"AGHAM" gadis itu berlari dimana cowo itu berada
"jangan lari dong pinter nti ketabrak gimana"
Bulan mengerucutkan bibirnya. untuk hari ini dia sangat semangat untuk menemui agham, satu satunya cowo yang pertama kali menyatakan perasaan nya ke bulan.
"kamu mau pesen apa?" tanya agham sambil menyelipkan rambut gadisnya itu ke telinga nya
"pesan hati mu boleh gham?" bulan terkekeh
"gimana sih kamu hati aku kan cuma buat kamu"
Untuk hari ini cafe yang dimiliki ibu nya agham tidak terlalu banyak pengunjung alhasil cafenya penuh dengan tawa sepasang kasih yang satu ini.
Matahari mulai tenggelam, tapi agham dan bulan tidak henti hentinya untuk tertawa "Agham kita ke pasar malam mau gak?" ajak bulan
"boleh, ayo!"
Angin malam ini sangat kencang membuat agham terposana dengan bulan yang rambutnya di gerai pun acak acakan. Sudah sampai agham pun tidak sesekali melepaskan tangan bulan untuk di gandengnya, katanya sih takut bulan nya hilang.
"naik kincir angin itu yok gham" ajak bulan
"anu gimana ya lan, yang lain aja deh ayo" tolak agham. Laki laki satu ini tidak menyukai wahana kincir angin karena trauma pas masa smp nya kincir angin tersebut macet.
"pliss...gapapa kok kan ada bulan" bagaimana bisa menolak bulan memasang puppy eyes ke cowo itu membuat agham gamau melepaskan bulan.
Saat ini agham dan bulan lagi di paling atas, bulan sangat antusias dengan pemandangan kota bogor sedangkan agham yang sedang ketakutan memejamkan matanya sambil memeluk besi yang ada di kincirnya tersebut.
Sreettt
"nohkan aku udah duga pasti bakal macet" cowo itu gemetar sesekali mengelap keringetnya yang bercucuran.
Bulan tertawa kencang, pikirnya jarang jarang cowo takut menaiki kincir angin. "Agham ih kamu mah alay, bentar lagi jalan ko percaya deh sama bulan"
Agham memejamkan matanya sambil misuh misuh didalam hati. Beberapa menit kemudian kincirnya pun berjalan dan akhirnya mereka sudah sampai bawah
"udah ah males naik kincir angin" agham mengerucutkan bibirnya
Bulan tak henti henti nya ketawa melihat tingkah agham.
Saat ini mereka berada di tempat makan, kaya biasa bulan mengelitikin pinggang agham yang sedang makan sesekali agham tersedak karna banyak tertawa.
"agham!"
Merasa nama nya terpanggil agham dan bulan pun menengok ke belakang. Agham tidak berkedip sekali pun melihat perempuan itu, bagaimana tidak itu sahabat agham yang dulu agham pernah cintai dan waktu itu juga cewe itu sedang berlibur ke amerika
Melihat tingkah agham seperti itu membuat bulan jengkel, bisa bisa nya agham tidak berkedip melihat perempuan itu, jujur aja bulan minder cewe itu sangat cantik tapi kurangnya rok yang pendek dan baju yang kekurangan bahan.
"Fera?!"
Perempuan itu berlari dan memeluk agham. Disini bulan berasa jadi nyamuk, muka bulan sudah merah akibat kesal melihat agham yang mengelus rambut perempuan itu.
"positif thinking bulan, plis jangan mikir aneh aneh" ucap dalam hatinya
"dia siapa gham? Adek lo?" tanya fera menatap bulan dengan wajah yang tidak suka
"oh kenalin dia pacar gua"
"bulan kenalin dia sahabat aku" lanjut agham
"hai" sapa bulan
"ya"
Bulan memutar bola matanya sebab kesel setengah mati bisa bisanya dia cuek begitu.
"gham gue mau" fera
"mau apa?"
"yang bulan kemaren lu bilang. Gua terima gham hehe"
"lo telat fer. Gua udah punya cewe"
BRAAAAKKKK
fera menggebrak meja membuat pengunjung cafe pun menengok heran ke arah mereka "GUA GAMAU TAU MENIT INI DETIK INI LO JD CEWE GUA GHAM!" bantah fera
"apa apaan si lo?!"
"fera, kamu liat kan agham udah punya cewe, plis jangan ngancurin hubungan kita berdua, masih banyak cowo diluar sana" bulan
"bacot lo! Yang lebih kenal agham siapa? Gua bangsat !" PLAAAKKKK
Baru kali ini bulan ditampar.
Bulan berlari sambil menyari tukang ojek dan akhirnya ketemu, bulan gak peduli di belakang agham sedang meneriaki bulan
Tunggu part 2 nya ya
Kalo suka boleh tolong voment?
YOU ARE READING
UNTUK AGHAM
Actionpernah kamu merasakan apa yang namanya cinta? gadis ini mengira cinta itu indah,menarik dan sebagainya. ketika rasa itu semakin menumbuh ke laki laki yang dimilikinya rasanya tidak mau melepaskan ataupun mengecewakan nya, tapi itu sia sia bagaimana...
