Prolog

7 2 1
                                        

"One,two,three,up!" The Blinks,tim cheerleader SMA Nusa Bakti tengah membentuk formasi andalannya dengan seorang gadis yang menjadi flyer tengah dilemparkan ke udara.

"Nice,girls!"pekik seorang gadis yang memiliki perawakan paling jangkung. "Oke,latihan kali ini selesai. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya"

"Kak Hana!"panggil seorang gadis yang barusan menjadi flyer. Ia tersenyum menonjolkan sudut bibir manisnya yang tertarik membentuk lengkungan.

"Iya,Kia?"

"Ehm.. tadi, aku lihat di Instagram The Warriors bikin snapgram yang isinya poster turnamen basket antar sekolah"

Hana terus mendengarkan sembari merapikan peralatannya ke dalam tas. "Terus?"

"Ya terus,kita nggak ikut andil buat nyuport The Warriors?"tanya Kiara kemudian.

Hana menghela nafas lalu meneguk air mineral. Ia terkekeh pelan lalu memandang Kiara.

"Nggak,dan nggak akan mungkin"

Kiara mengerutkan keningnya. Lalu mengekori Hana yang kembali sibuk merapikan lokernya.

"Kenapa kak? Tim cheers sama tim basket itu seharusnya jadi satu paket. Lagipula kita kan nyemangatin tim kebanggaan sekolah juga. Tapi.. kenapa selama ini kita cuma ikut lomba cheers dan nggak pernah sekalipun perform di turnamen basket?"tanya Kiara beruntun membuat Hana memijit pelipisnya pelan.

"Gini Kia. Aku,selaku kapten cheers udah berulang kali menawarkan hal itu. Tapi dari pihak The Warriors sendiri yang nolak."

"Bukannya itu semua aturan? Iya atau tidaknya terkait basket dan cheers diatur sekolah? Kenapa The Warriors sendiri yang nentuin?"

Hana duduk di bangku panjang diikuti Kiara.

"The Warriors adalah tim kebanggaan sekolah yang merupakan ekskul yang membawa piala dan penghargaan paling banyak buat sekolah. Dan tentu saja kepsek bakal nyerahin semua andil itu ke The Warriors sendiri. Jadi apapun yang nentuin The Warriors. Termasuk tim apa aja yang boleh collabs sama mereka."jelas Hana panjang lebar.

"Apa tim kita pernah ngajuin penawaran ke The Warriors langsung"

"Berulang kali,Ki. Dan selalu ditolak sama mereka. Dengan alasan kalau tim mereka nggak butuh collabs sama tim lain,mereka nganggep tim kita belum setara sama mereka. Dan kamu tahu,dulu anggota kita yang seangkatan aku itu banyak. Mereka berpikir,dengan masuk tim kita otomatis dapat mendukung The Warriors dan deket sama mereka. Tapi penolakan keras dari The Warriors meruntuhkan semangat mereka dan membuat sebagian besar dari mereka mengundurkan diri."Hana terkekeh ringan mengingat masa setahun yang lalu dimana The Blinks hampir saja bubar.

"Dan aku selalu berusaha minta The Warriors buat nyetujuin,hasilnya tetap sama. Ya mau gimana lagi,Ki. Sampai sekarang aku harus tetap mempertahankan The Blinks kan? Ya walaupun fungsi The Blinks bukan untuk melengkapi The Warriors, seenggaknya kita cetak penghargaan buat sekolah pelan-pelan"lanjut Hana.

Penjelasan Hana membuat Kiara dongkol sendiri. Apa-apaan The Warriors itu? Dasar keras kepala! Sok jagoan!

"Biar aku kak. Biar aku yang minta The Warriors buat ngizinin kita ikut support mereka di turnamen. Ya walaupun bukan turnamen ini,mungkin turnamen selanjutnya."ujar Kiara.

Hana yang mendengarkan Kiara berujar seperti itu hanya tertawa. Itu terdengar sangat nihil bagi Hana.

"Kamu yakin?"

Kiara mengangguk antusias. Lalu mengepalkan tangannya ke udara.

"Aku bisa kak!"

"Yaudah,temuin Erlangga sana"titah Hana.

"Erlangga?"

Hana mengangguk sambil merangkul tasnya. "Iya,Erlangga. Si kapten basket yang kepala batu,dan pangerannya Nusa Bakti. See you,Kia!"

Kiara masih melongo di tempat. Erlangga? Oke,ia optimis bisa menaklukan cowok yang namanya Erlangga itu.

***

"Whatt!! Erlangga?!"pelik Vinny.

"Erlangga Gardapati maksud kamu,Ki?"tanya Cheryl memastikan.

Kiara mengangguk. Ia terheran-heran melihat ekspresi yang tergambar diwajah kedua sahabatnya yang terhubung melalui sambungan videocall.

"Are you kidding me,Kia? Kamu nggak tahu kak Erlangga yang mana?"seru Vinny.

"Yaa,tahu sih. Cuma tahu sebatas nama aja. Tapi kalau orangnya belum pernah liat"jawab Kiara.

"Gini nih kalau kerjaannya di sekolah cuma nonton drakor aja. Jadi terasingkan sama para spesies ganteng Nusa Bakti" cerocos Vinny.

"Shut up,Vinny! Ki,emang ada urusan apa sama kak Erlangga?" kali ini Cheryl menyahut.

"Mau minta ke kak Erlangga selaku kepten The Warriors buat ngizinin The Blinks ikut perform dan support The Warriors di turnamen yang akan datang"

"Gue nggak yakin deh,Ki."

"Kenapa,Cher?"

"Siapa sih yang nggak tahu tabiat kak Erlangga. Bossy,arogan,angkuh,but damn it! Dia keren!" timpal Vinny.

"Yakin kak Erlangga bakal nurutin permintaan kamu,Ki?"

"Kenapa nggak?"

***

Hai guys! Selamat datang di cerita baru akuu. Ini benar-benar first experience nulis cerita di WP. Hope u like it! Bisa vote juga yaww. Thanks❤️

F A T E [ON GOING]Where stories live. Discover now