duduk di samping gadis itu.

Hingga akhirnya Jessi yang mengambil bangku kosong di samping Wyrda. Tidak sampai disitu Jessi juga sering di hujat dan disuruh pindah karna Wyrda akan menjadi bencana bagi Jessi. Itulah yang mereka katakan.

Kejam bahkan terlalu kejam bagi seorang gadis. Alasan itulah yang membuat Jessi ingin selalu di samping Wyrda. Jika satu sekolah mengucilkannya maka harus ada minimal satu orang yang bisa menjadi tempat Wyrda berkeluh kesah.

Ya, walau Wyrda gak pernah bercerita tentang dirinya atau hidupnya, bahkan Jessi selalu mengurungkan niatnya untuk bertanya "kenapa Wyrda sering jatuh?!" Karna bagi Jessi itu adalah sebuah privasi.

Jessi juga bersyukur karena Wyrda merespon dirinya. Sering bertanya bahkan bersenda gurau dengan dirinya.

"Apapun yang terjadi aku akan selalu di samping Wyrda" itulah tekad Jessi dari pertama kali dia duduk di samping Wyrda.

***

Masih pendek
Karna baru prolog doang
Hehe :)
Terimakasih buat yang sudah baca
Dapet salam dari author gaje 🙄😆

Transient Ischemic Attack Where stories live. Discover now