SPOILER
Antologi Cerpen
Kumpulan cerita pendek masa tenggang yang akan di perpanjang (?)
Karya iseng author buat ngumpulin cerita-cerita lama yang bakal author kembangin, ini cuma kayak sinopsis dari para calon (?) cerita.
*Budayakan vote sebelum membaca, dan komen setelah membaca... Enjoy reading...
Aku ingin menceritakan tentang kisah lima orang anak kecil yang menjalin hubungan persahabatan. Kisah itu adalah kisah lama yang dulu aku ukir bersama keempat sahabatku, sangat indah.
Kala itu usia kami masih sangat belia, wajah polos kami menghiasi setiap momen yang tercipta. Aku sangat ingat bagaimana tingkah lucu kami yang menggemaskan saat kami bermain bersama, kami sering memainkan permainan Pangeran dan Putri. Permainan itu adalah yang paling aku ingat sampai sekarang dan tak jarang air mata menetes saat aku memutar kembali kisah itu diingatanku. Mengingat sekarang masing-masing dari kami memiliki kesibukan sendiri dan sulit untuk bertemu.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Ryan!! Tungguin Rose ih, balikin mahkota bunganya. Itu punya Rose!!" Teriakku.
Aku geram saat Ryan terus berlari membawa mahkota bungaku dan saat ini kami memang sedang bermain di halaman depan rumahku.
"Gak mau, ini punya Ryan. Ryan-kan pangerannya jadi Ryan boleh ambil ini dari Rose. Ayo Rose ambil mahkotanya, ayo kejar Ryan kalo bisa," ledek Ryan.
"Ihhh.. Ryan nakal! Mana ada pangeran nakal kayak Ryan. Ryan nyebelin! Nyebelin! Nyebeliinnn!!" Rengutku hampir menangis.
"Yah.. payah, Tuan Putri masa cengeng. Nggak seru ah. Rose cengeng, Rose cengeng."
Bukannya mengembalikan Flower Crown milikku Ryan justru semakin mengejekku. Aku berlari masuk kedalam rumah menuju kamarku dengan isakan yang tak henti. Sedangkan diluar sana Arina dan Dinda terus memojokkan Ryan agar minta maaf padaku dan menenangkanku sedangkan Satya temanku yang lain belum datang sama sekali.
"Ryan kamu harus minta maaf sama Rose, nanti kalo dia tambah marah gimana. Kita jugakan yang kena." Jelas Arina, gadis tambun itu tampak sedang menahan kekesalannya.
"Nggak! Pokoknya Ryan gak mau minta maaf, ini kan cuma main-main doang. Itu mah Rose-nya aja yang cengeng. Pokoknya Ryan gak mau minta maaf." Ryan menggerutu.
"Itu Ryan tau kalo ini cuma permainan doang, masa Ryan udah ngerasa kayak pangeran beneran aja. Ryan harus minta maaf sama Rose, kan Ryan juga yang keterlaluan main rebut mahkota punya Rose." Timpal Dinda.
Ryan hanya bisa diam menanggapi Dinda. Mendadak suasana hening tak seorang pun bersuara sampai... " TADAAA!! Satya bawa coklat!!" Teriak Satya dengan suara yang membahana merusak keheningan dan mendapat tatapan horor dari Arina dan Dinda.
Satya yang merasa takut di tatap seperti itu malah gelagapan tak menentu "Eh.. itu.. itu apa.. itu.. anu. Sa-Satya bawa coklat buat Rose, yang lain juga. Eh.. emm.. Ro-Rose mana?"
Arina dan Dinda menurunkan pandangannya dan kembali menatap Ryan membuat yang ditatap kalang kabut "It.. itu.. tadi Rose ngambek gara-gara Ryan ngambil mahkota bunganya," sesal Ryan menundukkan kepala.
"Ya udah coklatnya buat Satya aja, daripada nggak ada yang makan," ucap Satya dengan polosnya.
"SATYA!!" Teriak ketiga temanku yang lain, sedangkan Satya hanya cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ya udah nih coklat. Ryan kasih coklatnya ke Rose terus bujuk Rose sama balikin mahkota bunganya. Itukan mainan anak perempuan, huh." Titah Satya.
Ryan berdiri menuju kamarku dengan sedikit hentakan kaki "Ryan-kan cuma main-main doang," ujar Ryan kepada dirinya sendiri.
*****
Disini aku masih kesal. Aku menatap Ryan sendu saat dia sudah berdiri di depan pintu kamarku, dengan sedikit rasa kesal yang ada aku memutar tubuhku membelakangi Ryan yang masih menatapku.
"Rose, Ryan minta maaf." Ujarnya saat dia sudah ada disampingku. "Gak mau Ryan nakal!" Rengutku. Terus-menerus seperti itu. "Maafin Ryan dong. Ryan janji kalo Rose maafin Ryan, Ryan beliin Rose es krim. Mau nggak?" Bujuk Ryan, es krim adalah favoritku dan Ryan sudah menyerang kelemahanku. "Janji, Ryan bakal beliin Rose es krim." Ucapku mengangkat jari kelingkingku dan Ryan mengaitkan jari kelingkingnya dan mengangguk lucu. "Yeayy.. kalo gitu Rose maafin Ryan," ucapku dan menghambur kepelukan Ryan, Ryan membalasnya dengan mengusap puncak kepalaku.
Sebenarnya aku kekesalanku sudah hilang saat Ryan meminta maaf, tapi kegundahan lain membuatku enggan untuk langsung memaafkannya. "Ryan," panggilku.
"Hmm.." gumam Ryan aku pun melepaskan pelukan Ryan dan menatapnya. "Ryan gak marahkan kalo Rose sering keras kepala kayak gini, Ryan jangan tinggalin Rose ya? Kalo Ryan udah pindah nanti Ryan masih mau jadi temen Rose-kan?" Tanyaku menundukan kepala.
Ryan tersenyum manis dan berkata "Ryan gak akan marah, Ryan seneng kok temenan sama Rose. Ryan gak bakal tinggalin Rose, Ryan janji akan kembali buat Rose. Rose juga harus janji kalo Rose bakal tetep sama, tetep Rose sang Tuan Putri yang keras kepala." Ujar Ryan mengacak puncak kepalaku kemudian memasangkan Flower Crown punyaku yang tadi dia ambil.
Aku tersenyum manis setelah mendengarnya "Makasih, Pangeran Ryan." Ucapku lembut memandang lurus mata Ryan.
"DORR!! Kalian jahat baikan nggak ngajak-ngajak." Teriak Satya setelah memasuki kamarku membuat aku dan Ryan terlonjak kaget. "Aduuhh.. aw.. aw.. Arin.. Dinda.. sakittt!!" Ringis Satya saat Arina dan Dinda menarik masing-masing daun telinganya. "Tau ah, Dasar! Satya monster," ucap Arina dan Dinda serentak, dan memang Satya selalu mendapat peran monster saat bermain.
Hening.
Seketika tawa kami terpecah dan saling menghambur pelukan. Hangat itulah yang aku rasakan saat itu.
"Jadi, itu coklatnya gak ada yang makan dong." Celoteh Satya di tengah pelukan hangat, membuatnya mendapatkan beberapa pukulan kecil dari kami. Namun tak lama dari itu tawa kami terpecah kembali.
--------------------------------------------
~FlowerCrown Sabtu, 25 April 2020
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
By the way, itu dulu yang mau author kasih. Buat kali ini Author bakal berusaha buat lebih rajin nulis daripada karya sebelumnya😅
Rencananya cerita(?) ini author mau up tiap tanggal 25.
Buat Flower Crown sendiri author lanjutin nanti, pasti up kok udah ada covernya juga. Mungkin nunggu vote👀
Jadi votenya di tunggu ya, atau kalo ada saran buat alur ceritanya bisa komen. Author butuh dukungan dari kalian biar lebih bersemangat nulisnya:v