"Aku mencintainya... Bisakah aku mencintai sahabatku sendiri?"
- Aruna
"Aruna, aku mencintai Mireya, teman sekelas kita. Aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadanya. Menurutmu, apakah dia juga mencintaiku?"
- Ethan
"Aku juga mencintaimu."
- Mireya
"Semoga kau bahagia bersamanya. Aku tidak akan menghilangkan rasa cinta ini. Kau adalah cinta pertamaku, dan aku tidak akan pernah menghapusnya."
- Aruna
~🍃~
Aku tidak tahu apakah perasaan ini benar atau salah.
Mungkin sebagian orang, atau bahkan banyak orang, pernah merasakan hal yang sama mencintai sahabat sendiri, tetapi memilih menyimpannya rapat-rapat karena takut satu pengakuan dapat menghancurkan persahabatan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Dan, entah bagaimana, hal itu terjadi kepadaku.
Ah, rasanya aku bahkan belum memperkenalkan diriku sendiri.
Baiklah, mari kita mulai dari sana.
Namaku Aruna Leticia Alfarisi. Aku berusia delapan belas tahun dan merupakan anak tunggal dalam keluarga Alfarisi. Aku tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan. Sangat berkecukupan, bahkan mungkin lebih dari yang kubutuhkan.
Namun, aku tidak pernah terlalu peduli dengan kemewahan. Meskipun kedua orang tuaku selalu memberikan berbagai fasilitas terbaik, aku justru lebih nyaman mengenakan pakaian sederhana dan menjalani kehidupan seperti remaja pada umumnya.
Aku memiliki beberapa sahabat, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, ada satu orang yang paling dekat denganku.
Ethan Raynard
Persahabatan kami telah berlangsung selama hampir sepuluh tahun. Kami bertemu sejak kelas dua sekolah dasar dan entah bagaimana, sampai hari ini, kami masih selalu bersama.
Ia selalu ada ketika aku membutuhkannya. Begitu pula sebaliknya.
Bukankah seorang sahabat seharusnya hadir ketika kita sedang bahagia maupun terpuruk?
Selama bertahun-tahun, aku menganggap Ethan seperti saudaraku atau kakaku sendiri.
Atau mungkin... lebih dari sekadar sahabat.
Aku sendiri tidak pernah benar-benar tahu sejak kapan perasaan itu berubah.
Namun, setiap kali Ethan bercerita bahwa ia sedang dekat dengan seseorang, selalu ada rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dadaku.
Awalnya aku tidak mengerti.
Perasaan apa ini?
Sampai akhirnya aku menyadari satu hal yang selama ini berusaha kuhindari.
Aku mencintainya.
Aku mencintai sahabatku sendiri.
Lalu, pertanyaan yang paling kutakuti pun muncul di kepalaku.
Apakah Ethan juga mencintaiku?
Atau sejak awal, cintaku memang hanya akan menjadi perasaan yang tak pernah menemukan tempat untuk pulang?
YOU ARE READING
Tentang Rasa yang Diam
RomanceAruna menyimpan perasaan yang tak pernah berani ia ungkapkan kepada Ethan, sahabatnya sendiri. Namun, ketika Ethan mengaku bahwa hatinya telah jatuh kepada Mireya, Aruna harus memilih: tetap menyimpan perasaannya atau mempertahankan persahabatan yan...
